TERJAL

TERJAL
Ku temukan dirimu


__ADS_3

Malam itu setelah pulang dari rutinitas kerjanya seseorang masuk ke sebuah apartemennya.


Setelah keluar kamar mandi dan berganti baju , kemudian merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya.


Saat hendak memejamkan mata teringat sesuatu yang telah lama tidak disentuh. Kemudian dia membuka laci Nakas disamping tempat tidurnya.


Ternyata dia mengambil ponsel yang sudah jarang sekali dia pakai hanya sesekali saja dia periksa kalau-kalau ada pesan masuk.


Karena setelah meninggalkan kota Jogja, dia mengganti ponsel beserta nomernya.


Perlahan menyalakan ponselnya, setelah beberapa saat menyala ada suara pesan masuk dilihatnya satu persatu kemudian matanya tertuju pada satu pesan, dengan segera dia membaca pesan itu.


:" Assalamualaikum kak... Apa kabar? kalau kakak baca pesan Ghina ini tolong balas.. kapanpun kakak ada waktu... Ghina pingin cerita sama kakak...Ghina menunggu balasan dari kakak secepatnya... "


"Ghina... apa kabarmu, terima kasih kamu mau mengirimiku pesan ..... kakak baik Ghin, kakak kangen kamu..." bisiknya sambil tersenyum setelah membaca pesan itu.


kemudian dia melihat jam karena pingin menelpon, mengira-ngira kalau Ghina sudah tidur atau belum.


Jam 10 malam... biasanya dia masih dikedai pikirnya Ghina masih kerja di kedai.


Kemudian dia memindahkan nomer itu ke ponsel barunya dan memencet tombol hijau.


Dretttt dreetttt dreetttt.....


Ghina yang sudah tidur dari sehabis sholat isya' pun kaget karena lupa ponselnya belum dimatikan.


Dia mencari-cari dimana ponselnya dengan mata yang belum terbuka sepenuhnya .


Setelah ketemu, dilihatnya ada telpon masuk dari nomer tidak dikenal...


"Siapa malam-malam gini telpon" bathinnya.


Pas mau diangkat telpon mati. kemudian dia bermaksud menaruh ponselnya dan ingin ke kamar mandi tapi telpon itu berbunyi lagi


Dreettt dretttt dreettttt....


📱:"Assalsmualaikum.... " jawab Ghina gamang siapa orang di sebrang sana.


📱:" Waalaikumsalam.... apa kabar cantik, masih di kedaikah?


📱:" Kak Al... sungguh kah ini kak Al... hikz hikz..."Suara Ghina sudah dibarengi dengan butiran bening mengalir saking terbawa perasaan antara seneng, terharu, terkejut, sedih semua campur aduk jadi satu.


📱:" Haaiiiii .... kenapa malah nangis... sebegitu rindu kah dirimu padaku... "


📱:" Kakak kemana saja... kenapa pergi ga pamit sama Ghina, kenapa kakak begitu, ada apa kak..."


📱:" Kakak ga kemana-mana... ada kok, ini nyatanya bisa telpon sayangku... ", canda Al.

__ADS_1


📱:" jawab dulu Ghina kak ... serius jangan bercanda... "


📱:" Iya kakak ga bercanda.... tapi jelasin juga kenapa nangis"


Kemudian merekapun berbicara panjang lebar


* Tentang kepergian Al yang ga pamit karena menghindari Cindy, Dia tidak mau kalau dikejar Cindy terus, karena Al tau Cindy hanya mengejar hartanya padahal Cindy sudah punya anak dan masih berstatus istri, karena suaminya sakit dia malah mengejar Al untuk dijadikan pacar. Sudah berbagai cara Al menghindar tapi Cindy menerornya dengan berbagai tingkah juga, Akhirnya Al mengalah Dia diam-diam buka cabang usaha di kota malang, ternyata usahanya berhasil Cindy kini telah ditinggal suaminya meninggal dan dia akhirnya juga sudah menikah dengan duda kaya, setelah mencari Al tiada hasil akhirnya dapat duda kaya tersebut. Berita itu dia dengar dari keluarga dan asistennya.


Kenapa Dia tidak menyatakan perasaanya sama Ghina dengan serius, karena waktu itu dia masih memikirkan cara bagaimana menyingkirkan Cindy. Dia takut kalau Cindy masih ada di sekitarnya akan menyakiti Ghina. Al memilih menyimpan rasanya dalam hati dan berpasrah kepada sang Khaliq untuk menjaga Ghina untuknya kelak diwaktu yang tepat.


*Ghinapun menceritakan semuanya....


Dia akan di wisuda 1 minggu lagi, akan di jodohkan 2 minggu lagi , kenapa keluar kerja dan tentang Cindy yang terus-terusan menuduh dia menyembunyikan Al dan juga menceritakan tentang dosennya yang menyatakan cintanya tapi belum dijawab. Tentang apa yang menjadi kegundahannya.


Al yang mendengarkan semua cerita Ghina ada rasa bersalah karena tidak menyatakan perasaannya dengan sungguh-sungguh pada Ghina saat itu.


Dia berjanji setelah ini akan membereskan semua urusan Ghina dengan pakde nya dan dosennya.


Begitulah obrolan mereka sampai larut malam ada kelegaan dihati keduanya. Setelah menutup obrolan dengan salam.., mereka ditempat yang sama diatas tempat tidur tapi dipisahkan kota, saling merenung dengan pikiran masing-masing tapi ada lagi kesamaannya, sama-sama menutup ponsel dengan senyum.


"Semoga mimpi indah sayangku,,,, " ucap Al sambil meletakan ponsel di atas Nakas.


"Terima kasih Ya Alloh... jaga dia untukku, sampai dia menghalalkan ku aku akan menunggunya... " ucap Ghina kemudian beranjak pergi kekamar mandi.


_____


1 minggu kemudian


Setelah acara selesai kemudian berkeliling kampus, foto-foto. Tiba-tiba ada yang memanggil Ghina dari belakang


"Assalamualaikum.... Ghinaaa...." panggilnya.


Ghinapun membalikkan badannya dan melotot karena terkejut dengan siapa orang yang memanggilnya, rasanya ingin berlari dan segera memeluknya erat... tapi... itu tidak mungkin, belum halal kata pak ustadz.


Seseorang datang memberikan kejutan dengan seikat buket bunga mawar merah nan cantik ditangannya.


Seseorang ber jas lengkap dan rapi itu berjalan mendekat kearah Ghina sambil senyum menawan.


Ghina berdiri terpaku masih tidak percaya dengan yang dilihatnya.


"Sungguh ini kak Al... " suaranya lirih tapi bisa didengar sama Al.


"Ya iyalah.... ini aku, kak Al ....bukan pak Hanif... " candanya menyakinkan Ghina.


"Kakak apaan sih... nanti kedengeran sama orangnya lho... "


"Mana..... memang ada orangnya... pingin kenal kakak Ghin... " ucapnya sambil celingukan.

__ADS_1


" Apaan sih... ya nanti Ghina kenalin ... hehee" ledek Ghina sambil senyum.


Mereka pun berfoto mulai dari Ghina sendiri sampai berempat (Oom, Ghina, Salman dan Al) setelah sebelumnya Al kenalan sama Oom Yasin dan Salman dan menceritakan tentang hubungannya sama Ghina selama ini.


Juga tentang keingginan nya akan melamar Ghina tapi untuk urusan yang ini Oom nya meminta waktu karena masih punya janji dengan pakde.


Setelah itu Ghina ke studio foto untuk mengabadikan momen kelulusannya.


Selanjutnya mereka memutuskan untuk makan di kedai milik Pak Hendra yaitu tempat kerja Ghina yang dulu.


Ghina permisi ikut ke ruang ganti, dan ingin mengganti baju kebayanya dengan gamis saja biar tidak jadi tontonan.


"Kok diganti sih Nok kebaya nya... kan bagus jadi kayak orang habis tunangan ..... hahaaa... " gurau Chandra.


"Hemmm... tunangan karo sopo ndrok..."tetiak Ghina sambil melotot.


"Yo karo seseorang yang selalu dihatimu... itu kak Al sudah ketemu" ucap Chandra sambil menunjuk meja kak Al berada bersama Oom Yasin dan salman.


Ghina hanya senyum kemudian meninggalkan Chandra dan kembali kemejanya.


Baru saja duduk tiba-tiba ponselnya berdering


Dreetttt dreetttt dretttt....


"Maaf kak, Oom.....Ghina angkat telpon dulu..." pamit Ghina sambil berjalan menjauh.


📱:" Assalamualaikum ... "


📱:" Waalaikum salam Ghin... selamat ya... atas kelulusan mu..... cumloud lagi... semoga ilmu yang kamu pelajari bermanfaat...bapak bangga padamu... tapi maaf bapak tadi ga sempat menemui mu, sudah berusaha tapi ternyata keburu kamu nya sudah pulang.


📱 :" Terima kasih pak semua karena bimbingan bapak... sekali lagi terima kasih Ghina ucapkan".


📱:" Iya Ghin... sama-sama. Trus Jawaban Ghina waktu Itu gimana... sudah bisa dijawab sekarang?" tanya pak Hanif tanpa basa basi.


📱:" Hah..... harus ya pak Ghina jawab sekarang? ditelpon? ", tegas Ghina


📱:" yaaaa... yaaa... yaaa gapapalah... nunggu ketemu kamu, waktuku belum ada, saya sibuk terus... gapapa ya kalau lewat telpon... sekarang ya... boleh ya... " pintanya sama Ghina.


📱:" Hmmm... Bismillah... pak... jangan dendam ya pak sama Ghina... karena kenyataanya Ghina ga ada perasaan apaun sama bapak, hati Ghina sudah terpaut dengan orang lain pak... maaf... semoga bapak dapatkan orang yang tepat ... maaf" suara Ghina serak... merasa bersalah, tidak tega, tapi harus memilih.


📱:"Owhhh... yaa... gapapa Ghin... saya akan berusaha ikhlas, semoga pilihanmu orang yang tepat untukmu, dan masih bolehkan aku mampir minum kopi buatan mu?" ada suara berat disana Ghina tau itu.


📱:"iya pak pasti... akan selalu ada kopi buatan ku untuk bapak dimanapun kita bertemu... " ada bulir bening mengalir saat Ghina bilang begitu.... "maafkan Ghina pak..."


📱:" saya maklum Ghin... jangan ditangisi... kamu berhak memilih dan saya juga berhak mencintai... ya walaupun... tidak mesti jadi milikku kan... ya sudah... telponnya aku tutup ya.. sekali lagi selamat atas kelulusannya, ditunggu kopinya juga jangan lupa kenalkan pilihanmu padaku... Assalamualaikum"


📱:" Waalaikum salam..."

__ADS_1


tbc


__________________________________________


__ADS_2