Tawanan Duda Tampan

Tawanan Duda Tampan
Save Marcho


__ADS_3


Marcho yang tadinya sedang menuntun Livy tiba-tiba tidak sadarkan diri saat ada seseorang yang membiusnya dari belakang dan membawanya ke sebuah hotel yang berada di samping Restoran Puri Asmara.


Dua orang anak buah Randy kini berhasil membawa Marcho masuk ke dalam kamar hotel yang dipesan oleh Reggy sebelumnya dan meninggalkan Marcho di sana.


Kedatangan Marcho kali ini langsung disambut penuh suka cita oleh Reggy yang sudah lama merindukan mantan suaminya itu. Ia pun langsung melancarkan aksinya dengan melucuti seluruh pakaian Marcho dan juga dirinya. Setelah itu ia akan berpose seolah-olah kini Marcho sedang menikmati kerinduan bersamanya di atas ranjang.


Tanpa menunggu lama lagi, Reggy pun langsung mengambil gambar dirinya bersama dengan Marcho yang tampak begitu sangat in+im dan segera mengirimkannya ke ponsel Randy.


☘️☘️☘️


Randy yang sudah berjanji kepada Livy untuk membawanya ke tempat Marcho berkencan pun tidak kunjung menepati janjinya sampai para waiters menyediakan berbagai makanan kesukaan Livy di atas meja.


“Aku tidak akan percaya dengan ucapanmu sebelum menemui Tuan Marcho dan memastikan kepadanya jika ia sudah benar-benar melepaskan aku sebagai tawanannya!” ucap Livy dengan tegas.


“Ayolah sayang, kita nikmati dulu makanannya! Aku pasti akan membawamu sesegera mungkin untuk menemui Marcho!” balas Randy sambil menggenggam tangan Livy dengan mesra.


Tak lama kemudian ponsel Randy bergetar dan senyumnya langsung merekah dengan sempurna.


“Bawa aku sekarang, Randy!” desak Livy yang sudah mulai was-was dan merasa tidak aman bersama dengan Randy.


“Lihatlah!” Randy menyodorkan ponselnya yang memperlihatkan Marcho tengan bersama dengan Reggy  ke hadapan Livy.


“Tuanmu itu kini sedang melepas rindu dengan mantan istrinya, Livyku sayang. Setelah itu, kita bisa langsung menemuinya. Bagaimana?” tawar Randy.


Mata Livy membeliak sempurna melihat suaminya kini tengah bersama dengan mantan istrinya. Posisi keduanya tampak sangat intim, dan tidak hanya itu, tidak ada sehelai kain pun yang mereka berdua kenakan.


Marah, sakit hati, dan berbagai perasaan yang Livy rasakan kini bercampur aduk di dalam hatinya. Bagaimana tidak? Lelaki yang baru saja mengatakan perasaannya dan merenggut mahkotanya kini tengah bersama dengan wanita yang berstatus sebagai mantan istrinya.


Namun Livy tidak gegabah meski hati dan pikirannya carut marut tidak karuan. Ia kembali memandangi foto yang ada di ponsel milik Randy dengan seksama.


“Apa menurutmu, mereka sedang bercinta?” tanya Livy sambil memperlihatkan gambar di layar ponsel ke arah Randy.


“Tentu saja, apalagi jika bukan bercinta?” balas Randy dengan senyum penuh kemenangan.


“Mana ada bercinta jika di sini Marcho sedang tidak sadarkan diri. Bahkan matanya juga tertutup seperti ini!” lanjut Livy.

__ADS_1


“Bahkan aku rasa foto ini terlihat seperti dibuat-buat oleh mantan istrinya.”


Mendengar penilaian Livy barusan, Randy cepat-cepat merebut ponsel miliknya dari tangan Livy.


“Kita tidak perlu membahas hal ini sayang. Terkadang apa yang kita lihat itu tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan.”


“Yang terpenting sekarang adalah kau sudah terbebas dari Marcho dan kita bisa memulai lagi hubungan kita dari awal!” jelas Randy.


“Sayangnya aku tidak mau tertipu olehmu untuk yang kedua kalinya Randy!” balas Livy dengan tegas.


“Aku tidak pernah menipumu, sayang. Wanita yang bersamaku saat di mall kemarin bukanlah siapa-siapa!” kilah Randy membela dirinya.


“Tapi bukankah Reggy itu istrimu?” tanya Livy.


Skak Mat! Randy tergagap dan tidak bisa berkata apa-apa. Dia benar-benar tidak menduga jika Livy telah mengetahui hal besar ini yang disembunyikan selama hampir 2 tahun ia berada di Indonesia.


“Tapi aku sangat mencintaimu, Livy dan ingin menikah denganmu, sayang!” ucap Randy sambil berdiri dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Livy.


Dengan sigap, Livy pun berdiri dan menepis tangan Randy yang hendak menyentuhnya. “Jangan sentuh aku, Randy! Kau benar-benar penipu ulung!” sarkas Livy.


“Aku kekasihmu Livy! Aku adalah pria yang kau cintai! Dan aku akan tetap akan membawamu dan menjadikanmu, istri!” ucap Rendy dengan tegas sambil terus mengikis jaraknya dengan Livy.


Livy pun terus berjalan mundur menghindari Randy yang terus berusaha untuk mendekatinya. “Jangan mendekat atau kau akan menyesal!” ancam Livy.


“Jangan mengancam calon suamimu, sayang! Aku tidak akan berlaku jahat terhadapmu!” balas Randy.


Dengan gerakan cepat, Livy langsung melepas high heels yang ia kenakan dan melemparkan ke arah Randy.


Tuk!


Lemparan heel milik Livy mendarat tepat di pelipis Randy dan langsung menggoreskan darah.


Setelah lemparan pertamanya sudah tepat sasaran, Livy pun berbalik dan melemparkan heel miliknya yang satu lagi ke arah Fredy yang sudah siap menangkap Livy dari belakang.


Tuk!


Kali ini ujung heel milik Livy mendarat tepat di bola mata Fredy sebelah kanan dan mata kanannya langsung mengucurkan darah segar.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Livy langsung menyerang Randy tanpa ampun. Jurus pertama yang dilayangkan oleh Livy adalah menendang ************ Randy dan mendarat tepat di senjata miliknya.


Pekikan suara yang keluar dari mulut Randy membuat Livy semakin gencar menyerangnya membabi buta. Untung saja Terra cepat datang bersama Mom Merry dan Hizkiel.


Melihat Fredy yang sudah siap melumpuhkan Livy dengan memukul tengkuk leher Livy menggunakan kayu, Terra langsung mengambil kursi kecil yang ada di dekatnya dan melemparkan ke arah Fredy.


Brak!


Lemparan Terra tepat sasaran membuat pemukul yang dipegang oleh Fredy justru terlempar mengenai Randy.


“Awwwh!” pekik Randy kesakitan.


Sedangkan Mom Merry pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia pun segera memanggil satpam untuk menyelamatkan menantunya dan juga Terra dari serangan balasan Randy dan juga Fredy.


Randy dan juga Fredy pun langsung digelandang ke pos satpam dengan keadaan yang sudah tidak karuan. Sedangkan Hizkiel langsung berlari ke arah Livy dan memeluknya dengan sangat erat.


“Mommy tidak apa-apa kan?” tanya Hizkiel yang diselimuti rasa kekhawatiran yang tinggi.


“Siapa pria jahat itu, Mommy? Kenapa uncle Fredy juga jahat sampai hampir saja memukul Mommy?”


Livy mengatur nafasnya sambil membalas pelukan dari Hizkiel. “Mommy baik-baik saja, Hizkiel!”


“Mommy belum bisa cerita siapa pria jahat itu!” ucap Livy.


Hizkiel pun melepas pelukannya dan mengambilkan air minum untuk Mom Livy. “Minumlah, Mommy!”


“Terima kasih sayang!” balas Livy yang langsung menghabiskan air mineral yang diambilkan oleh Hizkiel.


Di sisi lain Mom Merry mencoba menghubungi ponsel Marcho untuk menanyakan keberadaannya. Sayangnya, 10 panggilan dari Mom Merry sama sekali tidak diangkat oleh Marcho.


“Dimana sebenarnya anak ini? Bisa-bisanya ia membiarkan Livy sendirian di sini!” gerutu Mom Merry sambil terus berusaha menghubungi Marcho.


 ☘️☘️☘️



 

__ADS_1


__ADS_2