
“Argh! Sial!”
“Kali ini ia mengunciku di dalam kamar!” gerutu Livy saat mendapati dirinya tidak dapat keluar dari kamarnya.
Livy pun langsung mengusap wajahnya kasar dan berbalik menuju ke tempat tidur. Kesal? Tentu saja ia merasa sangat kesal. Sejak masuk ke dalam kehidupan Marcho, ia merasa tidak pernah menghirup udara segar sedikit pun.
“Ck, lebih baik aku tidur dari pada stress memikirkan semua masalah yang terus saja datang silih berganti!”
Livy pun akhirnya memutuskan untuk tidur membayar waktu istirahatnya semalam yang terpakai untuk menjaga Marcho.
Sedangkan di sisi lain, Marcho kini yang keadaannya sudah lebih baik dari semalam terus saja mencari tahu tentang Randy, mantan kekasih Livy. Tak perlu menunggu waktu yang lama, Marcho pun menerima beberapa informasi terkait Randy.
Namun, betapa terkejutnya Marcho saat mengetahui nama belakang Randy kali ini.
“Randy Clift Alison!” Tangan Marcho langsung mengepal geram.
Ingatannya langsung tertuju pada delapan tahun yang lalu saat istrinya tengah mengandung Hizkiel dan pernikahannya sedang berada di ujung tanduk. Padahal saat itu pernikahan Marcho masih berusia satu tahun.
“Bagaimana bisa dia ada di sini!” Marcho menggebrak meja kerjanya dengan gusar.
Delapan tahun yang lalu,
Usia kehamilan Reggy, Mama kandung Hizkiel saat memasuki bulan ketiga membuatnya terus uring-uringan sepanjang hari. Profesinya yang sebagai model membuatnya memilih hidup dengan prinsip childfree.
Namun hal itu sama sekali tidak disetujui oleh Marcho karena Mom Merry sangat ingin memiliki seorang cucu dan pewaris di keluarganya. Akhirnya saat Reggy tengah mabuk, Marcho sengaja menanam benih dalam rahim istrinya demi mewujudkan keinginan Mom Merry.
Betapa kalut dan marahnya Reggy saat mengetahui jika dirinya kini tengah hamil karena sudah dua bulan ini ia tidak mengalami menstruasi.
“Bukankah sudah aku bilang jika aku sama sekali tidak ingin memiliki anak, Marcho!” amuk Reggy sambil memperlihatkan testpack di tangannya.
“Aku akan menggugurkan kandungan ini!” lanjut Reggy lagi.
__ADS_1
“Jangan sayang!”
“Aku mohon, jangan!” pinta Marcho dengan bersimpuh di kaki istrinya.
“Mom Merry sangat menginginkan seorang pewaris dariku!” lanjut Marcho lagi yang sudah berulang kali mengatakan hal ini kepada Reggy.
“Tapi aku seorang model! Aku tidak mungkin bisa bekerja dengan baik jika aku bunting seperti ini!” sarkas Reggy dengan kesal.
“Aku akan memberikan apa pun yang kamu minta, asal kau mau melahirkan anak itu untukku!” ucap Marcho membuat Reggy terdiam sesaat.
Tujuannya menikah dengan Marcho memang untuk menguasai harta kekayaan Mom Merry yang perusahaannya tersebar di London, mulai dari bisnis properti, restoran makanan siap saji, sampai bisnis kosmetik.
“Oke, aku ingin kau alihkan kepemilikan bisnis kosmetik Mom Merry menjadi milikku dan aku akan melahirkan anak ini untukmu!” balas Reggy dengan antusias karena selama ini itulah yang ia incar.
Mendengar permintaan istrinya kali ini membuat Marcho mulai tersadar jika ia sudah salah dalam memilih pasangan hidup. Akhirnya Marcho memanggil pengacara untuk mengurus masalah ini dan mengalih statuskan kepemilikan bisnis kosmetik milik Mom Merry kepada Reggy.
Selama kehamilan, Reggy terus saja bersikap sesuka hatinya. Berbelanja tanpa mengenal batas, pergi tanpa mengenal waktu, dan ia mulai mengacuhkan Marcho sebagai suaminya.
Sampai suatu hari Marcho mencium perselingkuhan istrinya dengan seorang pria. Marcho yang sudah tidak peduli lagi dengan istrinya hanya mengingat nama selingkuhan Reggy tanpa ingin menemui pria itu meski hanya sekali.
“Ada apa dengannya? Dia adalah pria yang jauh lebih baik darimu, Marcho!” tutur Reggy saat Marcho menyebutkan nama selingkuhan Reggy secara terang-terangan saat mereka berdua di dalam kamar.
“Jadi benar kalau kau sudah menjalin hubungan dengan pria lain di belakangku?” tanya Marcho dengan geram.
Dirinya yang sudah diliputi dengan amarah, kini tidak bisa melampiaskan begitu saja dengan Reggy mengingat istrinya kini tengah hamil tua.
“Yap!” jawab Reggy dengan mantap.
“Setelah aku melahirkan anak ini dan mengambil alih bisnis kosmetik Mom Merry sebagai hak yang aku dapatkan, aku akan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan dan hidup dengan kekasihku yang bisa memenuhi segala keinginanku!” lanjut Reggy membuat Marcho semakin naik pitam.
“Kau memang wanita licik Reggy!” umpat Marcho sambil menarik kerah blouse istrinya dengan kuat.
Reggy yang sedikit merasa kesulitan bernafas pun mulai terbatuk-batuk dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Marcho. Akhirnya Reggy memberanikan dirinya meludahi wajah suaminya dan Marcho pun langsung melepaskan kerah blouse Reggy dengan kasar.
__ADS_1
“Dasar kurang ajar!” Marcho mulai melayangkan tangannya hendak menampar pipi Reggy. Untung saja Mom Merry datang dan mengetuk pintu kamar Marcho.
Akhirnya Marcho pun mengurungkan niatnya dan segera membukakan pintu untuk Mommynya.
“Apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian?” tanya Mom Merry gusar yang tanpa sengaja sempat mendengarkan teriakan antara Marcho dan juga Reggy dari balkon kamarnya.
“Tanyakan saja padanya!” Balas Marcho sambil menunjuk ke arah Reggy sambil keluar dari kamarnya.
Sayangnya Reggy sama sekali tidak menceritakan apa pun pada Mom Merry.
Dan benar saja, dua minggu setelah melahirkan Hizkiel, Reggy langsung melayangkan gugatan cerainya pada Marcho dan meninggalkan Mansion utama Marcho tanpa memikirkan sedikit pun bagaimana dengan keadaan bayinya.
Bahkan sampai sekarang Marcho sama sekali tidak berkomunikasi dengan mantan istrinya.
“Aku sama sekali tidak peduli dengan bayiku, Marcho.”
“Setelah ini aku akan pergi jauh meninggalkan kalian semuanya dan bersiap untuk menata hidup baruku!” ucap Reggy sambil mengemasi semua barang-barangnya.
“Terserah Reggy! Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan karena aku juga tidak akan peduli denganmu!”
“Dan ingat! Jangan pernah ikut campur dalam masalah yang ada dalam keluargaku. Pergilah sejauh mungkin bahkan sampai kita semua tidak bisa lagi untuk bertemu atau sekedar melihatmu!” balas Marcho sambil menggendong Baby Hizkiel yang sama sekali tidak disusui oleh ibu kandungnya sendiri.
“Kenapa bisa nama itu muncul dalam kehidupan damaiku kali ini?” tanya Marcho bermonolog dalam hati sambil memijat kepalanya yang terasa sakit mengingat kejadian delapan tahun yang lalu yang terjadi pada keluarganya.
Marcho pun mulai membaca identitas diri Randy yang ternyata usianya juga tidak jauh dengannya. Bahkan Randy terlihat lebih muda dari usianya yang kini sama dengan usia Marcho saat ini.
Randy yang tertulis kelahiran London membuat Marcho semakin yakin jika pria ini adalah pria yang sama, yang telah menjalin hubungan dengan mantan istrinya.
Berbagai pertanyaan kini mulai memenuhi kepala Marcho, terlebih saat melihat status lajang pada identitas diri Randy.
“Bahkan di sini statusnya lajang. Bagaimana mungkin dia masih lajang? Bukankah setelah bercerai denganku, Reggy langsung menikahi selingkuhannya?”
“Ini benar-benar misteri yang harus segera dipecahkan! Aku harus tahu sejak kapan Livy menjalin hubungan dengan Randy!”
__ADS_1
Marcho pun keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke kamarnya sendiri untuk segera mengorek informasi dari Livy.