TERJAL

TERJAL
Dosenku


__ADS_3

"Pagi pak...... " sapa Ghina sopan ketika berpapasan dosen dikampusnya.


Yang disapa boro-boro jawab melirik nuga ga.


"Hmmn.... guman Ghina setelah berlalu dari dosen yang angkuh itu.


"kenapa Ghin... masih pagi kok mukanya cerrmbut gitu... sapa Ayu teman kampusnya.


"Ga ada... cuma ketemu orang yang mukanya asem jadi kebawa suasana... " jawab Ghina.


"Siapa tuh... tanya Ayu sambil mengkerutkan kening tanda berfikir.


"Bukan siapa-siapa, ga usah dibahas... ayo ach... kita kekelas.... ajak Ghina sambil menggandeng tangan Ayu.


Mereka berdua masuk kelas dan sebentar kemudian jam kuliah sudah dimulai.


____


Setelah jam kuliah selesai, rasanya Ghina mau cepat pulang mandi kemudian siap kerja karena dirasa hari sangat panas badan jadi gerah dan lengket.


Baru saja Ghina berandak melangkah sebelum turun tangga tiba-tiba dari arah berlawanan ada seseorag yang berjalan cepet dan ga sempat menghindar skhirnya...


Braakkkk....


"Duuhhh.... apes banget nasibku pergi pulang ditabrak orang terus... hikz hikz... ringis Ghina, karena kali ini terasa sangat sakit.


"Eeehhhh... mba, kalau jalan hati-hati ..." gerutu pria yang menabrak Ghina sambil mengulurkan tangan sebagai bantuan agar Ghina benrdiri.


"lha yang nabrak kan bapak bukan saya..." jawab Ghina kesal.

__ADS_1


"Sebentar... owh rupanya kamu yang juga menabrak ku tadi pagi ya..." pria itu bicara sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya.


"Bukan saya bapak yang menabrak... tapi bapak yang menabrak ku... " Ghina membela diri.


"Modus baru ya... pingin kenal jadi pura-pura ketabrak ..... sengaja... oooh... yang begitu trik lama... jangan coba-coba menipu yaaa... dengan jari telunjuk yang digerak-gerakkan terus, sambil mengarahkan pandangan ke Ghina...


"Terserahlah apa kata bapak saja.... yang jelas saya tidak seperti itu... saya ga merasa sengaja, malah saya yang bapak tabrak, saya yang sakit masih saja dituduh... kalau gitu saya permisi pak... " ucap Ghina malas berdebat sama dosennya sambil melangkah pergi dan jalan secepatnya.


"Haiii..... " teriak dosen itu sambil memutar badan melihat langkah Ghina pergi dengan wajah yang masih kesal.


Kemudian dosen itupun pergi meninggal tempat itu, masih dengan wajah yang sedikit emosi.


________


"A-aaahhhh.... kesel kok bisa sih aku ketabrak dua kali sama dosen angkuh dingin itu... hu uuhhh.... mana besok ada mata kuliah sama Dia lagi... ya sudahlah... pasrah dari pada bolos mending kena marah... resiko... Sewot Ghina sambil berjalan pulang.


______


"mas Al ya... silahkan mas... "Chandra mempersilahkan duduk.


"Haiii... Chan apa kabar... iya-iya makasih... jawab Al sambil duduk pada kursi yang telah dipersilahkan chandra tadi.


"Mau pesan atau cuma main nih? tanya chandra.


"Pesan dong... kopi disini bikin ketagihan Chan... " jawab Al sambil lihat buku menu.


"Hahaaa... aku pikir mau nyari seseorang gitu... soalnya tadi seperti mencari-cari yang ada disini... hahaaa... "candaan Chandra yang membuat Al senyum simpul gimana gitu.


"Aahhh... nah itu kau tau... " jawab Al sambil sedikit memajukan dagunya.

__ADS_1


"Sebentar kalau begitu Chandra bawakan semua pesanan mas Al ... tunggu... " jawab Chandra sambil berjalan menuju ke pantry dengan centil.


Tak lama kemudian pesanan Al diantar kemejanya. Dan yang membawa sudah pasti yang dimaksud chandra dengan semua pesanan tadi... Chandra tau kalau yang dimaksud Al adalah Ghina.


"Silahkan pesanannya Tuan.... "candaGhina sambil menaroh kopi dan beberapa menu pesanan Al tadi.


"Terima kasih... haiii Ghina apa kabar?" kirain tadi ga ada kok dari tadi ga kelihatan" Jawab Al dengan senyum manis.


"Ada kok... cuma tadi belum nampak... masih di botol... hehees... " canda Ghina


"Dibotol.... waduhhh... jin botol dong... hahaaaa.... sereemmmm..." Al langsung ngakak ..


" Habis dikata g kelihatan... apa dong kalau bukan begituan... hihihiii.... Ghina sambil nyengir.


"Kamu suka ngelawak juga ya... kayak bu Yati pesek... puji Al.


"Masak sih... tapi disini ga ada bu Yati, adanya pesek doang... niihhh" sambil menunjuk hidung Ghina sendiri.


"Owh... kasihan... sini aku tarik biar mancung... canda Al lagi, membuat Ghina langsung memegang hidungnya.


"Haiissst ... ga boleh" jawab Ghina sambil menghindar.


Begitulah Al langsung akrab sama Ghina, karena ternyata setelah pertemuan di acara pernikahan Ninis itu, Al sering mengajak ngobrol Ghina lewat telpon.


Namun walaupun begitu diantara mereka hanya berteman saja karena Ghina memang enak diajak ngobrol tentang apa saja, bercanda atau serius cukup nyambung dan tidak cuek... selalu ngasih respon positif kepada siapa saja lawan bicaranya.


Itu yang membuat Ghina bisa cepat akrab dengan siapapun.


Dihati Ghina memang saat hanya pingin cepat beres kuliah belum berpikir tentang kekasih... ingin fokus dulu, pikirnya, lagian kekecewaannya kemarin dengan Adam masih belum bisa dia lupakan sepenuhnya.

__ADS_1


tbc


____________________________________________


__ADS_2