
"Al merasa senang dengan ucapan Ghina barusan, selama ini seorang Cindy yang ga pernah diakui sebagai pacar saja selalu minta jatah bulanan yang lumayan dengan alasan buat beli susu untuk anaknya yang sudah yatim. Lah ini istriku baru dikasih kartu belum digesek, belum diambil uangnya sudah berucap terim kasih penuh haru" lamun Al.
"Sayang... seandainya kamu tahu betapa bersyukurnya aku memiliki mu" guman Al sambil menatap istrinya keluar kamar membawa piring sarapan yang belum disentuh sampai menjelang jam 10.
"Sayang ... sarapan dulu" teriak Al dari kamarnya sambil menatap istrinya menuju ruang tv.
"Iya mas... ini mau Ghina makan kok sambil nunggu ibu" jawab Ghina sambil duduk di sofa.
Al yang memperhatikan dari kamar akhirnya menyusul Ghina dan langsung duduk disampingnya, meminta piringnya kemudian menyuapi istrinya.
"Aaaakkk.... "
" Bentar mulutku masih penuh mas" jawab Ghina.
"Yang.... rambutmu masih basah, lepas dulu hijabnya nanti pusing, keringkan dulu pakai pengering rambut punya kak Dilla tuh di rak itu...... sambil nunggu ibu!!" suruh Al sambil menunjuk tempat yang dimaksud.
" Sebentar kalau gitu mas" Ghina beranjak menuju tempat tersebut dan menemukan benda yang dimaksud, kemudian mengambilnya dengan segera menggunakannya, Al pun mengikuti layaknya seorang bapak yang menyuapi anaknya.
Setelah selesai dan makanan yang di piring juga sudah habis Ghina kembali memakai hijabnya dan kembali duduk menunggu ibunya.
Tak berapa lama yang di tunggupun udah siap
" Ayo sayang... " ajak ibu pada Ghina.
"Ya bu... " Ghina beranjak jalan menyusul mertuanya menuju mobil yang telah siap di halaman disana pak Totok pegawai bu Heni yang serba bisa mulai dari jaga rumah(satpam) sopir, tukang kebun, sudah siap mengantar menuju tempat perawatan ibu dan menantu itu.
Ghina mencium punggung tangan suaminya
"Assalamualaikum..." pamit Ghina
"waalaikum salam... nanti mas jemput", jawab Al sambil mengusap pucuk kepala Ghina.
Ibu dan Ghina kemudian masuk kedalam mobil, sesaat kemudian sudah meninggalkan halaman rumah.
_____
Sesampainya di salon kecantikan Ghina dan ibu langsung disambut oleh beberapa pegawai salon untuk melakukan perawatan.
Hingga hampir jam 3 sore mereka baru selesai.
Ghina langsung menghubungi suaminya untuk dijemput.
__ADS_1
Setelah menjemput istri dan ibunya Al membawa mereka ke sebuah tempat untuk makan siang mereka yang sudah sangat terlambat, menu makan siang mereka kali ini Soto daging.
"Segerrr..." ucap bu Heni yang nampak terlihat cantik dan segar setelah perawatan.
"Ibu.... sebaiknya ibu jangan terlalu sering perawatan bu... " ucap Al
"Emang kenapa kak" tanya Ghina.
"Lihat.... ibu terlihat sangat cantik dan lebih muda dari usianya, nanti kalau ada yang naksir, Al ga mau punya bapak baru... hahaaa" canda Al
" Iidiihhhh.... kamu ya Al... mau seneng sendiri, hahaaa... kalau begitu cepat bikin cucu buat ibu biar ibu di rumah terus mengurus cucu ibu" ucap bu Heni.
" Cucu... di rumah juga sudah ada dua krucil tuh Leo sama Lea bu" ucap Al
" Mereka sudah gede... udah sibuk sama sekolah mereka".
" Doain ya bu... masih dalam proses semoga sukses" jawab Al sambil melirik pada Ghina, yang di lirik cuma senyum sambil menunduk malu.
Selesai makan mereka menuju tempat perbelanjaan untuk mencari suovenir dan juga pernak pernik yang lain untuk persiapan resepsi.
Mereka pulang hampir jam 8 malam. setelah sampai rumah ibu langsung masuk kekamar begitupun Al dan Ghina juga langsung menuju kamar mereka, kemudian mandi dan sholat isya berjamaah baru kemudian bergabung ke ruang tv bersama yang lain, disana ada Leo dan Lea sedang asyik bermain.
" Bu... tadi kita makan duluan, habis nungguin ibu sama Al lama anak-anak keburu lapar " ucap kak Dilla.
" Baik bu..." dengan cekatan mbok Sri langsung memanaskan rawon dan menggoreng tempe, menu makan malam ini.
Sebentar kemudian makanan sudah siap.
"Al ajak istrimu duduk sini... kita makan bareng, siapa yang belum makan ... ayo sekalian bareng-bareng sini" ajak ibu.
Al kemudian berdiri sambil menggandeng tangan istri nya berjalan menuju meja makan.
" Harum ... kayak nya sedap nih" ucap Ghina sambil mengambilkan nasi buat Al.
" Mau pake tauge nya mas, sambel juga?" tanya Ghina.
"Al biasanya suka semuanya Ghin, dia ga susah kok makan, apa aja doyan" kilah ibu.
" Iya apa aja... diperasin jeruk nipis tambah mantap sayang... " Al seraya mengambil irisan jeruk.
" Alhamdulillah bu kalau gitu..." ucap Ghina pada ibu, "secara Ghina kan wong ndeso mas... masak nya cuma gitu-gitu aja ga bisa yang aneh-aneh " tambah Ghina lagi kali ini dimaksud Al.
__ADS_1
" Bukannya emak- emak sekarang kalau mau masak suka nyontek menu pada mbah gocel ya..." ucap Al sambil terkekeh.
" ya itu kalau emak-emak.... kalau mbak-mbak kayak aku ya..... pesan online mas... hahaa... " ucap Ghina bercanda.
"Jangan Ghin... biasakan nyiapin makan suamimu masakan sendiri ga usah pesan selagi sehat dan ga sibuk, usahakan masak sendiri di rumah!!" tegas ibu.
" Iya bu..." ucap Ghina mengiyakan."waduh begini amat ibu mertuaku ya ..... padahal aku cuma bercanda... heheee tapi gapapa berarti dia perhatian", bathin Ghina.
" Dia pasti rajin masak bu nanti kalau sudah benar-benar hidup berdua dengan Al" bela Al.
"Kak mah di ambilin kerupuknya lagi?" tanya Ghina membuat santai suasana.
" Cukup sayang... sudah kenyang banget... " jawab Al
Ghina yang melihat suaminya kepedasan sampai keringat bercucuran akhirnya mengambil tisu kemudian mengelap kening Al.
"Sambel mu pedes tenan Sri" ucap ibu pada mbok Sri. Sementara mbok Sri yang duduk didekat dapur cuma senyum"
"Mantap mbok.... gurih kuahe pedes sambele" kata Ghina ke arah mbok Sri dengan acungan jempol.
Setelah semua selesai makan mbok Sri membereskan meja makan dibantu Ghina.
"Mas, bu... semuanya ada yang mau teh hangat?" tanya Ghina yang masih didapur.
Ga ada jawaban. Akhirnya....
" mau Ghin... kopi pahit boleh " jawab mas Herman
" Mas mau teh panas .... antar ke taman belakang, mau cari angin... gobyos, kepedesan sambel e si mbok" ucap Al sambil berlalu keluar.
Kemudian Ghina menyajikan secangkir kopi pada kak Herman yang sedang asyik bercengkerama bersama anak dan istrinya didepan tv, dan satu mug teh panas dia bawa ke taman menyusul suaminya.
"Mas.... ini teh nya" Ghina seraya menaruh mug di bangku taman.
"Duduk sini sebelah mas sayang...." perintah Al masih asyik mengotak atik ponselnya.
Ghina kemudian duduk disamping Al.
"Sayang.... habis resepsi langsung ikut ke Malang ya" ajak Al.
Ghina langsung mendonggakan kepalanya... antara kaget tapi sudah tau resikonya jadi istri. Cuma selama ini Ghina belum berpikir kalau ke malang bukannya dia juga punya usaha disini juga kenapa harus stay di Malang.... bathin Ghina.
__ADS_1
tbc
____________________________________________