Telat Nikah?

Telat Nikah?
Sebel Tapi Juga Cinta


__ADS_3

####


Aku mendesah pasrah, membalikkan badanku dan memendang Bapak dan Ibu secara bergantian. Saat ini kami sudah berada di rumah sakit dan bahkan sudah berada di depan kamar inap Reynand. Tapi aku masih ragu untuk mengajak Ibu dan juga Bapak masuk ke dalam. Bukan apa-apa, kejadian tadi pagi masih belum kulupakan begitu saja, dan bahkan masih sangat membekas di ingatanku.


"Ibu sama Bapak yakin?" tanyaku memastikan sekali lagi.


Ibu mengerutkan dahinya heran kemudian mendengkus.


"Ora usah kebanyakan tanya, bikin curiga," gerutu Ibu sebal. "Buruan, ayo masuk!"


Aku merengut lalu menatap Bapak, meminta bantuan.


"Ibu sama Bapak cuma mau jenguk, nduk. Ora arep ngakon nikah sak iki opo maneh nikung," balas Bapak membuatku malah bertambah kesal.


Apaan deh, kenapa ada tikung menikung segala.


"Ayo, Bapak sudah ndak sabar."


Aku merengut kemudian mendesah pasrah sekali lagi, kemudian membuka pintu kamar inap Reynand dengan hati-hati.


"Assalamualaikum," sapaku sambil membuka pintu.


Semua orang yang berada di dalam ruangan langsung menoleh sambil menjawab salamku, termasuk Reynand.


"Assalamualaikum," sapa Ibu dan Bapak setelahnya.


"Wallaikumsalam," jawab mereka kompak. Raut wajah mereka tampak terkejut saat melihat Bapak dan Ibu, membuatku secara reflek meringis.


Tante Linda langsung berdiri menyambutku. Tanpa banyak berpikir aku langsung mencium punggung tangan Tante Linda baru setelah bersalaman dengan yang lain.


"Ini Ibu dan Bapak saya, Tante, kebetulan main ke Jogja, sekalian mampir jenguk," kataku memperkenalkan.


Dengan sigap Ibu dan Bapak menyalami Tante Linda baru anggota keluarga Reynand yang lain.


"Harusnya nggak usah repot-repot, Bu," ucap Tante Linda sambil meletakkan bingkisan buah-buahan yang Ibu bawa.


"Enggak ngerepotin kok, Bu," jawab Ibu.


Aku kaget karena Reynand tiba-tiba sudah turun dari ranjang sambil mengeret tiang infusnya dengan kesusahan, menghampiri kami yang sebagian masih bersalaman.


"Duh, istirahat dulu sana di kasur, Nak. Kenapa turun segala?" pekik Ibu kaget.


"Enggak papa, Bu. Bosen di kasur terus," jawab Reynand sopan, setelah mencium punggung tangan Bapak dan Ibu secara bergantian.


"Pencitraan ya, Mas, di depan calon mertua," sindir Arisha sengaja menggoda Reynand. Membuat semua orang tertawa.


Reynand kembali ke ranjangnya, tapi kali ini tidak berbaring. Ia duduk bersila menghadap ke arah sofa, sesekali menimpali obrolan Ibu dan Tante Linda dan yang lainnya.


"Belum tidur?" bisik Reynand tanpa suara, saat tak sengaja ia memergokiku menguap.


Aku menggeleng. "Dipaksa Ibu ke sini."


"Kenapa enggak nolak kalau capek?" tanya Reynand terlihat khawatir sekaligus tak enak.

__ADS_1


"Susah. Ohya, Ayah kamu ke mana kok nggak kelihatan? Pulang?"


"Mushola. Nah, itu," tunjuk Reynand saat mendengar suara pintu terbuka. Secara otomatis aku menoleh dan mendapati Om Pram masuk ke kamar inap Reynand.


"Loh, Muji?"


Aku langsung menoleh ke arah Bapak dengan tatapan bingung. Siapa itu Muji? Lalu pandanganku beralih pada Om Pram yang terlihat sama terkejutnya dengn Bapak.


"Wawan?" guman Om Pram terlihat tak percaya.


Bapak langsung berdiri dan menghampiri Om Pram.


"Piye kabare?" tanya Bapak. "Sajak.e wes makmur tenan iki yo, lemu tenan."


"Lha iyo, kabeh wes mentas, gari iku siji thok." Om Pram menunjuk Reynand sambil tertawa, kemudian keduanya kembali berpelukan khas laki-laki. "Ngko sek, awakmu kok iso mrene? Sopo seng loro?" tanya Om Pram saat menyadari kenapa Bapak bisa sampai di sini, di kamar inap sang anak.


"Jengukin calon mantu," jawab Bapak tanpa beban.


Reynand tersenyum mendengar jawaban Bapak, lalu meremas telapak tanganku.


Om Pram menatap semua orang yang ada di kamar inap Reynand dengan tatapan bingungnya, kembali menatap Bapak dengan ekspresinya, yang tidak bisa ku tebak. Bapak mengangkat bahunya acuh sebagai respon. Lalu setelahnya Om Pram mengumpat dalam bahasa Jawa.


"WONG EDAN! Dadi besanan iki awak e dewe?" tanya Om Pram tak percaya.


"Jarene."


"Aminin saja, Yah," celetuk Tante Linda sambil tersenyum penuh arti ke arah kami, aku dan Reynand.


"Dapet lampu hijau nih. Langsung ke KUA ya, besok?" bisik Reynand sambil tersenyum jahil ke arahku.


Dan kalian tahu apa respon darinya?


Reynand terbahak-bahak setelahnya, membuat semua orang menatap kami dengan tatapan bingungnya.


"Hayooo, abis pada ngomongin apa?" celetuk Om Pram lalu berjalan menghampiriku. Dengan cepat aku langsung berdiri dan mencium punggung tangan beliau. Mengabaikan pertanyaannya tadi.


"Wes, langsung rapat buat nentuin tanggal sekalian ya, nanti," ucap Om Pram sambil menoleh ke arah Bapak.


"Manut. Wes podo-podo tuo, yo mathuk.e lek dinikahke to?" balas Bapak dengan candaan khasnya.


"SETUJU!!!" seru semua orang dengan kompak, kecuali aku dan Bapak.


Aku melotot ke arah Reynand, sedangkan pria itu hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya.


Wow. Luar biasa sekali skenario yang dituliskan untuk hidupku, gampang banget dapet restunya.


****


Aku berdecak sebal sambil merapihkan rok lilitku, kedua mataku menatap tajam ke arah Reynand yang tengah memasang wajah cengengesannya. Tangan kanannya melambai ke arahku sambil tersenyum.


"Cantiknya calon istri aku," goda Reynand dengan senyum jahilnya. "Udah siapkan? Berangkat sekarang?"


Dengan wajah masih sedikit kesal aku mengangguk sebagai tanda jawaban.

__ADS_1


Kalian harus tahu kenapa aku bisa sampai sekesal ini. Jadi begini ceritanya. Semalam aku begadang untuk menyelesaikan desainku, mumpung sedang dapat inspirasi juga. Aku baru bisa tidur sekitar jam setengah enam pagi. Saat aku sedang menikmati indahnya dunia mimpi, tiba-tiba aku harus dibangunkan suara dering ponsel dari Reynand yang memintaku untuk segera bersiap.


"Memang mau ke mana sih?" tanyaku saat itu, masih setengah mengantuk.


Reynand berdecak dan mengataiku pikun. Yang membuatku kesal setengah mati terhadapnya.


"Kita harus ke nikahan mantan kamu, sayang. Aku udah otewe nih. Kamu udah mandikan? Kurang ngapain?"


"Astaga, kenapa kamu jadi semangat gitu sih? Aku bahkan baru tidur." Aku kemudian menegok jam wekerku yang ternyata masih menunjukkan angka delapan lebih sedikit. "Aku tadi tidur jam setengah enam loh."


"Ngapain tidur jam segitu?" Nada bicara Reynand terdengar marah dan juga khawatir.


"Begadang. Maklum, orang sibuk," balasku asal.


"Ya udah, sana buruan mandi. Aku udah mau jalan."


"Enggak mau!! Mau tidur," tolakku mentah-mentah.


Lalu mematikan sambungan telfon begitu saja. Tapi setelahnya, aku tetap bangun meski tidak langsung mandi dan memilih untuk sarapan terlebih dahulu.


"Kenapa cemberut aja sih?"


"Kesel sama kamu," rajukku manja.


"Loh, aku baik lho, siap bersedia membangunkan kamu dan me--"


Aku langsung membekap mulutnya dengan telapak tanganku.


"Ssst, berisik. Aku mau tidur."


"Judes banget," gerutu Reynand sebelum melajukan mobilnya. Sementara aku bersiap untuk tidur.


"Biarin, judes-judes gini juga cintakan?" sindirku yang langsung disambut gelak tawa dari Reynand.


"Haha, bisa banget deh kamu. Tapi bener sih, dan itu kadang bikin aku sebel."


"Aku juga," balasku dengan kedua mata terpejam.


"Juga cinta apa juga sebel?"


"Sebel karena cinta juga sama kamu."


"Iiih, kenapa baru bilang? Kenapa nggak pas lampu merah tadi," protes Reynand.


Keningku mengerut tak paham. "Kenapa emang?"


"Ya, kalau pas lampu merahkan bisa nyium," celetuk Reynand dengan wajah tanpa dosanya.


Aku hanya meliriknya tajam sebelum memilih memejamkan kedua mataku. Nggak peduli senyebelin apa pria ini, aku tetap mencintainya dan selalu mengharapkan jika dia yang menjadi suami dan juga Ayah dari anak-anakku kelak. Aneh memang, tapi aku tidak peduli.


**Tbc,


hehe, mohon maaf baru up lagi, tadi pulang dari dokter belum sempet ngecek kalau ternyata review-nya selesai 😂. sesuai permintaan aku up terus kan, hehe, tpi abis ini hiatus dulu, ya, plis cariin plus tungguin kisah mereka 😁. ohya, mohon maaf kalau bhs yg bkn Indo italiknya ilang, tpi sebenarnya aku pke italik kok, cuma gk tau knp pada ilang 😂 ya udah, sekian dulu deh cuap2nya. aku update ini jam 21.13 ya, cuma gk tau nnti review-nya selesai malam ini atau besok 😂

__ADS_1


ya udah, sampai bertemu lagi di next episode, yang entah kapan lagi aku bisa updatenya 😁😆🤗😍😘😙**


__ADS_2