Tawanan Duda Tampan

Tawanan Duda Tampan
Tamat


__ADS_3


Perkenalan dan sambutan singkat di depan para pegawai di perusahaan Livy telah dilalui Marcho dengan sangat baik. Hal ini tentunya membuat Livy sangat bangga memiliki suami seperti Marcho.


Meski ia memberi tahu secara mendadak, Marcho tetap bisa tampil dengan maksimal tanpa ada rasa gugup sedikit pun. Kini Livy mengajak suaminya ke ruang kerja yang biasa ditempatinya. Ini bukan yang pertama kalinya Marcho berkunjung ke ruang kerja istrinya.


Baru saja masuk ke dalam, Marcho sudah langsung mengunci puntu ruangan dan menutup semua korden jendela ruangan secara otomatis. Melihat hal tersebut, Livy langsung mengerutkan dahinya dan melayangkan tatapan protes ke arah suaminya.


“Untuk apa semua ditutup seperti ini sayang?” tanya Livy sambil mendudukkan tubuhnya di sofa sambil bersandar.


“Tentu saja untuk bercumbu denganmu yang sedari tadi sudah membuatku terlalu menunggu!” jawab Marcho yang kini sudah duduk di samping istrinya.


“Tapi ini masih di kontor sayaaang!” balas Livy mengingatkan.


“Benar sayang, dan kali ini direktur yang baru akan menghukum direktur lama karena sudah memberikan mandat secara mendadak!” bisik Marcho yang sudah melepaskan jasnya.


“Tapi bagaimana nanti jika ada pegawai yang ingin bertemu?” tanya Livy yang tubuhnya kini sudah dikunci oleh Marcho.


“Biarkan saja mereka menunggu kita selesai memadu kasih, istriku sayang.” Tangan Marcho mulai membuka kancing baju istrinya satu per satu. Perlahan Marcho mendekatkan bibirnya dan memagut bibir istrinya secara perlahan.

__ADS_1


Kelembutan Marcho kali ini membuat Livy terbuai dan mulai mabuk kepayang. Tangan Livy pun mulai dilingkarkan ke leher suaminya dan membuat Marcho semakin 94n45 m3lum4t bibir istrinya.


Tidak selesai di situ, Marcho kini langsung turun ke bahu istrinya dan membuat tanda di sana. Satu tempat dan terus pindah ke tempat yang lain hingga bahu dan dada Livy kini penuh dengan tanda kepemilikan Marcho.


“Kau semakin hari semakin cantik dan menggoda istriku sayang! Bahkan dadamu kali ini semakin terlihat begitu menantang!” puji Marcho membuat Livy langsung menutup bibir suaminya.


“Jangan di komplain sayang!” racau Livy dengan wajahnya yang merona merah.


“Memangnya kenapa? Toh aku sedang membanggakan hasil karyaku!” balas Marcho yang langsung melahapnya seperti bayi yang sedang kehausan.


“Emmmhh!” suara l3n9uh4n Livy mulai memenuhi ruang kerja mereka dan membuat Marcho semakin dalam mempermainkan ujung titik sensitif milik istrinya secara bergantian membuat tubuh Livy men99elinjang tidak karuan.


“Istirahatlah sayang! Aku akan membawakan makanan untukmu dan setelah itu kita lanjutkan lagi permainan yang selanjutnya!” ucap Marcho sambil mengusap kepala istrinya.


“Bagaimana jika di lanjutkan di Mansion?” pinta Livy sambil menutupi tubuh polosnya dengan selimut.


“Aku tidak mau bertengkar dengan putraku yang juga merindukan mommynya.!” Balas Marcho sambil tersenyum.


Livy pun hanya tersenyum sambil memejamkan matanya. Tanpa menunggu lama, akhirnya ia pun tertidur. Kini bukan hanya mimpinya saja yang indah, kehidupannya juga sudah sangat indah dan bahagia.

__ADS_1


Selepas ini, ia akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk Marcho, Hizkiel dan bayi yang ada di dalam kandungannya.


Meski sesekali ia tetap harus mengawasi bisnis besar yang ditinggalkan mendiang mamanya, tetap saja Livy tidak perlu kewalahan karena suaminya sudah siap menghandle semua urusan di perusahaan dengan baik.


Enam bulan kemudian, Livy melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan dan wajahnya perpaduan antara Livy dengan Marcho. Hizkiel merasa sangat bahagia memiliki adik laki-laki yang tentunya akan menemaninya bermain nantinya.


Saking bahagianya, Hizkiel sendiri yang memberikan nama kepada adik laki-lakinya yang sudah ia siapkan saat mengetahui hasil USG Livy jika bayi yang dikandungnya laki-laki. "Zean Albert"


🍄🍄🍄


Mampir juga yuk ke Novel Author yang lain.


Rilis bulan Mei yaaa




 

__ADS_1


__ADS_2