
Kini tubuh Livy langsung ia rebahkan di atas tempat tidur dan Marcho langsung mengungkungnya. Tubuh Livy seketika terkunci oleh tubuh Marcho yang kini berada di atasnya.
‘Aduh, apa ini akan jadi sejarah buruk hilangnya keperawanan yang aku jaga selama ini?’
‘Emm, suamiku memang sangat tampan. Tidak masalah jika aku mengandung benihnya karena bisa dipastikan anakku juga akan tampan seperti Hizkiel atau cantik mengikuti gen daddynya.’
‘Tidak tidak! Ya Ampun, apa yang sedang kau fikirkan Livy? Bagaimana bisa Tuan itu menjadi suamimu yang sesungguhnya? Jangan bermimpi terlalu tinggi!’
‘Mana mungkin kau mengandung benih dari suami sementaramu itu!’
“Jangan gila, suamiku! Aku mohon jangan gila!” pinta Livy yang sudah tidak karuan dengan perasaan yang berkecamuk di dalam hati.
Marcho tersenyum smirk dan kemudian meninggalkan Livy begitu saja di atas tempat tidur.
“Segeralah ke pantry dan buatkan sup untukku, Livy!” titah Marcho sambil menuju ke kamar mandi.
Dia benar-benar sudah tidak sanggup menahannya lagi dan harus segera menuntaskan h4sr4tnya sendiri di dalam kamar mandi.
Kepergian Marcho kali ini membuat Livy bernafas lega. “Huuuh, aku pikir Tuan Marcho sungguh-sungguh akan berbuat gila terhadapku, ternyata aku saja yang sudah berfikiran yang tidak-tidak!”
Livy langsung bangun dan merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan. Kemudian ia langsung menuju ke pantry untuk membuatkan sup untuk Marcho.
Saat hendak menuju ke pantry, ia melewati Mom Merry yang sedang duduk dan mengobrol bersama dengan Hizkiel di depan televisi.
“Livy, apa yang sudah terjadi dengan suamimu?” tanya Mom Merry sambil mengikuti langkah Livy menuju ke pantry.
__ADS_1
“Emm, berkelahi dengan rekan bisnisnya Mom!” jawab Livy yang tak tahu lagi harus menjawab apa.
“Rekan bisnis?” Mom Merry tampak tidak percaya dengan jawaban Livy kali ini.
“Selama ini Marcho tidak pernah berkelahi dengan rekan bisnisnya, kecuali dengan orang yang sudah mengusik hidupnya atau orang yang dicintainya!” tutur Mom Merry membuat Livy terhenyak.
‘What?! Tuan Marcho tidak pernah berkelahi dengan rekan bisnisnya? Lalu mengapa ia menyerang Randy sampai membabi buta seperti?’
‘Tidak mungkin bukan jika ini mereka bertengkar karena aku?’ gumam Livy dalam hati.
“Siapa nama rekan bisnis Marcho yang tadi berkelahi dengannya?” tanya Mom Merry membuyarkan lamunan Livy.
“Randy, Mom!” jawab Livy singkat.
“Randy Clift Allison?” tanya Mom Merry membuat Livy sangat terkejut.
Mom Merry pun akhirnya menghela nafasnya panjang dan bercerita dengan Livy.
“Randy Clift Allison adalah nama yang begitu dibenci dalam keluarga Mommy, terutama Marcho. Dia adalah pria yang sudah merebut istri Marcho, mommy Hizkiel terhitung sejak Hizkiel terlahir di dunia.”
“Reggy, mommy Hizkiel itu lebih memilih Randy yang bisa melejitkan karirnya sebagai model dari pada putraku sendiri.”
Nafas Livy seketika terasa begitu sesak mendengar cerita Mom Merry. Namun, ia berusaha untuk biasa saja agar bisa mendengarkan kelanjutan cerita dari Mom Merry.
“Sejak saat itu, putraku terus menutup dirinya untuk mencintai seorang wanita dan fokus mengurus Hizkiel. Bahkan Marcho tidak menghadiri pernikahan mantan istrinya bersama Randy, sampai ia tidak pernah tahu seperti apa wajah Randy.”
“Dan baru kali ini ia bertemu dengan Randy dan bisa meluapkan segala amarahnya yang terpendam sejak 7 tahun yang lalu!” ungkap Mom Merry.
__ADS_1
Kini mata Livy mulai berkaca-kaca mendengar cerita dari Mom Merry barusan. Ia menggigit bibir bawahnya sendiri sekuat tenaga agar air matanya tidak jatuh membasahi pipinya.
“Mom akan menemui suamimu dulu yaa!” lanjut Mom Merry sambil menepuk bahu Livy.
“Iya Mom!” jawab Livy memaksakan senyumnya.
Setelah Mom Merry keluar dari pantry, Livy tidak sanggup menahan deraian air matanya yang sudah ingin keluar sedari tadi. Rasa sesak kini menyelimuti dadanya setelah mengetahui informasi yang begitu mengejutkan dari Mom Merry.
‘Aku fikir Tuan Marcho menghakimi Randy karena ingin membalaskan rasa sakit hatiku melihatnya bersama dengan perempuan lain.’
‘Aku fikir Tuan Marcho merasa cemburu saat aku mengatakan masih sangat mencintai Randy. Oleh karena itu ia menghabisinya sampai babak belur.’
‘Ternyata Tuan Marcho hanya membalaskan amarahnya yang terpendam selama 7 tahun ini karena Randy telah merebut istrinya!’
Livy mulai terisak sambil mengupas wortel dan kentang.
‘Oh My God, Livy! Apa yang sedang kau tangisi?’
‘Harusnya kau menangisi tentang kenyataan jika selama ini kau dibohongi oleh Randy yang telah menjalin hubungan denganmu selama 6 bulan dengan pengakuan statusnya yang masih single!’
‘Bukan malah menangis karena kecewa setelah mengetahui jika Marcho menghabisi Randy hanya karena melampiaskan amarahnya yang terpendam 7 tahun yang lalu!’
‘Come on, Livy! Kau harus sadar, Marcho tidak akan pernah menganggapmu sebagai istri sungguhan!’
Livy mulai mengatur nafasnya dan menghapus air matanya yang sudah membasahi pipinya. Tidak hanya itu, Livy juga cepat-cepat menghapus angan-angannya tentang Marcho, lelaki yang berstatus sebagai suami di atas kertas yang mulai mengobrak abrik perasaannya.
💕💕💕
__ADS_1