
Keesokan harinya, Livy bangun seperti biasanya dan bersiap untuk membersihkan dirinya. Namun, saat ia sedang meregangkan otot-otot tubuhnya, tampak Marcho sedang bersandar di headbord dengan kantung mata yang menghitam.
“Sayang...” panggil Livy. “Sayang gak tidur?” tanya Livy.
Marcho pun langsung menggelengkan kepalanya sambil memandang Livy dengan tatapan sendu.
“Kenapa?” Livy turun dari tempat tidur dan mendekat ke arah suaminya. Diusapnya pipi suaminya dengan lembut dan Marcho pun langsung menyandarkan kepalanya di bahu Livy.
“Aku butuh kamu! Aku seketika insomnia berat kalo tidur gak dipeluk sama kamu!” jawab Marcho manja membuat Livy tersenyum sambil mengusap kepala suaminya dengan lembut.
Ia pun melihat jam dinding di kamar Hizkiel yang masih menunjukkan jam 4 pagi.
“Yaudah, mau dipeluk sekarang?” tawar Livy yang masih ada waktu sebelum menyiapkan sarapan untuk Hizkiel.
Marcho pun langsung menganggukkan kepalanya dan mengajak istrinya kembali ke kamar.
“Suamiku ini makin lama makin manja banget sih!” gumam Livy yang tengah memeluk suaminya sambil mengusap punggungnya dengan lembut.
“Aku beneran susah tidur kalo gak dimanjain sama istriku. Padahal hari ini ada meeting penting jam 8 pagi.”
“Terus, mau lanjutin yang tertunda tadi malem gak? Pintunya sudah aku kunci loh.”
“Aku gak akan nolak sayang!” jawab Marcho dengan matanya yang berbinar.
Livy pun langsung mendaratkan bibirnya di bibir suaminya dan melum4tnya dengan lembut. Tidak hanya itu, posisi Livy kini sudah berada di atas tubuh Marcho sambil membuka kancing piyama Marcho satu per satu.
Rasa pusing di kepala Marcho yang sedari malam begitu terasa akibat insomnia yang tengah menderanya pun kini berangsur hilang. Terlebih saat Livy mulai membuka kancing piyama sendiri satu per satu dan tampak begitu m3n99airahkan di mata Marcho.
“Istriku semakin hari semakin cantik dan ...” Marcho sengaja menggantung kalimatnya sambil menunggu Livy melepaskan cup miliknya.
Kini cupnya sudah tidak menutupi dada istrinya yang semakin hari semakin menantang di mata Marcho.
“Dan apa sayang?” tanya Livy sambil menggeraikan rambut panjangnya dan mengarahkannya ke samping kiri.
“Dan sangat 53k5i!” jawab Marcho sambil mulai memainkan ujung titik sensitif Livy dengan jarinya.
Kali ini Marchoo sudah mulai nakal. Ia menj3pit ujung n!ppl3 milik istrinya dengan kedua jarinya sambil menariknya perlahan-lahan sampai Livy bagai tersetrum dibuatnya.
__ADS_1
Permainan Marcho kali ini membuat Livy semakin berani melepaskan boxer milik suaminya dan membalas kenakalan Marcho. Ia mulai memainkan senjata Marcho yang sudah tegak berdiri dengan tangannya.
Tidak hanya itu, Livy pun mulai mengarahkan milik suaminya untuk masuk ke dalam tempat perjumpaan mereka dan
“Ooooh, it’s soo.. emmmh!” suara d354h4n Marcho mulai memenuhi kamar saat miliknya terasa begitu terjepit sempurna dengan milik Livy.
Marcho yang tadinya masih bermain main dengan jemarinya, kini langsung melahap milik Livy dan langsung m3nyuzu seperti bay! yang sedang kehausan.
Hal ini tentunya membuat pertempuran mereka di atas tempat tidur begitu membara. Service Livy kali ini benar-benar membuat Marcho mabuk kepayang.
Setelah pelepasan pertamanya, Marcho pun langsung berselimut dan bisa memejamkan matanya. Sedangkan Livy memilih untuk membersihkan tubuhnya dan membuat sarapan.
🍄🍄🍄
“Marcho sudah bangun?” tanya Mom Merry yang baru keluar dari kamarnya.
“Baru tidur, Mom! Semalam Bang Marcho sama sekali tidak bisa memejamkan matanya!” jawab Livy sambil membuatkan nasi goreng udang kesukaan Hizkiel.
“Ooooh, dia benar-benar tidak bisa kehilanganmu ya ternyata. Oh iya, hari ini biar Mommy saja yang mengantar jemput Hizkiel ke sekolah. Kebetulan Mommy juga ada janji dengan teman kuliah Mommy di cafe dekat sekolah Hizkiel!”
“Tidak masalah kan jika Terra akan Mommy minta untuk mengantar hari ini?” tanya Mom Merry.
“Okey sayang!”
Tak lama kemudian, Hizkiel pun bergabung di meja makan dengan seragam yang sudah ia kenakan. “Where is Daddy?” tanya Hizkiel sambil mulai menyendokkan nasi ke dalam mulutnya.
“Daddy baru saja tidur di kamarnya, sayang. Semalam suntuk dia mengalami insomnia berat sambil melukis lingkaran berwarna hitam di kantung matanya!”
Hizkiel pun menghentikan makannya dan memandang ke arah Livy yang kini tengah duduk di sampingnya.
“Maafkan Hizkiel Mommy, seharusnya Hizkiel tidak menghukum daddy sekeras ini!”
“Mommy akan memaafkanmu sayang.”
“Kalau begitu, mulai malam ini Mommy boleh kembali ke kamar dan tidur dengan Daddy. Aku tidak tega mendengar Daddy begitu tersiksa karena aku!”
“Terima kasih Hizkiel sayang. Selepas membacakan cerita untukmu, Mommy akan kembali ke kamar nanti malam.”
Hizkiel pun kembali melanjutkan sarapannya dan setelah itu bergegas untuk bersiap berangkat ke sekolah. Sedangkan Livy kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba ponselnya berdering dan tampak nomor Mom Widya kini tengah menghubunginya.
"Mama?" gumam Livy sambil menggeser layar ponselnya dan menjawab panggilan mamanya.
"Halo maaa. Apa kabar?" tanya Livy saat panggilannya sudah terhubung.
"Livy sayang, pulanglah segera. Keadaan Mama Widya sangat mengkhawatirkan!" pinta Julio yang kini tengah menggunakan ponsel istrinya.
Sayangnya kabar dari Julio barusan tidak membuat Livy percaya begitu saja.
"Memangnya mama kenapa?" tanya Livy dengan santai.
"Terkena gejala stroke!"
Jawaban terakhir dari Julio membuat Livy langsung lemas tak berdaya. Ia langsung terjatuh begitu saja dan panggilannya seketika terputus.
Marcho yang baru saja membuka matanya pun langsung berlari mendekati istrinya yang terlihat begitu sedih.
"Ada apa sayang?" tanya Marcho dengan suara khas bangun tidurnya.
"Mama..." mata Livy mulai berkaca-kaca.
"Ada apa dengan Mama Widya?" tanya Marcho lagi.
"Mama terkena gejala stroke!" tangis Livy pecah seketika membuat hati Marcho teriris tidak tega.
Ia pun langsung memeluk istrinya dan berusaha meredakan isakan tangisan Livy.
"Jangan menangis sayang! Selepas meeting kita langsung terbang pulang ke kotamu. Bagaimana?" tawar Marcho.
Sayangnya Livy tidak langsung menganggukkan kepalanya. Ia justru tampak begitu takut untuk kembali ke Mansion Utama meski hanya untuk melihat keadaan Mamanya.
"Sayaaang..." panggil Marcho membuyarkan lamunan Livy.
"Aku... Aku takut ini jebakan Julio!" jawab Livy membuat Marcho langsung mengernyitkan dahinya.
"Memangnya apa yang sudah terjadi denganmu, sayang sampai kau berbicara seperti ini?"
"Kenapa kau tampak begitu ketakutan bertemu dengan Julio, padahal kau pulang untuk melihat keadaan Mama Widya?" tanya Marcho yang dipenuhi rasa penasaran karena sebelumnya memang tidak pernah tahu apa-apa tentang keluarga Livy.
__ADS_1
Namun ketakutan Livy kali ini tentunya membuat Marcho yakin jika masalah di keluarga istrinya begitu pelik.