
Marcho pun langsung menggendong istrinya ala bridal style dan membawanya menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Kemudian ia merebahkan istrinya dengan sangat lembut di atas tempat tidur dan duduk di sampingnya tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Livy.
“Kenapa tidak mengabariku jika kau hamil sayang?” tanya Marcho yang tampak begitu mengkhawatirkan istrinya.
“Aku hanya tidak ingin menggangumu bekerja, suamiku sayang! Lagi pula aku juga tidak merasa payah di awal kehamilan seperti yang lainnya!” jelas Livy yang memang tidak merasakan mual di pagi hari seperti wanita hamil muda pada umumnya.
Marcho tersenyum sambil mengecup kening istrinya. “Kau benar-benar istri yang sangat luar biasa. Aku mencintaimu sayang!” ucap Marcho yang langsung mendaratkan ciumannya di bibir Livy. Keduanya pun saling memperdalam ciuman mereka dan meluahkan kerinduan mereka yang sudah beberapa hari tidak bersua.
Setelah puas mengabsen bibir Livy, ciuman Marcho pun turun ke leher istrinya dan tangannya mulai nakal mengusap milik istrinya yang ada di bawah sana.
“Aku sangat merindukanmu sayang. Tapi aku takut membahayakan bayi kita.”
“Emmm, aku juga belum berkonsultasi dengan dokter masalah hal ini!” balas Livy membuat Marcho yang hasratnya sudah di atas ubun-ubun kini harus menahannya terlebih dahulu.
“Bagaimana jika hari ini kita ke dokter untuk mengkonsultasikannya terlebih dahulu?” tawar Marcho yang langsung disetujui oleh Livy.
“Oke suamiku sayaaang! Tapi apa suamiku tidak lelah sudah menempuh penerbangan panjang?” tanya Livy sambil mengusap dada suaminya dengan lirikan nakal.
__ADS_1
“Jangan menyiksaku, Livy sayang!” balas Marcho yang sudah merasakan sesak di bawah sana.
“Ck, aku tidak akan menyiksa suamiku sendiri. Aku bahkan ingin memberikan sambutan selamat datang!” tutur Livy yang mulai membuka kancing kemeja suaminya satu persatu. Terlebih saat tangan Livy membuka celana suaminya dan bermain di sana.
Livy paham betul bagaimana Marcho pastinya sudah begitu menginginkan dirinya. Sayangnya Livy sendiri belum berani melayani suaminya sebelum konsultasi dengan dokter.
Untung saja Livy masih memiliki cara lain dan hanya diam pasrah dengan permainan istrinya di bawah sana sampai ia melewati pelepasan pertamanya.
“Aku sangat mencintaimu, sayang!” ucap Marcho sambil membersihkan sisa-sisa kenalakan Livy dengan tisue.
Livy tersenyum sambil mengecup pipi suaminya dengan mesra. “Segeralah mandi, aku akan menyiapkan makan untuk Hizkiel. Aku yakin dia sangat merindukan masakan Mommynya!” ucap Livy sambil membenahi pakaian dan rambutnya yang sedikit berantakan.
“Tapi aku tidak ingin kamu kelelahan!” lanjutnya lagi sambil mengusap perut istrinya yang masih terlihat datar.
“Jika hanya memasak, tentunya tidak akan membuatku lelah bukan?” balas Livy sambil tersenyum.
“Aku hanya membutuhkan satu hal kali ini, sayang!” lanjut Livy sambil memandangi wajah tampan suaminya dari cermin yang ada di depannya.
“Katakan padaku apa yang saat ini kau butuhkan, istriku sayang!”
__ADS_1
“Pekerjaan di perusahaan membuatku sangat lelah akhir-akhir ini. Dan aku ingin kali ini memasrahkan semuanya kepada suamiku sendiri!” tutur Livy.
Marcho terdiam sesaat mendengar permintaan istrinya. Perusahaannya kini juga masih sangat membutuhkannya karena ia belum memiliki orang kepercayaan. Terlebih beberapa anak buahnya harus diistirahatkan karena virus yang menjalari mereka semua.
Kalau pun ia harus menjual perusahaan yang baru saja ia rintis juga tidak akan secepat yang ia bayangkan.
“Sayaaang!”Panggil Livy yang paham betul dengan kegundahan suaminya.
“Aku masih bisa mengontrol semua pekerjaan dari rumah, hanya saja aku tidak bisa jika harus bolak balik ke kantor!”
“Kali ini aku akan membagi waktuku untuk dua perusahaan sayang. jangan risaukan hal ini! Aku juga akan mendidik Mila untuk bisa membantu perusahaan kita berdua.”
Livy pun menyunggingkan senyumannya mendengar ucapan suaminya. “Okey, thanks a lot, sayang!”
“Hei, harusnya aku yang berterima kasih padamu karena sudah mempercayai aku memegang perusahaan besar milikmu, sayang!” balas Marcho.
Setelah perbincangan singkat mengenai perusahaan, Livy pun bersiap untuk keluar kamar, sedangkan Marcho langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya sebelum menemani Livy untuk konsultasi ke dokter kandungan.
__ADS_1