Tawanan Duda Tampan

Tawanan Duda Tampan
Shock!


__ADS_3


“Apa lagi yang kau ingin bicarakan denganku Livy Cantika?” tanya Reggy dengan nada ketusnya.


“Ingat Livy! Kau adalah satu-satunya wanita yang sangat aku benci dalam hidupku! Kau sudah merebut Randy dan juga Marcho sekaligus dari ku!”


“Dasar ****** tamak murahan!”


Plak!


Tangan Marcho mendarat mulus di pipi Reggy membuat Livy langsung menarik tubuh suaminya agar menjauh dari Reggy.


“Jangan seperti ini, sayang! Aku mohon, tenanglah!” pinta Livy sambil mengusap dada suaminya.


“Bagaimana aku bisa tenang mendengar istriku dilecehkan oleh wanita menjijikkan seperti dia!” balas Marcho sambil menunjuk ke arah Reggy.


Livy langsung menutup mulut suaminya dengan tangannya dan memberi kode untuknya agar diam dan tenang. Sedangkan Reggy yang melihat kemesraan Marcho dan Livy pun langsung merasa hatinya begitu sakit.

__ADS_1


Penyesalannya saat ini semakin dalam telah meninggalkan Marcho dan juga putra kandungnya demi kepentingannya sendiri. Tangan Reggy mengepal kuat menahan rasa cemburu, penyesalan, dan sakit hati yang bercampur aduk dalam dirinya.


Randy makin mengacuhkannya saat mengenal Livy dan begitu terobsesi untuk memilikinya. Dari situ kehidupan Reggy tidak lagi merasa bahagia. Apalagi saat ia menjadi budak **** Julio dan juga anak buahnya yang seolah tidak ada kata lelah dan puas.


Dan karena Livy juga, ia kembali harus melayani anak buah Marcho yang selama ini menyekapnya. Bahkan anak buah Marcho membawa teman-temannya yang lainnya untuk menikmati tubuh Reggy.


Dengan geram Reggy mengambil gelas kaca yang ada di atas nakas dan melemparkannya ke arah Livy. Melihat hal tersebut, Marcho pun langsung memeluk tubuh istrinya untuk menghindari lemparan Reggy sampai mereka terjatuh bersama di atas lantai dengan posisi Livy di atas tubuh Marcho.


Pyar!


Gelas yang dilemparkan Reggy pun pecah mengenai pintu ruangan dan hampir saja mengenai tangan Livy. Posisi Livy yang terlihat begitu intim dengan Marcho membuat kemarahan Reggy semakin menjadi-jadi. Ia pun semakin membabi buta melemparkan segala benda yang ada di dekatnya ke arah Livy.


“Aku benci kamu Livy!”


“Gara-gara kamu aku diacuhkan Randy dan menjadi budak **** papanya, Julio yang gila itu!”


“Gara-gara kamu juga aku menjadi mainan anak buah suamiku sendiri!”

__ADS_1


Reggy terus saja menceracau sambil melemparkan barang ke arah Livy. Sedangkan Livy sangat terkejut saat mendengar Reggy mengatakan perihal Julio yang ternyata adalah papa Randy.


“Apa yang kau katakan Reggy?” tanya Livy meninggikan suaranya. “Julio itu papanya Randy?”


Tawa Reggy seketika pecah mendengar pertanyaan konyol dari Livy.


“Dasar bodoh! Ternyata kau sangat bodoh Livy karena baru mengetahui jika Julio adalah papanya Randy, lelaki yang dulu sangat kau cintai dan menjadi cinta pertamamu!”


“Ha ha ha ha! Jika aku terkena HIV, sudah pasti Julio juga akan terkena penyakit ini dan justru akan lebih parah dariku. Dan tentunya Mama Widya juga akan menyandang status sebagai pasien HIV!”


Livy langsung menutup mulutnya dan menahan dirinya agar tidak menangis. Ia pun langsung keluar dari ruangan Reggy, sedangkan Marcho pun langsung menyusul langkah istrinya yang sedang kalut.


Sesampainya di dalam lift, Marcho langsung memeluk istrinya dengan sangat erat. Namun Livy justru langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri dalam pelukan Marcho.


Dengan sigap Marcho pun menggendong istrinya dan langsung membawanya bertemu dengan dokter untuk mengecek kondisi Livy.


“Tuan Marcho, Nona Livy hanya sangat shock hingga membuatnya tidak sadarkan diri. Namun setelah sadar nanti, ia langsung bisa dibawa pulang karena memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan!” jelas dokter tersebut.

__ADS_1


“Terima kasih dokter!”


Setelah dokter yang memeriksa Livy keluar dari ruangan, Marcho pun kembali duduk di samping Livy dan menggenggam tangannya dengan sangat erat.


__ADS_2