
Ada rasa kecewa yang teramat dihati Salman.
Didudukan kakaknya itu disebuah kursi dekat motor dia parkir, ditenangkan hati kakaknya. Setelah terlihat tenang dia meminta ijin sebentar sama kakaknya secepat kilat dia mencari keberadaan Adam karena dia tahu betul bahwa lelaki itu masih disitu belum beranjak pergi.
Setelah matanya berkeliling dia melihat Adam sedang terisak disudut kursi tempat Adam dan Asri tadi duduk, sementara Asri sedang menenangkannya.
"Haiiii..... pengecut sini kamu,,,,, " teriak Salman sambil menarik kerah baju Adam, tak pelak satu bogem mentah mendarat di pipi Adam, Asri yang melihat itu langsung berteriak, namun teriakan itu tidak terdengar sama orang disekitar karena tempat mereka duduk tadi memang mojok.
"Puas kamu sudah menyakiti kakakku... kenapa??? apa tidak ada perempuan lain sehingga kalian harus begini... dasar sampah, ga punya moral, dimana hati kalian???? teriak Salman keras menggelegar dengan mata merah menahan amarah. Darah muda Salman bergejolak tidak terima kakaknya dikhianati sama dua orang yang ada dihadapannya itu.
"Sementara Adam tidak bergeming sedikitpun, hatinya hancur penuh penyesalan seorang gadis yang selama tiga tahun, waktu SMA dia cintai dalam diam, kemudian bisa jadi kekasihnya hanya karena jarak tempat pendidikan memisahkan dia goyah dengan rayuan sang sahabat sang sampai hari ini sebetulnya belum bisa mengisi hatinya, belum bisa menggeser cintanya pada Ghina.
Sungguh penyesalan yang teramat dalam.
Adam kemudian berusaha bangun, setelah Salman pergi, dia melirik sinis pada Asri, "kau telpon saja orang untuk menjemputmu, maaf aku tak berniat mengantarmu pulang" kata Adam sambil mestarter motornya kemudian pergi dengan kecepatan tinggi.
Tak ada lagi harapan untuk bisa bertemu dengan Ghina, semuanya sudah berakhir sekalipun rasa cintanya masih kokoh bertengger dihatinya, dia sadar kesalahan yang dia perbuat tidak akan bisa lagi dibenahi untuk hubungannya dengan Ghina, gadis cantik yang ramah, sopan, sedikit keras kepala, pintar serta solehah.
__ADS_1
Ingin rasanya mati saja .... malu, menyesal itulah sekarang yang benar-benar menusuk dihati Adam.
Malam itu Dia tidak pulang, dia melajukan motornya disebuah bukit yang sepi tak ada siapapun disitu, dia tidak peduli menangis dan menangis yang dia lakukan sampai pagi, seluruh tubuhnya menggigil karena udara dingin semalaman, walau sudah memakai jaket tetap saja menusuk tulang.
Setelah pagi Dia akhirnya pulang, tidak mau orang tuanya cemas.
"Aku kalah.... bisik dia pada sang bapak yang dijumpainya di teras tengah menyeruput kopi.
"Apa yang terjadi.... " tanya bapaknya santai.
"Putuussss.... " jawab Adam tanpa melihat wajah bapaknya.
"Bodohnya dirimu Dam... udah bener kamu sama Si Ghina anake Almarhum Arif, kok malah kakean polah, rasakno sak iki mu... ra melas kowe karo cah yatim.... kuwalat rasakno dewe.... imbuh bapaknya dengan wajah yang terlihat kecewa.
Syukurin, anak, kalau tidak pandai bersyukur ya gitu....
Bodoh, udah bener sama Ghina anak alm Arif kok malah kebanyakan tingkah, rasain... ga kasihan sama anak yatim, ntar kuwalat tau rasa lo... begitulah kira-kira ucapan bapaknya Adam
__ADS_1
Adam yang di katain begitu sama bapaknya makin tambah sedih pasalnya dia hampir lupa kalau Ghina harusnya selama ini makin dia sayang bukan malah dikhianati apalagi sama Asri sahabatnya.
______
Sore itu begitu sampai rumah Ghina sudah tidak se syok tadi. Hanya saja rasa laparnya sudah tidak ada lagi, sudah tidak selera.
Hatinya sakit... tapi beda sama saat ditinggal Ayah ibunya kali ini dia merasa ada kecewanya, kecewa yang akan dia balas dengan pembuktian atau entahlah itu kecewa, sakit hati atau apalah...
Sedikitpun dihati Ghina sudah tidak mau ada nama Adam dan Asri, itu lebih baik daripada dia mendendam dipikirnya.
Ia ingin cepat menyelesaikan kuliahnya kemudian menata hidupnya. Berharap bertemu jodoh yang lebih setia tidak ingin ada rasa cemburu yang berlebihan, yang mau menerima dirinya, adiknya serta keluarganya,
Yang jelas Ghina ingin Dicintai sepenuhnya sadar kalau mencintai itu sakit. Pikirnya begitu ....
Begini ya..... mencintai itu sakit... aku ingin dicintai ya Alloh... biarkan hamba tau rasanya diperjuangkan dan dihargai,,,, Ghina berpikir kalau makin hari dia makin cinta sama Adam, tapi Adam yang dulunya cinta malah makin berkurang setelah Ghina jadi yatim piatu... itu sebenarnya yang bikin hati Ghina sangat kecewa.
Ya memang ditinggal pergi selama-lamanya sama orang tersayang itu sakit... tapi dikhianati kekasih itu kecewa yang terasa sakit.
__ADS_1
Disitu ada rasa ingin melakukan hal yang lebih ingin maju, ingin lebih baik, ingin dihargai,... mungkin seperti itu.
***Apakah rasa seperti itu definisinya kearah dendam ya... *** Ntahlah Author kagak paham😊😊😊