
Adam dan Asri sudah selesai makan tapi masih duduk santai dimeja mereka karena tempat makan mereka tidak terlalu ramai jadi bisa sedikit berlama lama sambil memainkan ponsel masing masing tanpa obrolan.
Iya Adam walaupun sering jalan sama Asri tapi memang banyak diam kalau ga Asri duluan yang memulai obrolan.
Kadang kalau Asri mengajak bercanda berlebihanpun Dia langsung teringat Ghina. Terkadang muncul dalam benaknya kok dulu ga berusaha untuk kuliah di jogja saja biar bisa bareng sama Ghina.
kalau begini mau bertemu saja susah, bathinnya.
Sementara Asri hanya sesekali mencuri pandang semenjak tadi telpon sama Ghina terlihat wajah Adam seperti memikirkan sesuatu, sehingga dia ga berani mengajak bercanda atau bahkan sekedar ngobrol saja tidak berani memulai, kalau sudah begini pasti akan hening karena Adam jarang bisa memulai pembicaraan.
________
Hujan sangat deras ketika Ghina sudah memulai kerjanya dikedai.
Hmmm.... semoga walaupun hujan begini kedai ini tetep ramai seperti biasanya, bathin Ghina sambil memandangi jalanan depan kedai yang sudah mulai digenangi air.
Dia masih terngiang tadi suara saat Adam menutup telponnya tadi, terbersit penyesalan kenapa waktu mengobrol tadi tidak menanyakan Adam dimana, lagi apa,,, begitu bathinnya. Kok suara tadi seperti tidak asing tapi.... tidak ah ... jangan mikir aneh aneh, bathinnya lagi sambil menuju pentry disana ada Chandra, Billy dkk yang sedang mempersiapkan pesanan pelanggan yang sedikit sepi.
"Ada apa... lo dari tadi kayak berfikir berat nok", tanya chandra.
"Oohhh itu... lagi memikirkan hujan, semoga membawa berkah", jawab Ghina sekenanya.
"Iddiiihhhh.... hujan memang selalu membawa berkah ya kadang ada musibahnya juga tapi ya.... gitu deh...." jawab Chandra tidak dilanjutkan karena bingung mau ngomong apa haaa...
Ghinapun mengambil nampan yang telah terisi pesanan untuk diantar ke meja pelanggan.
Hujan terus saja belum reda bahkan cenderung tambah deras seperti kayak ditumpahkan dari langit sangat deras dan lumayan lama sampai selepas isya' baru mulai reda.
Sejam setelah hujan reda kedaipun mulai ramai, Ghinapun dkk bertambah sibuk pastinya sampai jam kedsi tutup masih ada beberapa pelanggan yang belum bersnjak, kalau begini Ghina dkk menunggu disambil beberes dan merapikan meja kursi. menunggu sampai pelanggan beranjak pulang barulah mereka juga buru buru untuk berkemas pulang juga.
Alhamdullilah... hujannya sudah reda jadi bisa pulang dengan aman, jalannya tidak digenangi air lagi, bisa jalan dengan aman, bathin Ghina sambil melangkah keluar kedai.
"Mau dianter ga nok, tanya Chandra setengah berteriak karena Ghina sudah dipinggir jalan.
"hemmmm.... ikhlas nih mau nganter... Jawab Ghina meyakinkan chandra.
__ADS_1
" Ridho bingit denok... ga ppetcayaan amat sih sama gue, tampang baik begini masih diragukan ...hmmm... jawab chandra sambil menggeleng gelengkan kepala.
Setelah chandra memajukan motornya sampai didekat Ghina kemudian berhenti mempersilahkan Ghina naik diboncengannya.
Ghinapun dengan cepat naik, karena dia juga sangat berharap cepet saampai dirumah kemudian memejamkan mata yang sudah setengah watt, pikirnya.
___________
Keesokan harinya hujan kembali menghuyur deras, Ghina sudah bersiap berangkat kuliah pagi kebetulan hari itu teman satu kostnya Oliviapun sama ada jam pag,i mereka memutuskan untuk bareng setelah sebelumnya sarapan dengan nasi kucing beli di warung depan kost.
Setelah berpamitan sama ibu kost merekapun berangkat dengan menaiki motor Olivia.
"Ghin... mau pakai jas hujan ga nih, masih sedikit gerimis, tanya oliv
"ga usah lah sepertinya ga bikin sampai basah deh soalnya gerimisnya kecil terus lagiankan dekat ini, jawab Ghina
"Oke kalau gitu ayo... agak sepet ya biar ga kebasahan, imbuh Oliv.
Sesampainya dikampus Oliv dan Ghina kemudian menuju kelas masing masing.
________
Ya Alloh ... Ya Robb... ini kenapa kok dadaku hari ini terasa seperti dihimpit batu, bathin Ghina saat sedang mendengarkan dosen menerangkan materi hari ini.
Sampai jam mata kuliah berakhir Ghina masih merasa sesak... kemudian saat terdengar adzan dhuhur ia memutuskan untuk sholat dulu dimasjid kampus sebelum akhirnya cari makan.
Setelah sholat rasa sesak didadanya berangsur hilang tidak terasa lagi.
Alhamdulillah..... ucapnya pelan sambil membetulkan hijabnya.
Hari ini jam kuliah sampai sore jam 4 baru kelar, sehingga memutuskan langsung ke kedai tidak pulang dulu.
______
Hari itupun ditempat Adam juga hujan terus dari kemarin.
__ADS_1
Sepulang dari kuliah Adampun hanya berdiam diri dikamar, sambil memainkan ponselnya.
Mau telpon Ghina tapi pasti dia lagi sibuk kerja jam segini... hmmm... kok gini Ghin, aku jadi sering hampa LDR an sama, kalau tau begini rasanya aku dulu kuliah satu kota sama kamu,,, lamun Adam yang dipenuhi rindu pada Ghina.
Entah kenapa akhir akhir ini Adam sering galau kalau teringat Ghina, apalagi karena kesibukan Ghina jadi tidak bisa punya waktu luang yang sama sehingga tidak bisa telpon setiap kali Adam punya waktu.
Asri sebenarnya tahu kalau Adam akhir skhir ini sering rindu berat sama Ghina, dia suka ingin menghibur.
Seperti saat ini dia datang membawakan makan malam untuk mereka makan berdua dikosan Adam.
"Assalamualaikum.... tok ... tok... tok... Adam ini Asri
" Waalaikum salam... jawab Adam sambil beranjak jalan kearah pintu untuk membukanya.
Ada apa... tanya Adam sedikit mengernyitkan keningnya karena heran tumben tumben nih anak datang ke kosannya.
" ga aku cuma mau main sambil bawa makan mau makan malam bareng kamu, jawab Asri sambil nyelonong masuk krmudian duduk dikursi belajar Adam.
"Adampun hanya memanyunkan bibir sambil memutar matanya, tanda ga bisa menolak.
kemudian Asripun membuka makanan yang dia beli saat menuju kekosan Adam, sebagai menu makan malam mereka yaitu ayam geprek.
Ayo cepet dimakan mumpung masih hangat, sodor Asri pada Adam.
Adam kemudian menerimanya.... kalau mau main aja g usah bawa bawa makanan, kita bisa cariakan bareng setelahnya, ucap Adam dingin sambil membuka box nasi yang disodorkan Adri tadi.
Namun bagi Asri kata kata tadi seperti harapan kalau dia boleh sering datang ke kosan Adam terus kemudian cari makan bareng.
Kok hati Asri jadi seneng gimana gitu... dia jadi lupa niat awal datang ke kosan Adam.
Setelah selesai makan mereka mengobrol sebentar, kemudian Asri berniat pulang karena sudah jam 9 : 30 malam, namun karena masih hujan lumayan deras Adampun melarang Asri untuk pulang dia menyarankan menunggu sebentar lagi sampai agak reda.
Asri tambah salah arti lagi, hatinya tambah seneng karena Adam tambah perhatian sama Dia, pikirnya.
tbc
__ADS_1
____________________________________________