Tasbih Cinta Di Negeri Qatar

Tasbih Cinta Di Negeri Qatar
Tasbih Cinta (TAMAT)


__ADS_3

Teman-teman Tareeq yang ikut dalam sesi tangkap bunga sudah di atur sedemikian rupa sehingga mereka hanya akan berpura-pura menangkap tapi sebenarnya tidak menangkap. Bunga tersebut hanya akan di tangkap oleh satu orang yang menjadi alasan dimunculkan sesi acara itu.


Satu


Dua


Tiga


Bunga pun dilempar oleh Zulaikha dan Tareeq menuju ke teman-temannya dan di tangkap oleh seorang pria yang tidak lain adalah Khalid dan di saksikan oleh keluarga dan tamu undangan lain termasuk Qifty.


"Sepertinya teman kita yang satu ini juga akan segera menikah," ucap Tareeq sedikit bercanda, membuat semua orang tertawa, kecuali seorang wanita yang justru merasa sedikit kecewa karena ia berpikir bahwa Khalid sudah memiliki calon istri, ya dia adalah Qifty.


"Apakah kamu sudah memiliki calon istri Khalid?" tanya Tareeq.


"Sebenarnya belum, tapi aku ingin menanyakannya pada seseorang terlebih dahulu," jawab Khalid lalu segera berjalan ke arah Qifty, membuat jantung wanita itu semakin berdetak cepat.


"Apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Khalid dengan suara pelan saat sudah berada tepat di hadapan Qifty.


"Kamu berbicara padaku?" Qifty menunjuk dirinya sendiri dan mendapat jawaban anggukan dari Khalid.


"A-apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Qifty sedikit gagap.


"Apa kamu sudah memiliki suami?"


"Belum."


"Apa kamu sudah memiliki calon suami?"


"Be-belum."


"Lalu, apa kamu ingin menjadi istriku?"


Degh


Bagai di alam mimpi, Qifty benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari pria di hadapannya. Di sati sisi ia merasa senang, tapi di sisi lain ia merasa hina dan tidak pantas bersama pria itu.

__ADS_1


"Qifty?" tanya Khalid karena tak mendapat respon dari wanita itu.


"Ma-maaf," ujar Qifty lalu segera pergi meninggalkan ruangan itu, membuat semua orang terkejut dan penasaran dengan apa yang terjadi.


Tak ingin kehilangan kesempatan, Khalid segera mengejar Qifty hingga keluar gedung yang kini sudah semakin gelap karena hari sudah malam.


"Ada apa, Qifty?" Khalid yang berlari dengan langkah lebarnya kini sudah berada tepat dihadapan Qifty membuat wanita itu terpaksa menghentikan langkahnya.


"Kamu salah orang jika ingin menikah," jawab Qifty dengan suara yang mulai bergetar.


"Memangnya ada apa? Aku yakin dengan pilihanku."


"Tapi aku tidak pantas menikah denganmu, aku ... aku bukanlah wanita yang baik, aku wanita licik yang hampir merusak rumah tangga Zulaikha dan Tareeq." Air mata Qifty kini luruh ke pipi setelah ia berusaha keras menahannya.


"Lalu kenapa? Tidak ada manusia yang sempurna, itu adalah masa lalu kamu dan semua orang juga memiliki masa lalu yang buruk, tapi aku salut sama kamu karena kamu berani mengakuinya dan meminta maaf pada mereka, dan aku tahu tentu itu tidaklah mudah untuk dilakukan."


"Apa? Jadi kamu ...."


"Iya, aku mendengar semua yang kamu katakan di rumah sakit waktu itu, dan sejak saat itu aku mulai memantapkan pilihanku padamu."


Qifty kini terdiam, kini ia benar-benar merasa lega setelah mendengar penjelasan Khalid yang ternyata telah mengetahui semuanya dan tetap mau menerimanya.


"Apa kamu mau menikah denganku?" ulang Khalid dan kini Qifty menganggukkan kepalanya pelan.


"Alhamdulillah," ucap Khalid begitu bahagia. "Terimalah bunga ini dan ayo kita kembali masuk agar tidak ada yang salah paham," ajak Khalid.


Mereka pun berjalan bersama kembali ke ruangan di mana acara masih berlangsung. Semua orang yang menunggu kedatangan Khalid seketika bersorak bahagia saat melihat Khalid datang bersama Qifty dengan bunga yang kini berpindah ke tangan wanita itu.


"Akhirnya temanku terbebas dari belenggu kejombloan," canda Tareeq melalui mikrofon sehingga semua orang yang mendengarnya langsung tertawa.


***


Beberapa minggu kemudian, Zulaikha tampak begitu repot menyiapkan barang-barang Fatih ke dalam tas, sambil menyiapkan kebutuhan sang anak, wanita itu juga sibuk mempersiapkan dirinya dengan pakaian pesta berwarna hitam serta cadar yang kini sudah ia kenakan.


Hari ini mereka akan menghadiri aqad pernikahan Khalid dan Qifty. Zulaikha benar-benar tidak menyangka Qifty pada akhirnya akan berubah menjadi lebih baik, dan akan menikah dengan Khalid, pria yang tidak lain adalah teman dari sang suami. Namun, itulah jodoh, tak ada yang mengetahui selain Allah.

__ADS_1


Sama halnya dengan dirinya yang tidak pernah menduga akan menikah dengan pria tampan berkewarganegaraan Qatar. Setelah dikhianati oleh kekasih, Allah langsung menggantinya dengan pria lain yang berkali-kali lipat lebih baik dari sang mantan kekasih.


"Sayang, apa sudah siap?" tanya Tareeq dengan setelan khas pria Timur Tengah, dengan gamis putih dan penutup kepala lengkap dengan pengikatnya.


"Sudah, By," jawab Zulaikha.


"Kalau begitu, ayo." Tareeq kini mengambil sang anak yang sejak tadi duduk menatap kesibukan sang ibu, lalu membawanya ke dalam gendongan dengan tangan kirinya. Tak lupa ia mengambil tas berisi perlengkapan bayi lalu menggantungnya di pundak sebelah kanannya.


"Ayo." Zulaikha langsung berjalan di samping Tareeq menuju ke luar sembari menggandeng tangan kanan suami dengan saling melempar senyum kebahagiaan satu sama lain.


Sebagaimana tasbih yang bermula dan berakhir di titik yang sama, cinta pun demikian, ia hadir hadir dan pergi karena Allah. Sebuah tasbih terdiri dari beberapa butir yang saling menguatkan satu sama lain dan mengingatkan pada Allah, cinta pun demikian. Cinta tak akan kuat jika hanya dipenuhi rasa bahagia, dibutuhkan rasa sedih, kecewa, marah, suka, dan duka yang diikat menjadi satu dalam ikatan tasbih Allah untuk membuatnya lebih kokoh.


Menyatukan cinta karena Allah di awal, menyelaraskan tujuan dengan bekerja sama saling menguatkan di jalan Allah, hingga ia berakhir pada titik yang sama yaitu Allah.


Bukan tasbih namanya jika hanya satu rasa, bukan tasih pula namanya tidak berakhir pada titik yang berbeda. Sebab cinta itu ada untuk mendekatkan yang jauh dan mendatangkan kebaikan dari setiap kesabaran, sebagaimana tasbih yang membawa kebaikan di setiap butirnya.


"Terima kasih sudah mau menerimaku dan mengobati setiap lukaku. Kamu adalah anugerah terindah yang Allah hadiahkan untukku. Menjadikanku yang jauh, kini menjadi dekat pada Sang Khaliq," ujar Zulaikha seraya menatap sang suami.


"Terima kasih juga sudah menumbuhkan cinta di dalam hati yang gersang ini, dan mengajarkanku akan arti cinta yang sesungguhnya," balas Tareeq.


Keduanya kembali tersenyum sambil mengunci tatapan satu sama lain.


"I love you," ucap keduanya lalu kembali melangkah.


-Tamat-


Assalamu 'alaikum kakak-kakak readers.


Akhirnya Tasbih Cinta Di Negeri Qatar tamat juga. Sebelumnya author ingin mengucapkan terima kasih karena telah mendukung novel ini dari awal hingga tamat. Apalah arti sebuah novel tanpa dukungan dari Kakak-kakak readers.


Oh iya, yang menunggu kisah Khaira, lanjutan dari Dermaga Cinta Aisyah, insya Allah author akan mulai rilis setelah lebaran. Jadi silahkan di follow akun author yah agar nantinya dapat notifikasi jika author sudah merilis.


Oh iya, author ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1444 H, mohon maaf lahir dan batin, semoga Allah melipatgandakan pahala kita semua, aamiiin.


Love you all

__ADS_1


Salam hangat dari Author


UQies


__ADS_2