
“Kondisi kandungan anda sangat baik Nyonya Livy. Bahkan jika melihat kondisi kesehatan anda tentunya berhubungan intim bukanlah hal yang membahayakan untuk bayi anda.”
“Yang terpenting tidak terlalu lama dan intensitasnya tidak terlalu sering!” jelas dokter kandungan membuat Marcho diam-diam langsung menggenggam tangan istrinya dengan sangat erat di bawah meja.
Hatinya benar-benar langsung bersorak gembira meneriakkan kemenangannya yang sebentar lagi bisa memadu kasih dengan istrinya.
“Trus kira-kira calob bayi saya ini perempuan atau laki-laki dokter?” tanya Marcho sambil mengusap perut istrinya.
Pertanyaan Marcho barusan membuat Livy refleks menyikut perut suaminya. “Gimana bisa tanya cowok atau cewek sih kamu nih sayang. Kamu gak lihat bayi kita masih sangat kecil tadi!” protes Livy membuat dokter kandungannya hanya terkekeh pelan.
“Kandungan istri anda baru menginjak 10 minggu Tuan Marcho. Jika anda sudah tidak sabar untuk mengetahuinya, kita bisa USG lagi kira-kira saat usia kehamilan menginjak 16 sampai 18 minggu. Itupun juga masih belum terlihat dengan jelas!” timpal dokter kandungan.
“Ck, alat kesehatan di sini memang kurang mutakhir! Sepertinya aku akan meng-USG istriku sendiri dan melihat calon bayiku karena milikku sudah lebih mutakhir. Buktinya sudah sangat jelas bukan, aku bisa membuat istriku hamil sekarang!” tukas Marcho bercanda membuat wajah Livy langsung merah merona menahan malu.
“Sayaaaang!” protes Livy sambil mencubit lengan suaminya.
“Maafkan suami saya ya dokter. Ngomongnya jadi kemana-mana!”
“Tidak apa-apa Nyonya Livy. Suami anda yang seperti ini justru membuat pasangan terus merasa bahagia dan calon bayinya juga tumbuh dengan sehat!” jelas dokter membuat Marcho semakin tersenyum lebar.
“Baiklah dokter, terima kasih banyak penjelasannya. Kalau begitu kami permisi dulu!”
Livy dan Marcho pun langsung undur diri dari dokter kandungan. Sesampainya di luar ruangan, Livy kembali menepuk lengan suaminya dan melayangkan tatapan protesnya.
__ADS_1
“Iiih sayang nih bikin malu aja!” gerutu Livy kesal.
Namun Marcho justru semakin mendekap istrinya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Livy. “Maaf ya sayang. Aku hanya terlampau bahagia mendengar penjelasan dokter kandungan tadi!” balas Marcho membuat Livy langsung mengulum senyumnya.
“Aku sudah tidak sabar ingin membawamu ke kamar!” bisik Marcho kemudian membuat wajah Livy semakin memerah.
“Tapi aku harus ke kantor siang ini untuk menanda tangani beberapa berkas penting!” balas Livy berkilah.
Marcho tidak langsung menanggapi ucapan istrinya karena saat ini ia harus melewati beberapa orang untuk menuju ke lift. Setelah masuk ke dalam lift, Marcho kembali mengikis jaraknya dengan Livy dan mencium bibir istrinya sekilas.
“Aku akan menemanimu ke kantor, istriku sayang! Aku tidak akan melepaskanmu pergi sendiri mulai saat ini!”
Livy kembali menyunggingkan senyum bahagianya. Kali ini kebahagiaannya benar benar lengkap sudah. Suami yang sangat perhatian, anak yang pengertian, dan sebuah keluarga yang penuh kehangatan.
Keduanya kini langsung menuju ke kantor.
“Sudah Nona Muda! Barang yang anda pesan sudah ada di belakang.”
Livy pun langsung melihat ke belakang. Tampak ada dua kotak besar di sana dan Livy langsung mengambilnya satu per satu dan memberikannya kepada Marcho.
“What is this?” tanya Marcho sambil membuka tutup kotaknya.
"Seragam yang harus dikenakan untuk ke kantor, sayang!" jawab Livy.
"Pakailah! Aku akan memakaikan dasinya selepas ini."
__ADS_1
Livy langsung memasang privasi di mobilnya agar Marcho bisa berganti baju dengan tenang.
Tanpa banyak tanya, Marcho pun langsung memenuhi permintaan istrinya. Ia langsung mengenakan kemeja dan jas yang sudah disiapkan Livy di mobil.
Setelah itu Livy dengan telaten memasangkan dasi di leher suaminya dan memberikan kecupan mesra setelahnya.
"Maafkan aku sayang, aku belum memberitahukan sebelumnya."
"Mulai hari ini, kau yang akan menjadi direktur di perusahaanku!" jelas Livy membuat Marcho langsung membeliak kan matanya.
"Apa ini tidak berlebihan sayang?" tanya Marcho dan Livy langsung menggelengkan kepalanya.
"Sama sekali tidak, suamiku sayang. Kumohon berjuanglah demi aku, Hizkiel, dan anak kita nanti!" pinta Livy.
Marcho pun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia pun hanya bisa memeluk istrinya dengan sangat erat.
"Aku akan menjalankan ini dengan baik demi keluarga kita sayang!" tutur Marcho.
Tak lama kemudian, mobil pun sampai di depan perusahaan Livy. Berbagai ucapan penyambutan selamat datang untuk Marcho sebagai direktur baru sudah terlihat mulai dari gerbang pintu masuk.
"Lakukan dengan baik suamiku sayang!" pinta Livy yang langsung diangguki oleh Marcho.
Pintu mobil pun terbuka, dengan gagah Marcho keluar dari mobil dan langsung di kawal dengan beberapa anak buah di kantor, begitu juga dengan Livy.
Meski ini sangat mendadak, namun tidak membuat Marcho canggung karena dia memang seorang CEO. Penampilan Marcho yang tampak sangat gagah membuat semua karyawan tidak ada yang berani menyepelekannya sedikit pun.
__ADS_1
Terlebih sebelumnya Livy sudah mengumumkan jika suaminya juga CEO di perusahaan pertambangan perak.