Tawanan Duda Tampan

Tawanan Duda Tampan
In Presidential Suite Room


__ADS_3


Sesampainya di kamar yang dipesan, Marcho yang sudah tidak sabar langsung mengangkat tubuh Livy ala bridal style dan mereb4hkannya di atas tempat tidur. Tanpa ba bi bu lagi, Marcho langsung men9ungkun9 tubuh Livy di bawahnya.


“Aku akan melakukannya dengan perlahan, sayang!” bisik Marcho sambil mengabsen wajah Livy dengan jari telunjuknya.


Mulai dari kening Livy, turun ke pipi, dan kini terhenti tepat di bibir Livy yang sudah membuatnya begitu kec4nduan.


Livy sendiri memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya menahan su4r4nya yang hampir saja mengeluarkan d354h4n, padahal Marcho belum memulai aksinya sedikit pun.


“Jangan digigit bibirnya! Nanti biarkan aku yang menggigit mesra bibirmu ini!” bisik Marcho yang kini mengusap bibir Livy dengan ibu jarinya.


Nafas Livy semakin menderu saat Marcho mulai melep4skan kancing blouse Livy yang pertama.


Bahkan sentuhan tangan Marcho yang menyentuh lehernya membuat getaran yang luar biasa untuk Livy seperti tersengat listrik.


“Gugup?” tanya Marcho yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Livy.


“Jangan gugup, sayang.” Kini Marcho sudah membuka kancing ketiga dan dua b0ngkah4n menggiurkan milik Livy mulai terpampang di hadapan Marcho.


Marcho menelan ludahnya kasar. Ia tidak menduga jika di sebalik blouse yang Livy kenakan terdapat keindahan yang terlihat sangat menggoda meski masih tertutup dalam cup yang berwarna navy dan tentunya membuat kulit putih Livy semakin terlihat terang di mata Marcho.


Sedangkan Livy kini mulai memberanikan tangannya untuk terulur membuka kemeja yang dikenakan oleh suaminya. Marcho tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.


Bibirnya langsung mendarat di bibir istrinya dan mem4gutnya dengan sangat lembut tapi menuntut. Livy pun semakin berani melingkarkan tangannya di leher Marcho dan memberi kode agar Marcho semakin memperd4l4m cium4nnya.


Setelah mengabsen bibir Livy, kini Marcho turun ke leher Livy dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana. Livy yang baru kali ini mendapatkan perlakuan baru dari Marcho di lehernya, membuatnya sedikit men99elinjan9 dan bibirnya mulai mengeluarkan d3s4h4n yang membuat Marcho semakin li4r menikmati setiap inchi tubuh istrinya.


“Emmmh, sa-yaaang!” d354h Livy sambil mengusap dada atletis Marcho.


Sedangkan tangan Marcho kini juga sudah berani n4k4l untuk menyentuh titik s3nsitif yang ada di dada istrinya. Jari telunjuknya sengaja ia selipkan di antara dua b0ngk4h4n milik Livy yang tampak sangat menantang.

__ADS_1


“Apa aku boleh mencicipinya?” tanya Marcho membuat Livy semakin tidak karuan.


Lagi-lagi Livy hanya menganggukkan kepalanya menjawab permintaan Marcho. Setelah mendapat persetujuan dari Livy, Marcho pun langsung membuka peng4it cup dan kedua b0ngk4h4n milik Livy langsung m3ny3mbul bebas dari penutupnya.


Tampak ujungnya berwarna pink yang berarti miliknya belum terj4m4h sama sekali oleh pria mana pun. Marcho mulai mendekatkan bibirnya ke ujung milik Livy yang berwarna pink dan mulai mem4inkan dengan lid4hny4.


Baru sekali gerakan dari lid4h Marcho, milik Livy langsung m3ncu4t sempurna membuat Marcho tampak gemas dan langsung mel4h4pnya seperti bayi yang tengah m3nyu5u.


Livy sendiri yang sedari tadi seperti terbang melayang dibuat Marcho pun men3k4n kepala Marcho untuk melakukan yang lebih dari ini. Benar saja, Marcho semakin kuat m3ny3d0t milik Livy dan membuat istrinya benar-benar mabuk kepayang.


Marcho yang semakin tidak tahan pun langsung membuka cel4n4nya dan mengelu4rk4n 4lat tempur miliknya. Livy langsung menelan ludahnya kasar saat melihat senjata milik Marcho ternyata jauh lebih wow dari bayangannya yang sebelumnya.


“A-apa itu muat?” tanya Livy dengan wajah polosnya yang shock dengan ukuran milik Marcho.


“Tentu saja muat, sayang.”


Marcho kembali mencium bibir istrinya dan memainkan ujung d4d4nya dengan jemari tangannya. Tidak hanya itu, Marcho juga mulai mendekatkan miliknya ke gawang Livy dan menyeru4k masuk ke dalamnya secara perlahan.


Marcho tidak langsung menggempur istrinya meski miliknya kini sedang merasakan surga dunia yang sesungguhnya. Ia justru tengah menikmati ujung d4d4 istrinya yang tampak begitu menggiurkan baginya.


Livy yang semakin melayan9 pun tanpa sadar mulai mengger4kkan pin99ulnya dan membuat milik Marcho semakin ter454 nikm4t terj3pit oleh milik Livy. Gerakan Livy kali ini membuat Marcho tidak bisa lagi menahan h4sr4tnya yang sudah begitu membunc4h.


Ia pun menggempur milik istrinya dengan ritm3 dan t3mpo yang sedikit cepat hingga keduanya sampai di ujung permainan p4n4s mereka. Marcho langsung meny3mburkan benih dalam rahim Livy siang ini dan membuat Livy menjadi miliknya seutuhnya.


“Aku sangat mencintaimu, istriku sayang!” ucap Marcho yang kini sudah merebahkan +ubuhnya di samping Livy.


“Terima kasih sudah menjadikan aku pria yang pertama kalinya untukmu!” lanjut Marcho yang tampak sangat bahagia saat melihat berc4k darah bekas percint44n mereka di sprei.


“Aku juga sangat mencintaimu, suamiku sayang. Aku mohon, jangan tinggalkan aku!” pinta Livy sambil memeluk suaminya dengan erat.


“Aku tidak akan meninggalkanmu, sayang. Aku berjanji akan menjadikanmu satu-satunya ratu di dalam hidupku!” balas Marcho sambil mengusap kepala Livy.

__ADS_1


Satu rond3 yang cukup panjang siang ini membuat keduanya sama-sama terlelap kelelahan di dalam selimut. Keduanya tenggelam dalam mimpi mereka sambil memeluk satu sama lain.


💕💕💕


Sore harinya, ponsel Marcho berdering sangat kencang dan membuat keduanya terbangun dalam tidur mereka. Dengan malas Marcho mengangkat panggilan dari Fredy yang kini tengah menghubunginya.


“Tuan Marcho, persiapan untuk kencan anda dengan Nona Livy sudah siap!” lapor Fredy di ujung panggilan.


“Oh My God!” Marcho menepuk keningnya sendiri. “Bagaimana aku bisa terlupa dengan hal ini! Baiklah, aku akan kesana bersama Livy tepat jam 8 malam!” jawab Marcho sambil mengakhiri panggilannya.


“Apa ada acara untuk nanti malam?” tanya Livy sambil merebahkan kepalanya di d4d4 Marcho dengan manja.


“Ada, dan aku hampir melupakan acara itu karena sudah teramat bahagia mendapatkan cinta dari istriku yang cantik ini!”


“Memang sebahagia apa sih Tuan Marcho yang garang ini mendapatkan cinta dari tawanannya sendiri?” tanya Livy dengan nada menyindir.


“Aku tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata lagi istriku sayang!”


“Yang jelas siang ini, aku adalah pria yang paling bahagia di dunia ini!”


Marcho memeluk tubuh istrinya dan mengecup kepala Livy berkali-kali. Ingin rasanya ia mengulang permainannya yang tadi, namun ia harus mempersiapkan kencannya bersama Livy yang sudah dirancang seromantis mungkin malam ini.


“Kita mandi bareng yuk, sayang!” ajak Marcho dengan nada memohon. “Aku masih sangat ingin ber-cum-bu denganmu sebelum pergi malam ini!”


Tanpa menunggu persetujuan dari Livy, Marcho langsung menggendong tubuh istrinya ala bridal style menuju ke kamar mandi. Permainan kedua mereka pun tersalurkan di dalam bathtub dengan sensasi yang sangat berbeda tentunya.


Sampai keduanya menyudahi mandi panjang mereka tepat saat jam menunjukkan pukul 5 sore.


💕💕💕


__ADS_1


__ADS_2