Tawanan Duda Tampan

Tawanan Duda Tampan
Amukan Livy


__ADS_3


Efek obat bius Marcho pun kini berangsur angsur hilang. Ia mulai mengerjapkan matanya perlahan, namun tubuhnya terasa sangat berat karena Reggy ternyata tengah menyandarkan kepalanya di dada Marcho sambil memeluknya.


Melihat ada pergerakan dari Marcho, membuat Reggy mengangkat kepalanya dan memandangi Marcho yang sedang berusaha membuka matanya.


“Akhirnya kau sadar juga sayang!” gumam Reggy sambil mengusap rahang Marcho.


Marcho yang sudah membuka matanya langsung menyipitkan matanya kembali mengingat ingat siapa wanita yang kini ada di hadapannya.


“Reggy!” terdengar suara serak Marcho membuat Reggy semakin menempelkan tubuhnya ke tubuh Marcho.


“Yaa, aku istrimu, sayang!” balas Reggy semakin b!nal.


Marcho berusaha mendorong tubuh Reggy dengan kencang, namun sayang, tenaganya masih belum pulih seutuhnya.


“Jangan mencoba untuk menjauh dariku, sayang! Aku tahu kau sangat merindukan aku, bukan??”


Tangan Reggy semakin meng9ila mengusap dada atletis Marcho dengan pelan dan menyusuri setiap inci tubuh Marcho sampai kini berhenti tepat di bawah perut Marcho.


“Jangan gila, Reggy!” ucap Marcho yang berusaha menghindar dari Reggy. Namun apa daya, kekuatannya belum sepenuhnya kembali.


Livy yang sudah masuk ke dalam kamar yang dipesan Reggy pun mencoba diam terlebih dahulu untuk mendengarkan percakapan antara Marcho dan juga Reggy.


“Aku tidak gila Marcho! Aku hanya sangat merindukanmu!” Tangan Reggy mulai bermain di senjata Marcho dengan harapan kali ini senjatanya bisa tegak berdiri karena efek biusnya sudah berkurang.


“Aku benar-benar ingin menebus kesalahanku yang lalu, sayang. Aku siap untuk menjadi mommy untuk Hizkiel dan istrimu yang baik Marcho!”


Marcho dengan geram berusaha mengumpulkan tenaganya untuk menepis tangan Reggy yang bergerilya di senjatanya.


“Lepaskan aku wanita gila! Aku tidak akan pernah sudi kembali kepada wanita menjijikkan sepertimu!” gertak Marcho.


“Aku bukan wanita gila sayang! Tapi sebentar lagi aku akan membuatmu menggila!”


Reggy semakin mengarahkan mulutnya ke senjata milik Marcho. Pemandangan ini membuat Livy tak mampu membendung lagi amarahnya.


Dengan geram Livy berjalan ke arah tempat tidur yang berukuran king size itu dan menarik rambut Reggy dengan sangat kuat.


“Apa yang mau kau lakukan terhadap suamiku j4l4n9 murahan?” tanya Livy.


“Argh! Sakiiiit!” pekik Reggy kesakitan.


Tubuh polos Reggy yang semakin terekspos jelas di depan Marcho membuat Livy semakin kuat menarik rambutnya dan menutupinya dengan selimut.


Sedangkan Marcho yang melihat Livy mengamuk pun langsung turun dari tempat tidur dan memunguti pakaiannya yang berceceran di lantai dan langsung mengenakannya satu persatu.

__ADS_1


“Lepaskan aku, b0d0h!” teriak Reggy dimana rambutnya sudah mulai banyak yang rontok di tangan Livy.


Livy pun menyetujui permintaan Reggy barusan namun dengan mendorong kepala Reggy dengan kasar dan mengenai ujung nakas.


Dug! Kepala Reggy terjedug ujung nakas dan membuatnya langsung lebam membiru.


“Cepat pakai bajumu dan setelah ini aku akan membawamu ke kantor polisi karena sudah berniat jahat terhadap suamiku!” titah Livy.


Reggy pun langsung mengambil pakaiannya dan memakainya di depan Livy dan juga Marcho tanpa rasa malu. Bahkan Reggy sengaja memperlambat gerakannya dan kembali menggoda Marcho.


Plak!


Tamparan Livy mendarat sempurna di pipi kanan Reggy sampai meninggalkan jejak kemerahan di sana.


“Cepat pakai atau kau akan kuseret keluar dalam keadaan seperti ini!” gertak Livy yang kemarahannya benar-benar sudah diubun-ubun kepala.


Reggy pun mau tidak mau langsung menuruti perintah Livy. Sedangkan Marcho kini bergerak mendekati Livy dan hendak memeluknya.


Sayangnya Livy langsung menghindar dari Marcho dan menatapnya dengan tajam. “Urusan kita belum selesai, sayang!” ucap Livy membuat Marcho menghela nafasnya panjang.


“Aku benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi denganku, sayang!” ucap Marcho mengiba di hadapan istrinya.


Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Reggy untuk menghasut dan menyulut api cemburu Livy.


“Aku berharap, dua permainan kita tadi bisa menjadi benih di dalam perutku yang nantinya akan menjadi adik Hizkiel, putra kita!” ucap Reggy.


“Bukankah tadi kau juga lihat jika aku dan Marcho akan kembali bermain untuk yang ketiga kalinya?” tanya Reggy ke arah Livy.


Usaha Reggy kali ini berhasil membuat Livy terbakar api cemburu. Dadanya benar-benar sangat sesak mendengar penjelasan Reggy barusan. Terlebih Livy juga lihat bagaimana Reggy tadi menggoda suaminya.


Namun di sisi lain, Livy bukanlah orang yang mudah mengalah dan percaya begitu saja. Ia pun menimpali hasutan Reggy dengan santai.


“Mau benih suamiku tertanam dalam perutmu atau pun tidak, aku sama sekali tidak peduli. Sekarang aku tawarkan kepadamu, Reggy.”


“Apa kau masih sangat ingin dilayani meski sudah 2 r0nd3 bercinta dengan suamiku?” tanya Livy membuat Marcho terkejut sambil membelalakkan matanya.


“Sayang, aku tidak mungkin bercinta dengan Reggy. Dia hanya membohongimu dan jangan percaya dengan apa yang ia ucapkan!” tutur Marcho yang tidak percaya jika Livy mempercayai hasutan Reggy begitu saja.


“Siapa yang berbohong Marcho sayang? Aku mengatakan yang sebenarnya!” balas Reggy dengfan snyumnya yang merekah sempurna.


“Livy! Aku memang masih sangat ingin dilayani oleh Marcho meski sudah 2 kali bercinta dengannya. Kau tahu kenapa?”


“Karena miliknya membuatku sangat candu, Livy!” lanjut Reggy semakin menjadi-jadi.


Kali ini kesabaran Livy sudah habis. Ia kembali menarik rambut panjang Reggy dan membawanya ke luar kamar.

__ADS_1


“Karena aku adalah wanita yang baik hati, maka aku akan menuruti keinginanmu j4l4ng gila!” umpat Livy kesal.


Livy membawa Reggy menuju kamar 156 dan melemparkannya begitu saja sampai Reggy tersungkur tepat di kaki bodyguard Marcho yang memiliki tubuh paling kekar.


“Aku membawakan hadiah atas kerja keras kalian semua. Kalian bisa menikmati wanita gila ini secara bergilir sesuka hati kalian karena dia sendiri yang meminta ingin dilayani!” terang Livy membuat semua yang ada di kamar tersebut sangat terkejut tanpa terkecuali.


“Nona, apa anda serius dengan apa yang anda tawarkan kepada kami?” tanya salah satu bodyguard tersebut.


“Tentu saja. Mana mungkin aku berbohong!” jawab Livy dengan mantap.


“Tidaaaak! Tidak bisa Livy! Aku hanya menginginkan Marcho, bukan merekaaa!” pekik Reggy yang sudah mulai ketakutan.


“Bayangkan saja kau sedang bercinta dengan suamiku! Mudah bukan?” balas Livy dengan santai sambil berbalik meninggalkan kamar tersebut.


Marcho pun langsung mengikuti langkah Livy menuju ke kamar 154. Sesampainya di kamar, Marcho langsung memegang tangan Livy dan mengecup tangan istrinya dengan mesra.


“Terima kasih sayang, kau sangat luar biasa malam ini!”


“Aku benar-benar tidak salah memilihmu sebagai istri.”


Sayangnya Livy langsung menarik tangannya dan meninggalkan Marcho begitu saja.


“Sayaang, aku minta maaf. Aku benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi malam ini.”


“Sudahlah, aku lelah dan ingin segera beristirahat. Kita bicarakan masalah ini besok pagi!” ucap Livy sambil berlalu menuju ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan mengganti pakaiannya.


Sedangkan Marcho kini menemui anak buahnya yang diperintahkan Livy untuk menjaga putranya.


“Bobi, ceritakan apa yang terjadi malam ini padaku!” pinta Marcho.


“Baik, Tuan!”


Bobi pun langsung menceritakan semua permasalahan malam ini secara rinci, mulai dari Marcho dibius dan tidak sadarkan diri, tentang kencan Randy dengan Livy yang berakhir tragis, pengkhianatan Fredy, sampai kejadian mereka berhasil membekuk dua bodyguard Randy.


Betapa terkejutnya Marcho setelah mengetahui semuanya dari salah satu bodyguardnya itu meskipun tentunya belum seluruhnya secara detail ia ketahui. Terlebih mengenai apa yang terjadi dengannya saat bersama dengan Reggy di kamar hotel.


Tepat saat Livy hendak keluar dari kamar mandi, Bobi pun undur diri untuk kembali ke kamar yang digunakan untuk menyekap dua bodyguard Randy.


☘️☘️☘️



 


 

__ADS_1


__ADS_2