
Keesokan hari nya menjelang siang hari Ghina dan Oom Yasin berangkat menuju rumah pakde.
Sesampainya di rumah pakde disambut sama istrinya sedangkan pakde masih di ladang belum pulang.
Mereka menunggu sebentar sebelum akhirnya pakde pulang menjelang dhuhur.
"Assalamualaikum .... pakde" sapa Oom dan Ghina saat pakde pulang dari ladang.
"Waalaikum salam... sudah lama nunggu?" tanya pakde
"Belum... kami juga baru datang kok pakde" jawab Ghina.
"Mana budhe mu... ?" tanya pakde.
"Ada pakde... sebentar Ghina susulnya didapur" Jawab Ghina sambil berlalu menyusul budhe.
"Sebentar Sin... pakde ke air dulu, panas dan gatel dari ladang siang, panas begini" pamit pakde
"O ya... monggo pakde" jawab Oom Yasin.
Setelah beres mandi pakde kembali menemui Oom Yasin sementara Ghina dan Budhe menyiapkan minum dan makan siang.
Setelah beres Ghina langsung memanggil pakde dan Oom untuk makan bersama kemudian dilanjut dengan tujuan mereka datang.
Setelah Oom mengutarakan mengenai pembatalan perjodohan Ghina dan Satria budhe nampak sedikit kecewa.
"Ghin... apakah kamu ga pingin mencoba kenal dulu sama Satria" tanya budhe dengan penuh harap.
"Tidak perlu Budhe... Ghina percaya Satria orang baik, lebih baik tidak usah bertemu karena Ghina tahu hati Ghina sudah punya pilihan , walaupun Ghina bertemu dengan Satria tidak akan merubah pilihan hati Ghina, malah Ghina pikir akan menambah rasa sakit hati untuk Satria, Sampaikan permohonan maaf Ghina kalau budhe bertemu dia" jawab Ghina berusaha menjelaskan.
" Saya mohon restui pilihan Ghina mas... saya percaya pilihan dia juga baik... kita doakan saja" minta Oom Yasin.
""Sejujurnya pakde begini hanya ingin dia bahagia, kalau pilihan budhenya ternyata tidak sesuai dengan kemauan Ghina ya... sebagai orang tua kita hanya bisa mendoakan, merestui... itu saja" jawab pakde.
"O ya Mas... besok rencananya pilihan Ghina itu akan datang ke rumah untuk melamar... saya sangat mengharap pakde dan budhe datang selaku orang tua dari Ghina ... sekalian besok mas dan mbak bisa mengenal pilihan Ghina dan keluarganya" pinta Oom.
"Ooo... begitu... baguslah, besok kami pasti datang ya bu'e... siang to?" jawah pakde.
"Kalau begitu.. kami tunggu besok dirumah pakde, budhe..." jawab Ghina.
"Kita mau pamit mas... urusan kita sudah beres, besok saya sangat berharap pakde benar-benar datang selaku orang tua Ghina.." pamit Oom.
__ADS_1
"Assalamualaikum pakde, budhe kita pamit" ucap Ghina.
"Yo yooo... ngati-ati.. waaalaikumsalam" ucap pekde dan budhe.
Oom dan Ghina kemudian pulang dengan sepeda motornya. Ada kelegaan di hati Ghina karena pakde nya itu tidak marah-marah lagi.
____
2 Hari kemudian
Hari menjelang siang terlihat Keluarga Ghina telah berkumpul dirumah, ada pakde dan budhe nampak juga berada disana.
Kini tinggal menunggu kedatangan keluarga Al. Beberapa menit kemudian yang ditunggu akhirnya datang, ada ibu Heni, Al, kak Dila,suami dan kedua anaknya ( Herman, Leo & Lea ).
Setelah saling bersalaman dan dipersilahkan duduk acara lamaran pun segera dimulai.
Dari saling memperkenalkan dari keluarga Ghina ada siapa saja dan bagaimana hubungannya dengan Ghina, kemudian berlanjut dari keluarga Al.
Setelah perkenalan selesai kemudian ke inti maksud dan tujuan mereka berkumpul yaitu lamaran selanjutnya mereka merundingkan tentang hari dan tanggal, setelah semua keluarga sepakat kemudian acara ditutup dengan ramah tamah atau makan siang.
Setelah selesai keluarga Al pun pamit untuk pulang.
Mereka sepakat acara pernikahan digelar 2 minggu lagi dikediaman Ghina.
______
Waktu SMU Satria sering memperhatikan Ghina, cuma saat itu Dia sudah punya pacar Ita teman satu angkatan dengannya.
Saat hubungannya dengan Ita berakhir dia tidak belum punya kekasih lagi, makanya saat orang tua menawari mencarikan jodoh dia mau terima asal dengan Ghina.
"Ternyata aku terlambat... dia sudah punya tambatan hati" guman Satria.
Mungkinkah aku dapatkan gadis di desa ini yang bisa tulus menyukaiku" bathin Satria lagi.
______
Selama hampir 2 minggu itu Ghina sibuk bolak balik dari kampung ke kota untuk mempersiapkan semua keperluan pernikahannya. Walaupun hanya dikampung dan digelar secara sederhana namun Ghina ingin momen pernikahannya dipersiapkan secara apik.
Dua hati lagi acara itu akan terselenggara, Ghina dan Al hanya berhubungan lewat ponsel namun sudah 5 hari ini mereka sepakat untuk tidak saling berhubungan dulu. Ghina melakukan puasa sebelum pernikahan, memang tidak ada anjuran karena tidak ada hadist nya, namun Ghina hanya ingin lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq lebih dari sebelumnya agar acara tersebut lancar.
Hari ini Ghina mau ke makan Ayah ibunya... ingin bercerita diatas pusara mereka.
__ADS_1
Sore hari setelah sholat Ashar bersiap-siap dengan sepeda motornya tidak lupa membeli bunga untuk ditaburkan diatas makam ayah ibunya.
____
Pagi sekali Ghina sudah mandi dan bersiap-Siap karena mulai pagi ini dihalaman rumahnya akan dipasang tanda.
Para sanak saudara tetangga sudah berkumpul untuk persiapan pengajian nanti siang ba'dha dhuhur. Mereka memasak di dapur Oom Yasin karena Rumah Ghina di khususnya untuk. istirahat keluarga dari pihak pengantin lelaki.
💞
Acara yang di tunggupun datang keluarga calon pengantin lelaki telah datang dan bersiap duduk di kursi yang telah di sediakan.
Dan keluarga Ghina juga sudah rapi dan mengisi kursi menghadap ke meja yang akan dipakai acara ijab kabul.
Sesaat kemudian pak penghulu juga sudah datang dan bersiap ditempat yang disediakan kemudian Al dan pakde selaku wali nikah dari Ghina juga sudah berada ditempat yang sama.
Ghina yang sudah siap dikamar dengan kebaya putih panjang dipadu dengan jarik batik motif sido mukti dan hijab warna senada dengan kebaya sudah bersiap mendengar ikrar pernikahan yang diucapkan Al dengan hati berdebar-debar di bibirnya terlihat terus melafadzkan asma Alloh agar dilancarkan.
Setelah samar terdengar dari dalam kamar suara Al mengucapkan ijab dan kemudian ada jawaban sah yang di jawab beberapa orang saksi dan kemudian terdengar riuh Alhamdulillah dari semua orang yang berada di acara itu, Ghina dikamar ditemani Nena sahabatnya pun langsung berucap Alhamdulillah juga dengan derai air mata haru, namun sedikit dia tahan agar tidak membanjiri pipinya dan merusak make up nya.
kemudian terdengar suara budhe dan ibu Al mengetuk pintu kamar untuk menjemput Ghina.
Ghina keluar kamar dengan diapit Bu Heni dan Budhe perlahan menuju tempat penghulu dan Al yang melihat Ghina berjalan mendekatinya terkesima akan kecantikan gadis desa yang kini telah menjadi istrinya itu.
Semua mata memandang kearah Ghina yang terlihat sangat mempesona.
Setelah sampai di samping Al, kemudian mereka saling berhadapan, Ghina mencium tangan Al, kemudian Al meletakkan tangan Al diletakkan diatas kepala Ghina dengan membaca doa dan meniup ubun-ubun Ghina.
Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”
Artinya :" Ya Alloh sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan dirinya dan kebaikan yang engkau tentukan atas dirinya dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya dan kejelekan yang engkau tetapkan atas dirinya.
Setelah itu kemudian menandatangi buku nikah dan berkas lainnya. kemudian berfoto untuk mengabadikan momen bersejarah dalam hidup mereka berdua.
Semua yang hadir kemudian memberikan selamat dan doa kedua mempelai ini.
"Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.”
Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.
tbc
__ADS_1
____________________________________________