
"Ghin... kakak butuh wanita yang mengerti kakak, yang bisa kakak percaya dan juga bisa jadi ibu buat anak-anak kakak kelak, bukan wanita yang hanya suka menghamburkan uang, dandan menor, barang branded tapi kakak butuh ketenangan Ghin... ucap Al lirih.
"Ghina yakin kak Cindy bisa kak..."
"Ghin... bisa kan disini kamu jangan sebut nama dia lagi... kakak sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sudah putus, kalaupun dia masih mengejar kakak, kakak ga mau... kenapa kakak sampai menghabiskan waktu 3-4 tahun ini sama dia ya karena setiap kali kakak berusaha menghindar dia mengejar terus Ghin... kakak cape... ada rasa kasihan sama dia tapi lama-lama jadi memuakkan, inilah yang membuat kakak seperti ini... kakak menyesal pernah mengenal dia... dibilangin baik-baik tapi tetep saja ngotot... apa iya kakak harus kasar... hah..." bentak Al.
"kakak yakin dia bakalan datang lagi atau bahkan mengganggumu lagi... tapi kakak kali ini tidak akan diam seperti dulu, apalagi kalau sampai dia melabrak mu lagi... dia akan tau akibatnya. Dan kamu Ghina... jangan coba-coba menyatukan kakak sama dia kalau kamu pingin baik-baik saja " ancam Al, yang membuat Ghina hanya bisa menunduk.
"kak... maafkan Ghina kalau tadi sempat berpikir demikian" ucap Ghina lesu yang membuat Al membelalakkan matanya
"Apaa... jadi benar kamu kepikiran untuk menyatukan kakak dengan Cindy" tanya Al sambil mengangkat dagu Ghina dan memandang mata Ghina dalam-dalam yang membuat Ghina jadi takut.
"Maaf kak..." ucap Ghina lirih.
"Ghin.... hati kakak sedang berharap kamu yang akan mengisi hari-hariku kedepan, kamu yang akan ada seatap denganku selamanya....bukan Cindy... " jelas Al
" Akuuu... Ghina kak... ??? Ghina benar-benar kaget.
"Iya... kamu Ghina... kakak sangat menyukaimu bukan Cindy... kakak sayang sama kamu, kakak nyaman kakak tenang saat bersamamu Ghina... " ucap Al sambil menatap tajam pada Ghina dengan suara yang tertahan seperti akan menangis menandakan suara itu dari hati yang terdalam.
"Kak.... Ghina harap kakak pikirin lagi kata-kata kakak, kakak tau kan Ghina ini siapa?"
Tahan dulu rasa kakak sama Ghina...
Ghina ini hanya anak yatim piatu, anak udik, Ayahku dulu hanya seorang guru sekolah dasar dan bertani, ibuku hanya ibu rumah tangga biasa dan aku sekarang hanya seorang pegawai kedai kopi rendahan .... kakak pikirin... kakak sholat minta sama Alloh ... sebelum nanti tambah menyakiti hati kami..." jelas Ghina panjang lebar.
"Ghin.... jangan bilang begitu, kakak suka sama kamu Ghina, lantas kenapa kalau kamu yatim, udik, pegawai rendahan... kakak malah bangga sama kamu.... sangattt bangga ... " udah yuk kita lanjutin makannya...nih..." tangan Al sambil menyuapkan roti kemulut Ghina.
" kakak....hikz hikz hikz " Ghina menangis sengsenggukan.
"lho kok malah nangis... kenapa mau pulang? udah jam 1 Ghin, kita disini aj ya sampai pagi kalau sudah ngantuk tidur aja kakak akan menjagamu... oya ibu kost udah kamu kabari?
"Udah kak... aku bohong sama ibu, aku bilang mau nganterin teman yang sakit ke kost annya, nginab"
"Waahhh kamu ya... sudah pandai berbohong... lagian mana ada orang sakit kerja... heheee... " jawab Al sambil mengusap kepala Ghina.
__ADS_1
"Iya kan aku lagi bersama orang yang sakit... sakit hati habis putus cinta" jawab Ghina.
"Kakak bukan sakit tapi senengggg... " canda Al lagi.
"Oya Ghin... sebentar kau turunlah dulu sebentar kakak mau merapikan jok ini dulu biar kamu bisa nyaman istirahatnya." titah Al kemudian Ghinapun turun.
Sebentar kemudian jok mobil itupun sudah jadi seperti tempat tidur yang yang nyaman karena memang sudah dimodif sedemikian untuk istirahat sang empunya mobil jika darurat.
Ghinapun masuk dan terkejut
"kok jadi gini... wahhh" ucap Ghina kagum
"masuklah... tidurlah biar kakak dibelakang kemudi" ucap Al.
"Makasih ya kak... o ya kak.. maaf nih Ghina mau nanya satu hal lagi kak. .... yang Ghina pakai ini baju siapa kok ukurannya bisa pas termasuk... "Ghina ga melanjutkan kata-katanya.
"Kok berhenti ga dilanjut kata-katanya... kamu pasti mikirnya kakak hafal semua bentuh tubuh wanita ya... nakal kamu... sembarangan... kakak bukan seperti sayangg... tadi kakak ke butik kakak tunjukin foto kamu terus mbaknya yang milihin semuanya.. kakak tinggal bayar terus dibawa dech... puassss... dasar bocah kecil suka suudzon aja sama kakak... " penjelasan Al panjang lebar.
"Hihiiii... ya maaf.. tapi kok kakak tau banget sih pikiranku...." canda Ghina.
" Aku bukan bocah kakak sebentar lagi aku nyusun skripsi... aku sudah 21 tahun... " bela Ghina sebel.
"owh... udah gede ya... sebentar lagi siap dilamar dong... hahaaa" , canda Al.
"kakak..."
"Ya udah tidur gih... bentar lagi subuh nih.. besok kuliah jam berapa?
"Siang jam 10 sampai jam 12 saja...
"Waahhh... kalau Gitu jangan tidur besok saja setelah subuh tidurnya... " goda Al lagi.
" Tidak kakak... aku ngantuk... capek... pulang kuliah, kerja juga... malah diajak begadang... iihhh... "sangkal Ghina sambil memejamkan matanya.
" ya sudah tidurlah... "
__ADS_1
Kemudian Ghinapun membaca doa seperti biasanya... didalam hatinya ada rasa percaya kalau orang yang dia panggil kakak itu akan menjaganya. Sesaat kemudian sudah tertidur karena capek dan kantuknya dari tadi dia tahan.
Sementara Al dihatinya berbunga-bunga di mobilnya ada gadis kecil yang hebat tengah tertidur pulas... pelan... Al pun merebahkan tubuhnya di jok samping Ghina yang sama juga sudah dimodif, sehingga sejajar dengan Ghina hanya saja ada pembatas ya.. karena jok nya single, untuk tubuh yang tinggi tempat tidur ini sebenarnya tetep... menyisakan kaki menggantung tapi lumayan untuk rebahan cukuplah.
Sebentar Al tersenyum memandang wajah di Ghina yang tengah tertidur....
"Rasanya ingin waktu berhenti sekarang dan tidak ingin cepat bertemu pagi agar wajah polos ini tetap nyenyak dan terus ada di dekatku seperti ini... Ya Alloh... aku ingin wajah teduhnya itu setiap hari menghiasi rumahku... Aamiin yra."
______
Dug dug duug duuugggg...
Seperti baru tidur beberapa saat Al sudah dikejutkan suara beduk dari masjid kota...
" huuaahhh.... sudah pagi..". suara Ghina yang masih meringkuk...
"Hmmm... kakak masih ngantuk sayang... " jawab Al sambil merem dan meringkuk.
" kok sayang sih... ini Ghina kakak... bukan kak Cindy... " teriak Ghina kesal
" Ya memang sayangku Ghina bukan dia... dia siapa.. awas kau sebut nama itu lagi... tak jewer ... " gerutu Al tangannya sambil menggapai kepala Ghina dan mencari-cari letak telinga Ghina.
"Terserah kakak lah mau panggil Ghina apa... yang penting ayo bangun terus sholat... " ajak Ghina.
"Bentar jangan tinggalin kakak... tunggu ... diem dulu disitu... " ucap Al sambil merapikan kaosnya dan mencari-cari sarungnya.
"Kakak mau lihat wajah cantikmu kalau bangun tidur... " ucap Al sambil memandang Ghina, sontak aja yang dipandang langsung mengangkat hijabnya untuk menutup sebagian wajahnya...
" Ayo ach jangan macam-macam... cepetan keburu komat... ucap Ghina sambil berlalu
"Siapa yang macem-macem wong cuma semacem... mau lihat wajah bangun tidur... itu aj.... heeee... " canda Al sambil menyusul langkah Ghina.
Setelah selesai sholat mereka bergegas pergi dari tempat itu untuk pulang... tadinya Al masih menawar mau mengajak cari sarapan tapi Ghina pingin pulang... dia tau kalau kakak Al nya kurang tidur, biar bisa lanjut tidur dirumah sebelum berangkat kerja.
tbc
__ADS_1
____________________________________________