
βIntinya daddy gak terima dengan keputusan Hizkiel. TITIK!β
Dengan gaya merajuk, Marcho berdiri dan hendak meninggalkan meja makan dengan harapan Hizkiel mengalah dengannya lalu membujuknya agar tidak merajuk lagi.
Namun kenyataannya justru sebaliknya, Hizkiel justru membuatnya sangat kesal karena ia sama sekali tidak mengejarnya atau bahkan merayu nya.
"Hizkiel, Daddy merajuk!" bisik Livy yang tentunya masih terdengar jelas di telinga Marcho.
"Don't worry, Mommy. Jika Daddy merajuk bukankah itu lebih baik? Jadi Mommy bisa bebas bersama Hizkiel!" jawab Hizkiel membuat Marcho mengepalkan tangannya geram.
'Sial, kali ini aku justru tersaingi oleh laki-laki yang masih di bawah umur. Dan dia justru putraku sendiri!' gerutu Marcho dalam hati.
" Ayo Mommy, kita masuk kamar!" ajak Hizkiel yang sama sekali tidak memperdulikan daddynya.
Sedangkan Marcho kali ini hanya bisa menghela nafasnya panjang. 'Ini tidak bisa dibiarkan! Lihat saja apa yang akan terjadi nanti malam!' gumam Marcho dalam hati yang mulai merencanakan sesuatu untuk mendapatkan haknya.
Livy pun mengikuti langkah putranya untuk masuk ke kamar. Kali ini Hizkiel meminta Mommynya untuk menemaninya menggambar.
Sedangkan Marcho yang sudah sangat gusar pun langsung mengirim pesan ke ponsel istrinya.
π Marcho
[Sayang, mana bisa aku malam ini tidur tanpamu? Ini namanya penyiksaan πͺ]
π Livy
[Kan gak lama, suamiku sayang π]
π Marcho
[But I can't π Nanti kalo aku sakit gimana karena tidurnya gak ditemenin istriku? π€]
π Livy
[Manja banget sih π€ Aku nenenin Hizkiel dulu yaa. Met bobok sayang]
π Marcho
__ADS_1
[Apa? Nenenin? π‘ Gak boleh!!! Hizkiel kan udah besar dan itu cuma buat aku!]
π Livy
[Ya Ampuuuun, typo sayang. NEMENIN maksudnya. π]
Baru saja pesan Livy terkirim, Marcho sudah berdiri di pintu kamar Hizkiel dengan wajah kesal. Melihat Daddynya ada di kamarnya, Hizkiel langsung memeluk Mommynya dengan erat.
"Jangan ambil Mommy!"
"Daddy tidak mengambil Mommy, sayang. Daddy hanya ingin tidur bersama kalian!" jawab Marcho yang langsung dibalas Hizkiel dengan gelengan kepalanya.
"No! No! No!"
βMom Livy Is Mine!β
Hizkiel langsung memeluk Mommynya seolah memperlihatkan jika kali ini ia sama sekali tidak mau berbagi Mommy meski dengan Daddynya sendiri.
"Sayang, malam ini mengalah dulu yaaa!" pinta Livy.
"Tapi..."
"Please, mengalah sebentar saja!β pinta Livy lagi.
Livy dan Hizkiel pun melanjutkan aktivitas mereka sampai Hizkiel mulai menguap berkali-kali.
"Kita tidur sekarang yuk!" ajak Livy sambil menutup buku gambar Hizkiel.
"Oke Mommy!"
Hizkiel pun langsung naik ke atas tempat tidur. Tak lama kemudian Hizkiel pun terlelap dalam mimpi indahnya. Livy pun ynng sudah begitu lelah dan mengantuk, lama-kelamaan tidur sambil memeluk putranya.
πππ
Tengah malam pun tiba,
Diam diam Marcho kembali masuk ke dalam kamar Hizkiel dan membawa istrinya kembali ke kamarnya.
Livy yang sudah tenggelam dalam mimpinya benar-benar tidak bangun saat Marcho menggendong nya ala bridal style.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Marcho pun memandangi wajah istrinya dengan penuh kemenangan. "Akhirnya, aku bisa memelukmu lagi sayang!" gumam Marcho sambil memeluk Livy dari belakang.
Bukan Marcho namanya Jika dia hanya memeluk istrinya begitu saja. Tangan nakalnya mulai menyelusup di dalam baju yang Livy kenakan.
Perlahan mengusap perut Livy kemudian naik ke atas dan menyentuh titik sensitif milik Livy.
Suara d354h4n Livy mulai terdengar saat Marcho terus saja memainkan ujungnya dengan jari jemarinya.
Lama kelamaan, Marcho sendiri pun mulai tidak tahan. Ia berpindah ke depan istrinya sambil menggulung baju Livy ke atas.
Tampak dua gundukan milik Livy yang sudah tidak pada cupnya sejak Marcho memainkan dengan jemarinya tadi. Tanpa menunggu lama, Marcho langsung menikmati titik sensitif istrinya yang sudah ia klaim menjadi miliknya.
Gerakan Marcho yang sedikit rakus membuat Livy membuka matanya perlahan. Betapa terkejutnya Livy saat melihat suaminya kini sedang memainkan miliknya seperti bayi.
"Sayaaang!" suara Livy membuat Marcho melepaskan mainannya dan berpindah mengabsen bibir istrinya.
Livy yang sudah ON sejak ia menutup matanya pun membalas pa9utan suaminya sambil mengalungkan tangannya di leher Marcho.
Sayangnya, kegiatan mereka harus terhenti saat terdengar suara Hizkiel yang keluar dari kamar dan memanggil Mommynya.
Cepat-cepat Livy mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya dan kemudian ia merapikan bajunya yang sedikit awut awutan dibuat Marcho.
Tak lama kemudian Hizkiel pun masuk ke kamar daddynya untuk mencari Livy.
"Where Is my Mommy?" tanya Hizkiel yang masih begitu mengantuk.
Livy pun langsung turun dari tempat tidur dan membawa Hizkiel tidur di atas tempat tidur Marcho. Hizkiel pun menurut, tapi kali ini ia memilih tidur di tengah di antara Daddy dan juga Mommynya.
"Aku mengizinkan Daddy tidur bersama Mommy, tapi dalam seminggu ini Hizkiel akan tidur bersama kalian!" ucap Hizkiel sambil memeluk Livy.
Marcho hanya bisa menghela nafasnya panjang sambil mengusap wajahnya kasar.
"Ck, sama aja bohong kalo gini mah!" gerutu Marcho yang kemudian terpaksa masuk ke dalam kamar mandi untuk melepaskan hasratnya yang tertunda seorang diri.
Namun, senyum Marcho langsung mengemas yang sempurna saat otaknya memberikan ide brilian.
"Oh iya, bukankah bercinta tidak harus di atas ranjang? Bahkan di dalam bathtub pun bisa dijadikan tempat untuk bercinta!" gumam Marcho dengan senyum lebarnya.
"Terima kasih otak cerdasku! Ideku sangat brilian!"
__ADS_1
πππ
Mohon maaf sebelumnya readers ku sayang. Bulan April slow update karena Othor mau ikut tantangan dari NovelToon untuk bikin novel baru πππ