Tasbih Cinta Di Negeri Qatar

Tasbih Cinta Di Negeri Qatar
Kamu Sangat Tampan Saat Tersenyum


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, genap sudah dua bulan Zulaikha menjalankan tugasnya sebagai istri dengan baik. Ada saja cara yang di gunakan oleh gadis itu agar semua urusan dengan suaminya dapat ia jalankan tanpa ketahuan oleh pria itu.


Tapi entah apa yang terjadi padanya, sejak kejadian terakhir di kamarnya, suaminya itu seolah selalu berusaha menghindarinya. Mereka hanya akan bertemu saat makan bersama, saat Zulaikha membawakan minuman ke ruang kerjanya, dan saat Tareeq akan pergi dan pulang kerja.


Seperti saat ini, pasangan suami istri itu sedang sarapan bersama. Zulaikha sarapan dengan bakso buatannya sendiri, sementara Tareeq sarapan dengan susu dan buah kurma. Tak ada suara yang keluar dari mulut mereka, hanya terdengar dentingan sendok yang sesekali terdengar dari Zulaikha.


"Kamu nggak mau makan bakso?" tawar Zulaikha saat melihat Tareeq menghabiskan buah kurmanya.


"Tidak," jawab pria itu singkat.


"Yakin? Enak loh, ini makanan favoritku yang terbuat dari daging sapi pilihan yang di kelola secara higienis, hingga menghasilkan bulatan-bulatan imut seperti ini, serta kuah bakso yang kaya akan rempah pilihan sehingga menghasilkan aroma yang menggugah selera," jelas Zulaikha panjang lebar memperkenalkan baksonya di hadapan Tareeq, ia mengira pria itu tidak pernah makan bakso.


"Coba rasakan dengan indera penciumanmu, bagaimana aromanya?" Zulaikha mendekatkan mangkuk berisi bakso dan kuahnya di dekat Tareeq yang sedang meminum susunya.


"Hentikan Zulaikha, aku tidak tertarik," tolak pria itu lalu beranjak pergi meninggalkan Zulaikha yang kini mencebikkan bibir ke arahnya.


"Sayang sekali, padahal ini enak banget baksonya ya Allah." Zulaikha meninggikan suaranya sembari melirik ke arah Tareeq yang kini naik ke ruang kerjanya.

__ADS_1


"Ya sudahlah, aku akan memakan semuanya kalau begitu," gumamnya lalu kembali menyendokkan bakso ke mulutnya.


Hari ini adalah hari libur, Zulaikha memutuskan untuk berdiam diri di rumah dan tak pergi mengunjungi Nameera hari ini, ia ingin menemani sang suami di rumah meski hanya dari jauh. Tareeq yang lebih memilih berada di ruang kerja pribadinya, sedangkan Zulaikha yang memilih menonton TV yang sengaja ia sambungkan ke Wifi agar bisa menonton drama Korea favoritnya.


Jam dinding telah menunjukkan pukul 9 pagi tapi tak ada sama sekali tanda-tanda pria itu akan keluar dari ruang kerjanya. Tiba-tiba sebuah ide melintas di pikiran gadis itu. Dengan cepat ia beranjak dari sofa dan melangkahkan kakinya ke dapur.


Zulaikha berencana membuat kue khas Qatar yang bernama kunafa, sebuah pastry yang berisi keju leleh atau bisa juga krim keju yang dilengkapi dengan kacang pistachio, kismis, serta parutan kelapa sebagai topping.


Tak menunggu lama, beberapa potong kue itu pun telah jadi. Sebagai pembuat, Zulaikha harus mencicipinya terlebih dahulu untuk memastikan kelayakan untuk diberikan kepada Tareeq.


Gadis itu membulatkan matanya sejenak saat pertama kali merasakannya, rasa yang legit, manis dan juga gurih berhasil membuatnya menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan sebagaimana yang dilakukan sebagian wanita jika makanan yang ia makan terasa begitu nikmat di lidahnya.


Tok tok tok


Zulaikha mengetuk pintu beberapa kali, tapi tak ada jawaban dari dalam sana. Dengan modal nekat, gadis itu membuka pintu dan masuk ke dalam ruang kerja sang suami. Tak terlihat siapa pun di ruangan itu, bahkan meja kerjanya tampak kosong?


"Aku yakin sekali tadi dia masuk ke sini," gumamnya seraya melangkah ke dekat meja kecil di dekat sofa untuk meletakkan kuenya. Namun, saat semakin mendekati meja, kakinya tersandung oleh kaki panjang seorang pria yang sedikit keluar dari sofa, hingga membuatnya hampir terjatuh bersama kuenya.

__ADS_1


"Astaghfirullah, apaan tuh?" pekik Zulaikha seraya menoleh ke belakang. "Oh, di sini dia ternyata, kirain kemana, ternyata molor," lirihnya sembari meletakkan kue tersebut di meja.


Zulaikha hendak langsung keluar dari ruangan itu, tapi ia urungkan niatnya saat tidak sengaja melihat Tareeq tersenyum dalam tidurnya. Perlahan gadis itu mendekat dan sedikit berjongkok di samping wajah pria itu.


Ini adalah pertama kalinya Zulaikha melihat senyuman Tareeq dari awal pertemuannya di bandara, hingga saat ini saat statusnya telah berubah menjadi istri sah pria itu.


"Kamu sangat tampan saat tersenyum," lirih Zulaikha seraya menatap alis tebal dan mata indahnya yang tertutup, hidung mancung dan bibir yang proporsionl dengan hidungnya, serta rambut-rambut halus yang memenuhi bagian sisi wajahnya hingga ke dagu.


"Astaghfirullah, apa yang ku lakukan, ingat Zul jaga hatimu, sebab cinta itu datang dari mata lalu turun ke hati," lirihnya berbicara pada dirinya sendiri.


Zulaikha segera bangkit dari jongkoknya dan dan hendak melangkah keluar dari ruangan itu, tapi sayang, tangannya di tarik tanpa sadar oleh pria itu hingga membuatnya terjatuh tepat di tempat ia berjongkok tadi.


Gadis itu menahan napas sejenak saat Tareeq memeluk lengannya dengan begitu erat bagaikan guling, membuat jantungnya yang perlahan berdetak normal, lama-kelamaan semakin cepat.


"Tidak-tidak, ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera pergi dari sini," lirih gadis itu berusaha menyadarkan dirinyanagar tidak terlena.


Ia berdiri perlahan dengan sedikit membungkuk, kemudian dengan cepat ia menarik tangannya dan berlari keluar dsri ruangan itu, membuat Tareeq yang tadinya sempat bertumpu pada lengan Zulaikha seketika terjatuh dari sofa dalam keadaan tidak sadar hingga kepalanya membentur kaki meja.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2