
Tepat jam 6, Livy sudah siap dengan gaun yang disiapkan oleh Marcho sebelumnya.
Penampilan Livy yang terlihat sangat cantik malam ini membuat Marcho enggan untuk meninggalkan kamar hotel dan ingin kembali memadu kasih dengan istrinya.
“Suamiku!” panggil Livy membuyarkan lamunan Marcho. “Kita berangkat sekarang?” tanyanya membuat Marcho menghela nafasnya panjang.
“Kau sangat cantik, sayang! Rasanya aku masih ingin ...”
Belum selesai Marcho meneruskan kalimatnya, Livy langsung menutup mulut Marcho dengan jari telunjuknya. “Pergi sekarang atau pulang?” Livy memberi tawaran kepada suaminya.
“Aku yakin Hizkiel pasti sedang menungguku!” lanjut Livy yang setiap malam selalu menemani Hizkiel menghabiskan waktunya.
“Oke, oke kita pergi sekarang sayang!” Marcho langsung mengamit tangan istrinya dan menggandengnya keluar.
“Aku sebenarnya sudah meminta izin kepada Hizkiel jika malam ini aku akan menghabiskan waktu denganmu!” jelas Marcho.
“Lalu?”
“Hizkiel sedikit keberatan melewatkan malamnya tanpamu, sayang. Jadi, nanti ia akan menyusul kita ke sana!” jawab Marcho.
“Memangnya kita mau pergi ke mana?” tanya Livy.
“Rahasia!” bisik Marcho sambil mengambil sapu tangan dan mengikatkan di kepala Livy untuk menutup matanya.
"Eh, kenapa mataku..."
"Sssttt! Menurutlah sebentar sayang! Aku tidak akan berbuat macam macam dengan istriku sendiri!"
"Bagaimana jika aku tidak bisa berjalan karena aku sama sekali tidak melihat apa-apa?" protes Livy saat mereka kini berada I dalam lift.
"Aku akan menggendong, sayang!" jawab Marcho dengan lembut membuat Livy terbang melayang dibuatnya.
Dan benar saja, saat pintu lift terbuka, Marcho langsung mengangkat tubuh istrinya ala bridal style menuju ke parkiran mobil.
Parfum maskulin Marcho yang terhidu oleh Livy membuatnya sangat nyaman dan berani melingkarkan tangannya di leher suaminya.
"Aku seperti sedang bermimpi!" celetuk Livy sambil menempelkan kepalanya di dada Marcho dengan manja.
"Bermimpi?"
"Heem! Bermimpi sedang menjalin kasih dengan Atasan ku sendiri!"
Senyum Marcho langsung merekah sempurna. Dengan gemas ia mengecup bibir Livy secepat kilat.
__ADS_1
"Kau tidak sedang bermimpi sayang! Ck, kenapa semakin lama semakin mengemaskan begini, hmmm?"
Livy sendiri memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Marcho dan hanya terkekeh pelan sambil mengeratkan pelukannya.
Sikap manja Livy kali ini membuat Marcho semakin bimbang. Ingin membawa Livy berkencan di restoran yang sudah ia pesan, atau justru melanjutkan permainan mereka di atas ranjang?
Bagaimana Marcho tidak bimbang? Sikap manja Livy kali ini membuat senjata miliknya sudah terasa sesak di dalam sana karena menuntut sesuatu.
Namun, di sisi lain, Marcho juga sangat ingin mengabadikan pernyataan cintanya dengan Livy secara romantis.
Sesampainya di pintu mobil, Marcho pun langsung membukakan pintu untuk Livy. Setelah itu, ia bergegas masuk ke dalam untuk mengendarai mobilnya ke tempat yang sudah ia pesan.
Saat tiba di Resto Puri Asmara, Marcho kembali menuntun Livy dengan mata yang masih tertutup. Namun setelah beberapa langkah, Livy langsung ditinggalkan seorang diri oleh Marcho dan dalam keadaan yang sama.
"Eh, sayang!" teriak Livy memanggil Marcho yang tiba-tiba menghilang begitu saja.
Karena tidak ada jawaban dari Marcho, Livy pun membuka penutup matanya.
Livy menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat tersadar jika Marcho telah menyiapkan kencan romantis untuk mereka.
'Oh My God, ini benar-benar seperti mimpi?' teriak Livy dalam hati.
'Ternyata dia benar-benar serius mencintai aku. Apakah statusku benar-benar akan berubah dari tawanan menjadi istri sah yang akan menemaninya seumur hidup?'
"Randy?" Livy mengerutkan dahinya.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Livy sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Marcho.
"Tentu saja untuk berkencan denganmu, sayang! Aku sudah mempersiapkan ini jauh-jauh hari hanya untuk meyakinkan perasaanku padamu jika aku benar-benar sangat mencintaimu!" jelas Randy.
"Tapi aku tadi kemari bersama dengan ..."
Belum selesai Livy menyebutkan nama suaminya, Randy langsung memotong kalimatnya.
"Marcho?"
"Dia hanya aku minta untuk membawamu ke mari, Livy ku sayang. Dia sudah mengakui jika selama ini telah menjadikanmu sebagai tawanannya!"
"Dan malam ini, dia menyerahkan kembali untukku!" jawab Randy membuat Livy mulai bimbang dibuatnya.
Kakinya seketika terasa begitu lemas untuk menopangnya berdiri. Nafasnya mulai tidak beraturan setelah mendengarkan penjelasan dari Randy.
Bahkan hatinya sangat tercubit mengetahui Marcho menyerahkan dirinya begitu saja kepada Randy setelah apa yang barusan terjadi pada mereka berdua.
Mata Livy mulai berkaca-kaca, ia menahan rasa sakit yang ia rasa dengan menggigit bibir bawahnya.
Melihat Livy berdiri terpaku dan tidak mendekat ke arahnya, membuat Randy semakin berani mendekati Livy dan hendak memeluknya.
__ADS_1
Namun, cepat-cepat Livy menepis tangan Randy dan mengalihkan pandangannya. Tanpa sengaja ia melihat sosok Fredy yang berdiri tidak jauh dari mereka dan tampak sedang membidik mereka berdua.
Seketika Livy teringat jika Fredy adalah orang kepercayaan Marcho yang telah berkhianat dengan suaminya sendiri.
'Aku yakin, ini adalah sebuah konspirasi yang sudah Randy siapkan dengan Fredy!' gumam Livy dalam hati.
Ia mulai mengusap pipinya yang terkena tetesan air matanya yang sudah tidak dapat ia bendung.
"Katakan padaku, dimana Tuan Marcho saat ini!" pinta Livy sambil menatap tajam ke arah Randy.
"Untuk apa mencari pria bodoh yang sudah menjadikanmu tawanan, Livy sayang?" Randy mengusap kepala Livy dan memainkan helai rambut kekasih nya di belakang telinga.
"Emm, aku hanya sedikit tidak percaya saja Tuan Marcho melepaskan aku sebagai tawanan begitu saja. Terlebih mengingat Hizkiel sangat membutuhkan keberadaanku sebagai Mommynya."
Randy terkekeh pelan mendengar ucapan yang keluar dari mulut Livy.
"Hizkiel juga sudah membutuhkanmu menjadi Mommynya, karena Mommy kandungnya sudah datang hari ini!" jelas Randy.
"Benarkah?"
Dengan mantap Randy menganggukkan kepalanya.
"Dari mana kau tahu semua ini?" tanya Livy menelisik.
"Berbagai cara aku lakukan demi melepaskan mu dari tawanan Tuan gila itu, sayang! Dan kali ini usahaku berhasil!"
"Aku telah membuat Marcho bertemu kembali dengan istrinya, dan tentunya setelah Hizkiel bahagia dengan perjumpannya dengan Mommynya yang sesungguhnya, ia menyerahkanmu kembali untukku!"
Penjelasan Randy barusan membuat Livy semakin yakin jika dirinya, Marcho, dan juga Hizkiel sedang dalam bahaya.
Terlebih mengingat cerita dari Mom Merry, jika Randy Clift Allison andalan pria yang dipilih oleh Reggy. Hingga membuat Reggy tega meninggalkan Marcho dan juga Hizkiel.
Sesekali Livy melirik ke arah tempat dimana Fredy sedang bersembunyi sambil merekam Kebersamaan nya dengan Randy saat ini.
"Bisakah aku menemui Marcho terlebih dahulu untuk memberi sedikit pelajaran untuknya?" tanya Livy yang mulai mendekat ke arah Randy dan mengusap dada bidang mantan kekasihnya itu.
"Aku akan mengantar mu setelah kencan romantis kita malam ini, sayang!"
"Tapi, aku ingin kencan kita malam ini membuatku sangat lega setelah memberi pelajaran kepada Tuan gila itu!" pinta Livy.
Randy pun langsung memberi kode ke arah Fredy secara diam-diam. Namun, hal ini tidak lepas dari pengamatan kedua mata Livy.
"Baiklah, aku akan membawamu ke tempat Marcho dan Reggy kini sedang berkencan!" ucap Randy.
💕💕💕
Skip dulu yaaa. Othor mau kasih iklan nih
__ADS_1