
Livy terus saja menyunggingkan senyumannya selepas turun dari mobil Marcho. Ia sama sekali tidak menduga jika ia baru saja menjatuhkan harga dirinya di depan duda tampan yang kini menjadi suaminya.
“Huft, pasti aku sudah gila kali ini! Bisa bisanya aku mencium nya terlebih dahulu. Untung saja hanya di pipinya,” gumam Livy sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam Grand Mall.
Namun langkahnya seketika terhenti saat Randy menghadangnya tepat di depan pintu Mall.
“Livy, ada yang ingin aku bicarakan denganmu!"
“Maaf, Randy! Aku tidak bisa mencampur adukkan masalah pekerjaan dengan hal pribadi.”
Livy menolak permintaan Randy dan berusaha menghindar darinya. Sayangnya Randy tidak memberikan ruang untuk Livy bisa melarikan diri darinya.
“Masih ada waktu 10 menit untuk kita bicara Livy. Aku datang kemari memang sengaja ingin bertemu denganmu. Ten minutes, no more!” pinta Randy.
“Bicaralah! Waktuku tidak banyak!” balas Livy.
Randy langsung mengamit tangan Livy dan menggandengnya menuju ke salah satu cafe. Namun, Livy cepat-cepat menepis tangan Randy dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana sambil menekan satu tombol dalam ponselnya.
“Tidak perlu seperti ini, Randy! Aku sudah bukan kekasihmu lagi seperti yang dulu. Aku sudah bersuami.”
Livy menegaskan statusnya di depan Randy. “Bicarakan saja di sini! Tak perlu mengulur waktu!”
Randy menghela nafasnya panjang, “Baiklah. Aku hanya ingin mengatakan bahwa perempuan yang kemarin bukanlah siapa-siapa, Livy. Dia hanya wanita yang sedang butuh uang dan kemudian merayuku untuk mendapatkan apa yang ia butuhkan. Aku sudah menolaknya, namun dia terus saja mendesakku.”
“Oooh!” balas Livy singkat.
“Aku juga ingin menekankan padamu, jika kita berdua masih menjadi sepasang kekasih karena aku belum memutuskan hubunganku denganmu."
"Bahkan aku juga tahu jika kau hanya terikat pernikahan kontrak dengan Marcho! Aku datang karena aku ingin melepaskanmu dari belenggu pernikahanmu dengan Marcho! Aku siap membayar berapa pun yang Marcho inginkan asalkan dia melepaskanmu, Livy!” tutur Randy.
“Bahkan aku siap membawamu lari jika Marcho sama sekali tidak melepaskanmu dari ikatan kontrak gilanya!”
__ADS_1
Livy terdiam sesaat sambil menimbang tawaran yang diutarakan Marcho barusan. Sebelumnya memang Livy pernah berfikiran untuk meminta bantuan Randy untuk melepaskan dirinya dari tawanan Marcho.
Namun setelah kemarin ia mendapati Randy jalan bersama wanita lain dan mendengarkan cerita dari Mom Merry jika Randy adalah pria yang merebut istri Marcho membuat Livy ilfeel dengan pria yang masih mempertahankan statusnya sebagai kekasihnya.
Tetapi di sisi lain, Livy juga penasaran. Siapa yang telah memberitahukan pernikahan kontraknya terhadap Randy?
“Emm, aku butuh tanggapan darimu, Livy!” ucap Randy membuyarkan lamunan Livy. “Kau masih mencintaiku bukan? Aku paham betul dengan keadaanmu Livy. Kau pasti sangat tersiksa hidup dengan duda karatan seperti Marcho itu!”
Livy melihat ke arah jam tangannya. Tiga menit lagi jam kerjanya sudah dimulai.
“Aku ingin membicarakan hal ini, Randy. Sayangnya tiga menit lagi aku harus sudah mulai bekerja!” balas Livy dengan suara yang tidak seketus saat bertemu dengan Randy tadi.
Randy tersenyum tipis mendengar ucapan Livy barusan. Seperti dugaan sebelumnya, Livy pasti akan cepat memaafkannya dan menerima tawarannya kali ini.
“Kita bicarakan baik-baik terlebih dahulu masalah ini di cafe, Livy. Bukankah saat ini kau sedang bekerja bersamaku?” balas Randy sambil mengajak Livy menuju ke Cafe yang tadi hendak ia tuju. Livy pun akhirnya mengikuti langkah Randy menuju ke cafe.
“Aku penasaran, siapa gerangan yang telah memberitahukan berita tentang pernikahan kontrakku dengan Tuan Marcho?” tanya Livy sambil menyesap coklat hangatnya yang ia pesan.
“Maaf untuk hal ini aku tidak bisa memberitahukannya padamu, Livy!” balas Randy. “Aku sudah berjanji padanya untuk menyimpan berita ini rapat-rapat.”
Livy menghela nafasnya panjang setelah mendengar jawaban dari Randy. Ia pun langsung memasang wajah kecewa di depan mantan kekasihnya itu yang tidak mau memberitahukan siapa dalang di balik masalah ini.
Tapi bukan Livy namanya jika ia langsung putus asa begitu saja. Ia terus mencari cara untuk mendesak Randy agar mengatakan siapa yang sudah membocorkan tentang pernikahannya dengan Marcho.
“Aku pikir kau benar-benar masih mencintai aku dan menganggapku sebagai kekasih. Tapi ternyata aku sudah salah paham.”
“Kau sudah tidak mencintaiku lagi, Randy. Sudahlah, tidak perlu kita l;anjutkan lagi hubungan ini!” tutur Livy.
“Untuk apa dipertahankan jika di antara kita masih ada rahasia seperti ini?” Livy langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas untuk meninggalkan Randy.
Namun dengan sigap Randy langsung menarik tangan Livy dan menahannya untuk tetap duduk. “ Tunggu Livy! Aku mohon jangan pergi!”
“Aku akan memberitahumu siapa yang sudah membocorkan rahasia itu!” ucap Randy membuat Livy bersorak penuh kemenangan di dalam hati.
__ADS_1
“Tidak perlu melakukan sesuatu hal dengan terpaksa Randy. Jangan khawatirkan dengan kehidupanku sekarang. Aku akan berjuang di atas kedua kakiku sendiri!” ucap Livy jual mahal.
“Aku tidak terpaksa Livy. Selama ini aku mengorek informasi tentangmu lewat Fredy, asisten Marcho. Dia sedang membutuhkan banyak uang.”
“Jadi aku melakukan simbiosis mutualisme dengannya. Aku sudah membayarnya dengan nominal yang besar untuk mengorek informasi tentang kalian berdua yang menikah secara tiba-tiba!” jelas Randy membuat Livy terkejut bukan main.
💕💕💕
Sedangkan di sisi lain, kini Marcho sedang membicarakan rencananya untuk persiapan nanti malam dengan Fredy di kantornya. Marcho meminta Fredy untuk menyiapkan suasana seromantis mungkin.
“Anda yakin sudah benar-benar jatuh cinta dengan istri anda, Tuan?” tanya Fredy penuh selidik.
“Yap, tepat sekali. Bahkan aku begitu takut untuk kehilangannya. Bagiku, Livy benar-benar wanita yang tepat untuk aku jadikan istri yang sesungguhnya!” jawab Marcho dengan mantap.
Deg!
Kali ini Fredy sangat terkejut saat mendengar pengakuan dari atasannya itu. Awalnya dia pikir Marcho tidak sungguh-sungguh menjadikan Livy sebagai istrinya. Terlebih Marcho memiliki trauma mendalam untuk jatuh cinta.
Maka dari itu Fredy sedikit berani menguak tentang rahasia pernikahan kontrak Marcho kepada Randy demi mendapatkan uang. Karena ia beranggapan jika cepat atau lambat, Marcho pasti menceraikan istri kontraknya itu.
“Lalu bagaimana dengan perjanjian kontrak yang sudah ditanda tangani, Tuan?” tanya Fredy dengan hati-hati.
“Apa kamu lupa dengan isi perjanjian tersebut?” Marcho balik bertanya kepada Fredy. “Aku berhak mengubah isi perjanjian tersebut kapan pun aku mau. Kuasa perjanjian itu penuh atas diriku, Fredy. Jadi untuk apa merisaukan hal ini!”
“Jadi aku minta tolong padamu untuk mempersiapkan kencan nanti malam dengan suasana yang romantis!” titah Marcho.
“Baik Tuan, akan segera saya persiapkan!” jawab Fredy yang langsung undur diri dari ruangan Marcho.
‘Gawat! Aku harus memberitahukan hal ini dengan Tuan Randy!’ gumam Fredy dalam hati sambil mencari nomor ponsel Randy dan mengirimkan pesan kepadanya.
✉️ Fredy
Tuan Randy, ada berita terbaru yang sangat mencengangkan bagi anda.
__ADS_1
💕💕💕