Tasbih Cinta Di Negeri Qatar

Tasbih Cinta Di Negeri Qatar
Misi Penyelamatan


__ADS_3

Sebelumnya, Tareeq dan Ali menemui temannya yang seorang polisi untuk melacak keberadaan Zulaikha dan Nameera. Untuk kasus ini, Tareeq memilih cara cerdas untuk mencari karena dengan begitu ia bisa lebih cepat menemukan apa yang dia cari, sebagaimana pengalamannya saat mencari Zulaikha yang pergi dari rumah waktu itu.


"Jejak ponsel Zulaikha terakhir kali berada di sebuah jalan A yang memang cukup sepi di waktu tertentu, sedangkan ponsel Nameera berada di rumah Kakekmu, sepertinya dia tidak membawa ponselnya saat pergi," jelas Khalid, seorang polisi sekaligus teman Tareeq.


"Apa ada cara lain untuk mendapatkan petunjuk?" tanya Tareeq berusaha tenang meski sebenarnya ia sudah sangat gelisah memikirkan nasib istri, anak dan adiknya.


"Aku akan memeriksa CCTV di sekitar sana," ujar Khalid lalu mulai memeriksa seluruh CCTV yang berada di pinggir jalan di mana mobil yang menbawa Zulaikha dan Nameera lewat.


"Mobil itu pergi ke rumah sakit Qifty Medical," ujar Ali yang melihat jalur yang di laluinya.


"Apa istrimu atau adikmu sakit?" tanya Khalid pada Tareeq yang diam dengan alis yang bertautan, pria itu merasa ada yang janggal dari semua itu.


"Untuk beberapa hal, aku merasa ada yang janggal. Pertama, rumah sakit Qifty Medical bukanlah rumah sakit langganan kami. Kedua, Istri san Adikku tidak sedang sakit, kontrol kehamilan Istriku masih ada tiga minggu lagi. Ketiga, baik dari rumahku, atau mansion Kakekku, bahkan dari toko buku, rumah sakit Qifty Medical bukanlah rumah sakit terdekat. Jika karena alasan sakit dan darurat, rumah sakit itu tidak akan menjadi pilihan mereka."


Khalid dan Ali mengangguk menyetujui kejanggalan yang di sebutkan Tareeq. Mereka kembali memperhatikan satu per satu rekaman CCTV di layar laptop milik Khalid untuk mencari petunjuk lain terlebih dahulu.


"Khalid, lihat ini! Mobil ini sedikit mencurigakan." Tareeq menunjuk sebuah mobil berwarna hitam yang sepanjang perjalanan selalu berada di belakang mobil Zulaikha dan Nameera.


Khalid mulai memperhatikan mobil yang ditunjuk oleh Tareeq melalui beberapa CCTV pinggir jalan yang di laluinya, dan benar saja, selama perjalanan dari toko buku, mobil itu selalu berada di belakang tidak jauh dari mobil Zulaikha dan Nameera dan saat keluar dari jalan yang sepi tanpa CCTV, posisi mobil itu berubah dari belakang, kini berada di depan.

__ADS_1


"Setahuku, jalan yang tidak memiliki CCTV ini hanya membutuhkan waktu 3 menit untuk melewatinya, tapi dua mobil ini membutuhkan waktu lebih dari 10 menit untuk melewatinya, aku yakin terjadi sesuatu di jalan itu," ujar Ali.


Ketiga pria itu kini saling bertatapan sejenak.


"Jika terjadi sesuatu di sana, berarti Istriku, Anakku, dan Adikku dalam bahaya. Bantu aku selamatkan mereka," pinta Tareeq yang kini semakin menampakkan raut wajah kekhawatirannya.


"Apa Bapak yakin mereka memasuki rumah sakit?" tanya Ali yang kini juga merasa janggal.


"Apa maksudmu Ali?" tanya Tareeq sedikit bingung.


"Dilihat dari waktu mereka melewati jalan sepi itu yang cukup lama, sepertinya mereka di bawa paksa, tidak mungkin mereka membawa paksa seseorang secara terang-terangan ke dalam rumah sakit. Mengingat yang mereka datangi adalah rumah sakit milik Ayah dari Qifty, wanita yang pernah Bapak permalukan, saya yakin ada ruangan lain yang tidak diketahui banyak orang di rumah sakit itu, kecuali si pemilik rumah sakit."


"Apa?" Tareeq menautkan alisnya.


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo ke sana, mereka dalam bahaya." Tareeq langsung berlari keluar meninggalkan kedua temannya, membuat dua pria itu langsung berlari menyusulnya.


Mobil yang membawa Tareeq, Khalid dan Ali kini melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit Qifty Medical dan langsung masuk ke jalur khusus yang mereka ketahui melalui denah dari Khalid.


Jalan berupa lorong yang tidak terlalu panjang kini mereka lalui dengan berjalan kaki hingga mendapati sebuah pintu. Tiga pria itu masuk perlahan dan rupanyan di dalam ruangan itu masih ada ruangan lain. Di sana, Tareeq bisa mendengar suara Zulaikha yang berbicara dengan tegas.

__ADS_1


Tareeq mencoba mengintip dan matanya seketika membola saat melihat sang istri di pukul oleh seorang pria pada bagian kepala hingga membuatnya pingsan. Rahang pria itu seketika mengeras, ia hendak langsung masuk ke dalam ruangan itu, tapi di cegah oleh Ali.


Tareeq menatap tajam Ali yang memberikan kode kepadanya dengan menggelengkan kepala. "Kenapa kau menahanku?" tanya Tareeq dengan cara berbisik.


"Daripada Bapak masuk secara terang-terangan dan membuat mereka mengetahui keberadaan kita lalu menyerang kita, mending kita matikan lampunya agar bisa menyelamatkan Istri dan Adik Bapak terlebih dahulu."


Ali memberikan saran seraya menunjuk sebuah pengaman listrik yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini. Menurut Tareeq, apa yang di katakan Ali memang benar adanya. Kalau pun pada akhirnya mereka harus di serang oleh tiga pria bersenjata tumpul itu, setidaknya dua wanita yang ia sayangi sekaligus calon anaknya dapat diselamatkan.


"Baiklah." Tareeq kembali memperhatikan apa yang mereka lakukan terlebih dahulu. "Matikan!" titah pria itu saat meluhat sang istri hendak kembali di pukul.


Ali segera menurunkan sebuah tuas kecil dari pengaman listrik yang berada di luar ruangan itu, di mana ia tahu jika pengaman listrik itu khusus untuk ruang bawah tanah dan tidak akan mempengaruhi listrik yang berada di rumah sakit.


Lampu seketika padam.


"Khalid, tunggu kami di sini dan bantu kami menyelamatkan Istri dan Adikku setelah kami berhasil mengeluarkan mereka," pinta Tareeq.


"Jika kalian ingin usaha kalian berhasil, keluarkah dari ruangan itu dalam tiga menit," ujar Khalid.


Tareeq dan Ali akhirnya mulai menjalankan aksinya. Meski gelap, mereka yang sudah melihat letak Zulaikha dan Nameera sebelum listrik di padamkan dapat dengan mudah menemukan dua wanita itu. Tareeq menggendong Zulaikha, dan Ali dengan terpaksa menggendong Nameera agar bisa berjalan dengan cepat tanpa ketahuan.

__ADS_1


"Jangan takut, aku Ali, izinkan aku menggendongmu agar aku bisa membawamu keluar dari ruangan ini dengan cepat," bisik Ali dan diangguki Nameera meski anggukan gadis itu tidak terlihat.


-Bersambung-


__ADS_2