Tawanan Duda Tampan

Tawanan Duda Tampan
Kamar Hotel 155


__ADS_3


Kamar Hotel 155


Reggy terus saja menggerutu karena upayanya menuntaskan hasratnya dengan Marcho tidak membuahkan hasil sama sekali. Senjata milik Marcho sama sekali tidak berdiri meski Reggy terus saja menyentuhnya sedari tadi.


“Aaarrrggghhhh! Sial!” umpat Reggy sambil mengusap wajahnya kasar. “Efek biusnya benar-benar tidak menguntungkanku kali ini!”


Ponsel Marcho kembali berdering dan ini sudah kesekian kalinya diacuhkan oleh Reggy karena sedari tadi ia terus berusaha menuntaskan hasratnya. Akhirnya, Reggy pun menjawab panggilan dari Mom Merry.


“Haloo Mom, apa kabar?” tanya Reggy dengan nada suara yang terdengar sangat lembut.


“Siapa ini?” tanya Mom Merry di ujung panggilan.


“Katakan dimana putraku!”


Gertakan Mom Merry membuat Reggy terkekeh pelan. “Apa Mommy sudah melupakan menantu yang paling cantik ini?”


“Reggy!” Terdengar suara Mom Merry memekik kencang dan seketika membuat tawa Reggy meledak.


“Ha ha ha ha. Ternyata Mom Merry tidak pernah melupakan aku. Marcho dalam keadaan yang baik-baik saja bersamaku, Mom!”


“Kita baru saja meluahkan kerinduan kita setelah 7 tahun tidak bersua. Setelah kita berdua sama-sama pu45, aku akan mengajaknya pulang untuk bertemu dengan putraku Hizkiel.”


“Aku benar-benar sangat merindukannya, Mom!” lanjut Reggy.

__ADS_1


Mom Merry yang sudah tidak bisa menahan amarahnya pun penyakit asmanya langsung kambuh.


Livy yang melihat mertuanya kesulitan bernafas pun langsung paham harus melakukan apa. Dengan sigap Livy mencari obat hirup yang biasa dibawa Mom Merry di dalam tasnya. Tak butuh waktu lama, Mom Merry pun sudah bisa bernafas seperti biasanya.


“Kita harus ke rumah sakit, Mom!” tutur Livy yang langsung memanggil Terra untuk segera membantu membawa Mom Merry  ke rumah sakit.


“Livy!” panggil Mom Merry sambil mencegah Livy untuk mengantarnya ke rumah sakit. “Marcho lebih membutuhkanmu, sayang!”


“Mommy mohon, cari suamimu secepatnya. Dia dalam bahaya!” pinta Mom Merry.


“Tapi Mom...”


“Tidak perlu khawatir Nona Livy, kami akan membantu anda menemukan Tuan Marcho!” ucap salah satu bodyguard Marcho yang kini sudah berdiri tegak di belakang Livy.


Livy terkejut saat berbalik dan mendapati tiga orang bodyguard sudah berdiri di belakangnya. Dua orang di antaranya adalah bodyguard yang pernah ditugaskan oleh Marcho untuk menjaganya.


“Baik Nona!”


Terra pun langsung memapah Mom Merry menuju ke mobil. Sedangkan Livy langsung menggandeng tangan Hizkiel menuju ke pos satpam untuk mencari Randy dan menanyakan keberadaan Marcho saat ini.


“Maaf Nona Livy, kami sudah melacak keberadaan Tuan Marcho saat ini.  Dia ada di Kamar Hotel Nomor 155. Hanya saja kita sedikit kesulitan untuk masuk ke dalam karena penjagaan ketat dari bodyguard Tuan Randy yang bekerja sama dengan pihak keamanan hotel!” jelas salah satu bodyguard.


Livy terdiam sesaat lalu memandang ke arah Hizkiel. “Hizkiel, apa kau merasa lapar?” tanya Livy yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Hizkiel.


“Emm, mommy akan mengajakmu makan di hotel depan sana dan kita akan menginap di sana!” Livy menunjukkan hotel yang dekat dengan restoran tersebut.

__ADS_1


“Namun, mommy tidak bisa menemani Hizkiel tidur karena mommy masih harus mencari daddy!”


“It’s okey, Mom!” balas Hizkiel membuat Livy langsung mengusap kepala Hizkiel dengan lembut.


Mereka pun bergegas menuju ke hotel tersebut dan memesan kamar. Kali ini Livy sengaja memesan dua kamar kosong yang mengapit kamar 155.


Mereka sama sekali tidak mendapati kesulitan saat masuk ke dalam hotel dan memesan kamar. Namun, saat pintu lift terbuka, tampak dua orang bodyguard tengah berjaga-jaga di depan kamar 155.


“Kalian bertiga lumpuhkan 2 orang bodyguard yang berjaga di sana dan sekap mereka di kamar 156. Aku akan menemani Hizkiel makan malam dan setelah itu aku sendiri yang akan menghadapi Reggy!” titah Livy memberikan perintah.


“Baik Nona!” jawab ketiga bodyguard tersebut dengan serempak.


Livy pun langsung mengajak Hizkiel masuk ke dalam kamar 154 dengan diam-diam dan tentunya tanpa sepengetahuan kedua bodyguard Randy karena keduanya sama-sama sedang asyik bermain ponsel.


Sedangkan ketiga bodyguard Marcho pun langsung bertindak setelah Livy masuk ke dalam kamar. Karena kedua bodyguard Randy sedang lengah, jadi mudah saja melumpuhkan mereka berdua dan menyekapnya di dalam kamar.


Setelah mengikatnya dengan kencang dan menyumpal mulut kedua bodyguard tersebut dengan kain, salah satu bodyguard Marcho pun langsung memberi kabar kepada Livy.


Livy pun memerintahkan salah satu bodyguard untuk menjaga Hizkiel karena ia tidak ingin meninggalkan Hizkiel sendirian di dalam kamar.


“Hizkiel, habiskan makananmu dan segera pergi tidur. Mommy janji akan segera kembali membawa daddy!” ucap Livy.


“Oke Mommy. Be carefull, please!” balas Hizkiel sambil melambaikan tangannya ke arah Livy.


__ADS_1


  


__ADS_2