
Setelah menempuh penerbangan selama dua jam, kini Livy, Marcho, dan dua orang bodyguard nya tiba di kota kelahiran Livy. Kedatangan mereka yang sudah diketahui oleh Julio pun langsung disambut oleh Julio di pintu kedatangan.
"Selamat datang kembali, Livy Cantika!" sambut Julio dengan wajah yang begitu gembira.
Sedangkan Livy hanya diam dan mengacuhkan papa tirinya. Melihat Livy melewatinya begitu saja, membuat Julio langsung mengejar Livy dan mensejajarkan langkahnya.
"Kenapa kau masih mengacuhkan papa begitu saja Livy sayang. Papa sudah luangkan waktu papa untuk menjemput kalian di sini!"
"Mohon maaf Tuan, saya mohon jangan mengganggu Nona muda kami! Kami juga tidak perlu dijemput seperti ini karena kami bisa kembali sendiri!" timpal Bobi.
"Ck, jangan sombong kalian jika hendak menuju ke rumah sakit dengan memesan taksi."
"Apa kata dunia, jika putri seorang bos tambang minyak justru pulang ke Mansion Utama naik taksi?" cemooh Julio yang dengan terang-terangan meremehkan Livy dan suaminya.
Tak lama kemudian, ada beberapa orang mendekati Marcho sambil memberikan kunci mobil kepadanya.
"Tuan Marcho Albert?!"
"Yes, I am!"
"Ini kunci mobil yang sudah anda pesan, Tuan. Semua administrasi sudah lengkap!" tutur salah satu dealer.
__ADS_1
Marcho pun menerima kunci beserta surat surat penting tersebut. Kemudian ia menyerahkan kuncinya kepada Bobi yang ia percaya untuk membawa mobil menuju ke rumah sakit dimana Mama Widya dirawat.
Betapa terkejutnya Julio saat melihat satu unit mobil toyota alphard berwarna dark grey sudah terparkir tak jauh dari mereka berdiri.
Melihat hal tersebut, Julio hanya mampu diam sambil mengumpat dalam hati dan semakin berniat untuk menghancurkan hidup Livy.
🍄🍄🍄
“Sial! Aku benar-benar salah perhitungan kali ini!”
“Aku pikir bisa membawa Livy menemui Widya. Ternyata ia justru sudah menyiapkan mobil sendiri!” gerutu Julio yang sebenarnya sudah berjanji untuk membawa Livy ke hadapan Widya.
Mama Widya yang tengah dirawar di rumah sakit hanya mengharapkan Livy kembali ke Mansion Utama. Ia pun meminta Julio untuk membawa Livy pulang dengan iming-iming akan menyerahkan lima puluh persen harta yang ia punya kepada Julio.
Ia pun langsung mengikuti mobil Livy dari belakang yang kini sedang menuju ke rumah sakit. Kali ini Julio sedang tidak sendiri, melainkan bersama satu orang bodyguard kepercayaannya yang selalu menemaninya setiap waktu.
“Tuan Julio, saya rasa anak tiri anda semakin menawan setelah menikah dengan duda kaya raya itu!” celetuk Dirti, bodyguard kepercayaan Julio.
“Benar, Dirty! Semakin membuatku tidak sabar untuk mencicipinya! Tenang saja, jika nanti kau berhasil menyekapnya di suatu tempat, maka aku akan memberimu kesempatan untuk ikut mencicipinya. Bagaimana?” tawar Julio.
“Anda selalu menawarkan hal yang sama sekali tidak dapat saya tolak Tuan! Tentu saja saya mau, bahkan saya sangat memimpikan hal ini!” balas Dirty.
“Setelah aku benar-benar puas menikmatinya dan mendapatkan segalanya yang aku inginkan, maka aku akan memberikan anak itu untukmu secara Cuma-Cuma!” lanjut Julio.
__ADS_1
Obrolan mereka yang sudah mengkhayal terlalu jauh pun kini harus terhenti saat mereka tiba di parkiran rumah sakit. Julio pun meminta Dirty untuk menunggunya di parkiran, sedangkan Julio langsung menuju ke ruang rawat istrinya karena Livy sudah pasti menuju ke sana terlebih dahulu.
Namun sayangnya Julio sama sekali tidak mendapatkan Livy di sana saat ia sampai di ruang rawat Widya. Padahal ia sudah melihat mobil Livy terparkir mulus tidak jauh dari tempoat ia memarkirkan mobilnya.
“Papa, dimana Livy?” tanya Mama Widya saat melihat Julio masuk ke dalam kamarnya seorang diri.
“Aku sudah membawakannya untukmu, istriku sayang! Tunggu sebentar lagi!” pinta Julio.
Julio pun kembali keluar dari kamar dan bertanya-tanya, “Kemana Livy sebenarnya?”
“Apa ia tidak tahu dimana mamanya di rawat”
“Atau ia sedang mampir di kantin untuk makan siang?”
Berbagai pertanyaan terus saja memenuhi kepala Julio yang sedang menantikan kehadiran Livy.
Kira-kira dimana Livy, Marcho dan juga kedua boyguardnya?
🥰🥰🥰
Malam semuanya,
Mohon maaf ya beberapa hari ini gak sempat update karena author masih ribet ikut tantangan di Novel toon. Terima kasih atas dukungan kalian semua.
__ADS_1