TERJAL

TERJAL
Resepsi #1


__ADS_3

Adzan maghrib berkumandang saat riasan Ghina selesai. GHina duduk tenang disamping Al di sofa ruang tunggu acara sebentar lagi akan dimulai.


" Setelah selesai sholat langsung siap-siap ya... karena acara Panggih dan ijak telor dan iringan serta sungkem hanya 30 menit harus beres" ucap IO yang mengarahkan acara.


Semua yang berada di ruangan itu mengerti langsung mengiya kan.


*


Sementara Mba Dilla mengecek kesiapan katering dengan mbok Sri di temani pegawai dari pihak IO.


"Bu Dilla... setelah ini langsung bersiap gabung dengan anggota keluarga yang lain ya untuk acara selanjutnya" ucap IO memberi pengarahan yang di jawab anggukan Dilla.


*


Sementara Al diruang tunggu terus saja memegangi tangan istri sambil membelai punggung tangannya.


" Ada apa?" tanya Ghina lembut.


" Kamu sangat cantik...... pasti nanti banyak yang memujimu.... " jawab Al manja.


" Lha terus... mas juga sangat tampan dan gagah lagi.... ditambah mantan mu yang segudang itu pasti nanti pada minta selfi dech" ucap Ghina dengan suara lirih.


"Hahaaaaa..... mantan boleh segudang tapi istri cukup satu" ucap Al sambil mencubit hidung Ghina.


" Acara mau dimulai ... mohon mempelai dan anggota keluarga untuk bersiap di depan pintu masuk ruangan" Suara IO pemandu memberi petunjuk arah dan mengantar sampai tempat yang dimaksud.


Al dengan cekatan menuntun tangan Ghina untuk berjalan. Kemudian Diarahkan untuk acara Mulai dari depan sampai jalan beriringan melewati karpet merah menuju pelaminan.


Mereka berjalan pelan, tangan Ghina mentaut pada lengan Al dengan membawa sebuah buket bunga nan cantik, diiringi alunan musik serta penari sebagai pembuka jalan


Al Nampak ganteng dan gagah dengan setelan jas beskap dipadu dengan blangkon sementara Ghina dengan gaun bertatahkan batu suarosky dengan hijab dan dihias mahkota ditambah senyum yang selalu mengembang dari bibir Ghina nampak sangat cantik dan anggun.


Semua mata benar-benar takjub melihat kedua mempelai ini, sangat serasi yang satunya ganteng dan gagah dan yang satunya cantik dan anggun.


Semua saudara, teman dan tamu undangan yang sudah datang berbaris rapi di pinngir karpet tempat mempelai dan keluarga inti berjalan menuju pelaminan.


Ada yang sibuk memvideokan ada yang ambil foto ada juga yang sekedar memandang penuh kagum.


Perlahan-lahan kakinya melangkah sampai naik ke pelaminan kemudian sungkem kepada kedua orang tua/ wali kedua belah pihak baru kemudian duduk di pelaminan.


MC yang membaca kan acara akhirnya mengumumkan bahwa acara resepsi pernikahan sepasang pengantin yaitu Den mas Bagus Muhammad Al gifary dan Nimas Ayu Ghina hasanah resmi dimulai kepada para keluarga, kerabat serta tamu undangan yang akan memberikan ucapan selamat serta doa dimohon untuk antri berbaris di karpet merah dengan rapi.


Sekali lagi kepada ke dua mempelai yang berbahagia malam ini semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawadah dan Warohmah diberikan momongan yang sholeh dan sholihah Aamiin yra" ucap MC tersebut.


Satu persatu saudara, kerabat dan tamu undangan bersalaman memberikan doa dan ucapan selamat. Kadang antrian mereka di jeda untuk sesi foto pengantin atau tamu undangan VIP berfoto dengan pengantin.


Sementara disudut ruangan sejajar dengan pelaminan nampak sebuah panggung musik.

__ADS_1


Chandra tanpa ragu menyumbangkan sebuah lagu dari mbak Shania Twain " From this moment on"


I do swear that I'll always be there


I'd give anything and everything and I will always care


Through weakness and strength


Happiness and sorrow


For better, for worse


I will love you with every beat of my heart


From this moment, life has begun


From this moment, you are the one


Right beside you is where I belong


From this moment on


From this moment, I have been blessed


I live only for your happiness


And for your love, I'd give my last breath


From this moment on


I can't wait to live my life with you, I can't wait to start


You and I will never be apart


My dreams came true because of you


From this moment as long as I live


I will love you, I promise you this


There is nothing I wouldn't give


From this moment on, oh…


Sebagian tamu undangan ada yang masih mengantri mengambil makan ada juga yang menikmati makanan sambil berbincang.


Terlihat seorang tamu baru turun dari mobilnya berjalan lesu memasuki ruang resepsi.

__ADS_1


Dia nampak berhenti sebentar didepan pintu masuk sepertinya dia sedang memastikan sesuatu. Mengamati dengan seksama sebuah foto besar dibingkai dengan indah, matanya tertuju pada foto mempelai wanita. Ada gurat sendu setelah memastikan penglihatannya.


" Ternyata benar... " ucapnya sambil berjalan gontai menuju pelaminan.


Setibanya di pelaminan dia langsung memberikan ucapan kepada Al dan Ghina.


" Selamat ya untuk kalian... semoga langgeng terus" ucapnya setelah menyalami Ghina


" Terima kasih pak Hanif, sudah meluangkan waktunya.... maaf kali ini Ghina tidak bisa menyuguhkan kopi.... silahkan menikmati jamuan kami pak " bisik Ghina, ada senyum hambar terlukis dibibir dosen cool itu.


Pak Hanif kemudian turun dan mengambil jus , beberapa buah mini cake juga pudding.


Kemudian mencari tempat untuk menikmati sajian itu sambil matanya lekat memandang kearah pelaminan, entah apa yang menjadi pikirannya.


" Aowwww.... "


Seorang tamu undangan berteriak, rupanya hijab panjangnya tersangkut di jam tangan pak Hanif.


" Maaf....." suara gadis dengan muka malu.


" Sebentar mbak... saya bantu lepasin dulu" ucap Pak Hanif sedikit kaget.


" Ini tersangkut pengait jam tangan saya" ucapnya lagi.


" Maaf ya Mas.... sudah mengganggu, tidak sengaja saya kurang berhati-hati" ucap Gadis itu.


" Tidak masalah.... tapi hijabnya jadi sedikit cidera nih mba" ucap pak Hanif.


" Tidak apa-apa, maaf dengan mas siapa boleh saya kenal?"


" Boleh mba... saya Hanif.... mbaknya siapa?"


" Saya Nola mas sahabat Ghina dari TK sampai SMA"


" Berarti mba satu daerah sama Ghina?"


" Iya ... satu desa kami mas"


"Silahkan lanjut menikmati jamuan nya mas... saya mau mencari tempat duduk dulu", pamit Nola.


" O ya mba... kalau satu daerah sama Ghina, kapan ada main ke sana saya boleh mampir ya mba.."


" Boleh banget mas... ini nope saya seandainya berkenan mampir silahkan Nola 081322xxxxxx"


"Oke saya simpan, terima kasih, silahkan kalau mau mencari tempat duduk" pak Hanif mengambil ponselnya kemudian mencatat nope Nola.


Sebenarnya dalam hati pak Hanif sama tidak penasaran dengan Nola, tapi karena satu daerah sama Ghina jadi dia seperti ingin kenal seseorang dari kampung itu, setelah Ghina menikah tentulah tidak bisa seenaknya main ketempat Ghina meminta kopi buatannya. Maka dari itu setelah disebutkan satu daerah sama Ghina ada keinginan untuk lebih tau.

__ADS_1


tbc


____________________________________________


__ADS_2