Tasbih Cinta Di Negeri Qatar

Tasbih Cinta Di Negeri Qatar
Kejutan Untuk Zulaikha


__ADS_3

Tiga bulan kemudian, terdengar suara tawa anak kecil dari sebuah kamar bernuansa biru. Baby Fatih yang kini berusia 3 bulan sedang asik bermain bersama sang ibu sambil berbaring, sesekali bayi itu melemparkan mainannya sambil tertawa, membuat siapa saja yang mendengarnya akan ikut tertawa.


"Udah yah lempar-lemparnya, sekarang ikuti gerakan umah." Zulaikha memposisikan dirinya berbaring di samping Baby Fatih, lalu perlahan ia mengubah posisinya menjadi tengkurap.


"Nah, kayak gini." Zulaikha kembali mengulanginya beberapa kali, hingga Baby Fatih yang berada disampingnya perlahan mencoba mengikutinya.


Saat awal mencoba, Baby Fatih gagal, tapi Zulaikha terus melakukan hal yang sama di samping bayi itu. Meski terlihat sulit, pada akhirnya Zualikha bersorak bahagia saat melihat sang buah hati berhasil tengkurap sendiri.


"Alhamdulillah, anak umah dan abah memang hebat," ucap Zulaikha begitu senang.


Di tengah rasa senang yang ia rasakan, suara ponselnya yang berdering tiba-tiba membuat atensinya teralihkan. Senyuman seketika terbit saat ia membaca nama yang tertera di layar ponselnya adalah panggilan sayang untuk sang suami.


"Ssst, Abah menelepon, umah angkat dulu yah, Sayang," bisik Zulaikha berbicara kepada Baby Fatih dan hanya di balas tawa oleh sang anak.


"Assalamu 'alaikum, By," ucap Zulaikha memulai pembicaraan melalui sambungan telepon.


"Wa'alaikum salam, kamu di rumah 'kan Sayang? Keluar sekarang yah sama Fatih, aku mau bawa kalian ke suatu tempat." Usai mengatakan itu, Tareeq langsung mematikan ponselnya.


Zulaikha sejenak diam memandang sang anak dengan rasa penasarannya, lalu segera bersiap dan keluar bersama Fatih menuju mobil Tareeq yang sudah menunggu diluar.


"Kita mau kemana, By?" tanya Zulaikha setelah duduk di dalam mobil tepat di samping Tareeq yang memegang kemudi.


"Nanti kamu akan tahu," jawab Tareeq singkat lalu segera melajukan mobilnya.


Kurang lebih dua puluh menit perjalanan, kini mereka sudah tiba di sebuah salon yang sangat terkenal di Doha. "Tolong lakukan sesuai kesepakatan," titah Tareeq singkat lalu segera mengambil Fatih dari gendongan sang istri.

__ADS_1


"Kita mau apa sih, By?" Zulaikha kembali bertanya karena begitu penasaran.


Tareeq tersenyum lalu segera mendekat ke telinga Zulaikha. "Ikuti saja yang yang aku katakan, nanti kamu juga akan tahu," bisik Tareeq.


Tak ingin banyak tanya lagi, akhirnya Zulaikha diam menuruti perintah Tareeq, meski begitu banyak pertanyaan yang hinggap di pikirannya saat ini. Tanpa sepengetahuan Zulaikha, Tareeq dan Fatih pun kini ikut berganti pakaian.


Hingga kurang lebih 30 menit telah berlalu, Zulaikha telah selesai dengan dandanan sederhana yang tidak mencolok, tapi tetap membuatnya terlihat cantik. Gaun putih yang ia kenakan saat ini pun terlihat begitu anggun dan elegan, hingga membuatnya bagaikan ratu.


Zulaikha kini diarahkan keluar oleh pegawai di salon itu, dan ia dibuat terkejut saat melihat sang suami dan putranya juga sudah siap dengan setelan jasnya. Tak hanya wanita itu, Tareeq juga begitu takjub melihat sang istri yang begitu terlihat cantik, matanya tak berkedip hingga suara deheman membuatnya tersadar.


"Ekhem ... Bagaimana menurut Bapak?" tanya pemilik salon seraya menunjuk ke arah Zulaikha.


"Cantik, tapi maaf, Bu. Apa bisa istriku pakai cadar saja? Sepertinya saya tidak rela berbagi keindahan wajah istriku dengan orang lain," ujar Tareeq, membuat si pemilik salon langsung mengerutkan keningnya.


"Apa Bapak yakin?"


Pegawai salon itu kini menghampiri Zulaikha dengan membawa cadar berwarna senada dengan gaun lalu memakaikannya di wajah wanita itu.


"Maaf, Bu, ini perintah suami Ibu," lirih pegawai itu, membuat Zulaikha menahan senyum. Ia tahu betul jika suaminya adalah tipe pria yang mudah cemburu, dan dengan memakai cadar secara tiba-tiba seperti ini sudah mampu membuat wanita itu paham akan kekhawatiran suaminya.


Setelah semua persiapan selesai, Tareeq membawa Zulaikha dan putranya menuju sebuah hotel yang begitu mewah, di mana di sana sudah ada banyak orang yang datang dan menunggu kedatangan mereka, termasuk Kakek Husein, Bibi Afra, Ibu Ammara, Rafif, Nameera dan keluarga kecilnya, Qifty, Khalid, dan tamu undangan lainnya


"Maaf, aku membuatmu memakai cadar secara mendadak," lirih Tareeq sesaat setelah ia menghentikan mobilnya tepat di depan hotel.


"Tidak apa-apa, aku mengerti, By. Aku bahkan merasa lebih aman jika seperti ini," balas Zulaikha, membuat pria itu tersenyum lalu mengecup kening sang istri dengan begitu lembut.

__ADS_1


Tareeq kini lebih dulu keluar lalu berjalan mengitari mobil dan membukakan pintu Zulaikha yang menggendong Fatih, rupanya bayi itu sudah tertidur dalam gendongan ibunya sejak tadi. Tareeq segera mengambil alih putranya dari gendongan sang istri dengan tangan kanan, lalu memberikan tangan kirinya kepada Zulaikha untuk digandeng.


"Apa ini, By?" tanya Zulaikha kembali.


"Ini adalah kejutan untukmu, Sayang. Kita tidak melakukan pesta pernikahan selama di sini, sebagai gantinya ini adalah pesta peringatan anniversary kita yang satu tahun, meski sudah terlambat beberapa bulan. Aku akan mengumumkan kepada semua orang jika aku telah memiliki istri dan putra yang sangat aku cintai," jawab Tareeq akhirnya, membuat mata Zulaikha seketika berembun bahkan setetes air mata berhasil lolos ke pipinya yang tertutupi cadar.


"Hei, jangan menangis, Sayang. Lihatlah cadarmu sudah basah oleh air matamu." Tangan kiri Tareeq kini terangkat untuk menghapus air mata sang istri.


"Terima kasih, By. Aku benar-benar tidak menyangka kamu akan melakukannya," ucap Zulaikha dengan suara yang terdengar sedikit bergetar.


"Memang sudah seharusnya aku melakukannya, Sayang. Kamu tahu kan, aku sangat mencintai kamu, dan ini adalah salah satu bentuk rasa cintaku padamu." Zulaikha tidak mampu berkata-kata lagi, ia begitu bahagia saat ini. Memiliki suami seperti Tareeq yang benar-benar merupakan tipe suami idaman, membuatnya berkali-kali mengucapkan rasa syukur kepada Allah.


Tareeq memberikan kode kepada Zulaikha untuk kembali menggandeng tangannya, lalu kembali melanjutkan langkah mereka memasuki tempat acara mereka di adakan.


Satu per satu rangkaian acara di lewati dengan begitu lancar, hingga saat memasuki acara inti, sebagian lampu di ruangan itu dipadamkan, kini muncul sebuah video yang berisi foto-foto pernikahan Zulaikha dan Tareeq saat di Indonesia hingga saat kehamilan Zulaikha yang diam-diam diambil Tareeq muncul dilayar lebar yang berada di samping panggung tempat di mana mereka berdiri.


Tak lupa Tareeq menutupi sebagian wajah Zulaikha di video itu agar tak ada yang menikmati kecantikan sang istri sebagaimana ia meminta Zualikha memakai cadar saat ini.


"Perkenalkan, ini istri saya, namanya Zulaikha. Kami menikah kurang lebih satu tahun yang lalu di Indonesia. Karena beberapa alasan yang tidak bisa saya sebutkan, kami tidak sempat melakukan acara pesta pernikahan di sini, dan sebagai gantinya, hari ini saya mengadakan acara ini untuk mengumumkan pernikahan kami, sekaligus peringatan satu tahun pernikahan kami."


"Ini adalah foto-foto bukti pernikahan kami, meski awal pernikahan kami dipenuhi ujian, pada akhirnya kami bisa sampai di tahap ini, tahap di mana saya benar-benar merasa bahagia dan bersyukur karena telah dikaruniai istri yang sholehah dan anak yang sholeh insya Allah."


Tak ada hal romantis yang Tareeq perlihatkan di hadapan orang-orang, sebab mempertontonkan sikap romantis adalah hal yang tabu di kalangan warga Qatar, bahkan bisa mendapat teguran hingga hukuman.


Tareeq mengakhiri pembicaraannya tepat setelah video itu berakhir. Lampu kembali menyala diiringi dengan sorak haru dan kagum dari para tamu dan keluarga.

__ADS_1


Kini tiba di sesi terakhir, acara tambahan yang sebenarnya tidak ada dalam daftar acara, melempar bunga ke teman-teman seperti acara pernikahan orang Eropa. Tidak ada maksud lain, Tareeq sengaja menambahkan untuk memudahkan rencana temannya dalam mengungkapkan niat baiknya.


-Bersambung-


__ADS_2