TERJAL

TERJAL
Salah paham


__ADS_3

Setelah beres dari kamar mandi Ghina celingukan mencari Al tapi tidak ada dikamar. Biasanya suaminya itu akan menunggu sambil rebahan tapi kali ini tidak nampak.


Kemudian Ghina menyisir rambutnya, memakai mukena untuk sholat Isya' sambil menunggu Al untuk berjamaah tapi setelah 10 menit lebih yang ditunggu belum juga masuk akhirnya Ghina sholat sendiri.


Selesai sholat kemudian mengaji sambil menunggu suaminya masuk, tapi sampai dapat satu juz yang ditunggu belum datang juga, karena penasaran Ghina bermaksud mencari suaminya, dapat telpon dari siapa kok lama banget, pikirnya. Ghina memakai hijabnya dan mengambil ponselnya di hand bag nya tadi, kemudian keluar sambil menekan tombol hijau menelpon suaminya, dilayar muncul dalam panggilan lain. Akhirnya Ghina berjalan pelan mencari ke ruang tamu, ruang tv tidak ada juga akhirnya dia memutuskan untuk ke taman samping rumah, sayup terdengar suara orang sedang asyik berbicara kadang tertawa. Pelan Ghina mendekat agar tidak mengagetkan orang yang lagi bertelepon.


Terlihat samar-samar suaminya sedang telpon sambil duduk di batu taman dengan penerangan yang agak redup, perlahan Ghina mendekat dan duduk tidak jauh dari suaminya.


" Iya .... Sabtu sore di hotel XX ... cuma resepsi kecil-kecilan.... " ucap Al


"Oke kita usahakan datang... penasaran secantik apa gadis yang sudah memenangkan hati mu Al" suara dari sebrang.


"Heeheee... kalau penasaran makanya harus datang... hanya gadis desa biasa tapi ya... begitulah kalau jodoh ternyata bisa..... " ucap Al.


"Masak sih... secara Al gitu lho... cewek e cantik-cantik masak kalau hanya gadis desa biasa kau mau Al... pastinya gadis kembang desa kali... dan pasti lebih cantik dan seksi dari Natasya" suara disebrang.


"Hmmm... Natasya dia apa kabar, dimana dia sekarang?" tanya Al


" Dia di malang Al, singel dia sekarang, suaminya meninggal dalam kecelakaan 3 bulan lalu... kasihan sekali dia sekarang mengurus dua anak tanpa suami" suara disebrang.


" hmm... kasihan juga" pikir Al.


"Owh... mslangnya dimana, kirimi alamatnya via chatt ya , siapa tau nanti aku ada waktu tak mampir" ucap Al.


"Ya... nanti aku kirim... udah dulu ya.. sudah malam nih... diusahakan nanti kita datang diacara resepsi mu... Assalamualaikum..."


"Oke ... waalaikumsalam".


Al masih duduk sambil memandangi ponselnya tak berapa lama suara notif pesan masuk, dengan cepat dia membuka dan membaca kemudian tersenyum, Ghina yang sedari tadi melihat dan mendengar percakapan suaminya, ada rasa gemetaran mau memanggil suaminya untuk mengajak masuk. Akhirnya mengurungkan memanggil suaminya dan memilih beranjak pergi.

__ADS_1


Al yang mengetahui Ghina habis duduk mau berdiri dan kemudian melangkah pergi menjadi kaget bukan main... hatinya berdesir.


"Sejak kapan dia duduk disitu... Astaghfirulloh... jangan- jangan dia mendengar percakapanku dari tadi... Ya Alloh" Bisik Al dengan gusar kemudian melangkah menyusul langkah istrinya kekamar.


Sementara Ghina dengan cepat masuk kekamar, ada rasa sedih tapi takut salah paham, akhirnya dia memilih langsung tidur dan membungkus badannya dengan selimut dengan membisikkan istighfar bibirnya bergetar melawan rasa dadanya yang terasa sesak tak pelak butiran bening itu tak tertahan menerobos keluar dari sudut matanya tapi dengan sekuat tenaga dia tahan agar tidak bersuara.


Al kemudian sampai kedalam kamarnya dilihatnya istrinya membungkus badannya dengan selimut dengan hijab yang masih melekat di kepalanya. Al naik ketempat tidur memastikan istrinya sebenarnya belum tidur.


"Sayaaanggg...." pangil Al dengan lembut sambil membelai kepalanya dan wajah menunduk di dekatkan ke arah wajah istrinya.


Tak ada jawaban, mata Ghina juga terpejam.


"Sayaaangggg.... mas tahu... sayang belum tidur... sini lihat mas dong" tangan Al sambil menarik selimut yang menutupi Ghina, tetap tak ada jawaban atau respon apapun, diam tak bergeming.


"Sayangggg.... sayang marah ya, nungguin sampai lama... maaf" kata Al, tetep diam tak ada jawaban.


Akhirnya Al kekamar mandi dan kemudian sholat setelah usahanya membujuk tidak ada hasil.


"Berarti dia tadi mendengar semuanya... sial... Al kamu ini baru juga dua hari jadi suaminya kok sudah bikin ngambek begini sih... rugi kamu Al... ga dapat jatah yang nyata-nyata halal dan didepan mata, kamu tadi malah mengobrol membuang waktu dan energi membiarkan istrimu menunggu dan bahkan mendengarkan obrolan mu yang tak berg duna itu .. duuhhh... " Al merutuki nasibnya malam ini.


Setelah selesai sholat kemudian menyusul tidur disamping Ghina, di perhatikan nya istrinya sudah tidur tapi dia melihat ada ada mata membasahi pipi istrinya itu dengan pelan diusap pakai jari tangannya.


" Ya Alloh tadi dia mendengar obrolanku yang tak berguna tadi... terlihat wajahnya sangat sedih, biasanya kalau tidur wajahnya terlihat damai kali ini aku telah menyakitinya... terkutuk lah Al kamu ini baru saja kau jadikan dia istri belum genap 2 hari udah seperti ini... Maafkan aku sayang... maaf" hati al terasa sakit.


Akhirnya Al mengecup kening istrinya dan tidur dengan memeluk pinggang Ghina serta mencium tengkuknya sampai pagi.


Ghina bangun setelah mendengar Adzan subuh, dia pindahkan tangan suaminya pelan dari pinggangnya kemudian dia turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Karena hatinya masih sedikit sesak Ghina tidak mengajak Al berjamaah, dia membiarkan Al masih terlelap dalam tidurnya baru setelah selesai dan berniat ke dapur Ghina membangunkan suaminya.

__ADS_1


"Kak bangun... subuh ya sebentar lagi habis" ucap Ghina sambil menggoncang kaki Al.


"He em..." Al terkejut dan reflek langsung mengerjab kan mata sambil duduk namun Ghina sudah meninggalkan.


"Yang.... mau kemana, kok aku ditinggal sih" tanya Al tapi tidak di respon sedikit sama Ghina, dia langsung keluar dan menutup pintu kamar.


Al langsung ke kamar mandi kemudian sholat.


Setelah itu berniat menyusul Ghina ke dapur.


Sesampainya di dapur sudah ada mbok Sri, ibu, kak Dilla dan juga Ghina.


Mata Al intens melihat istrinya tapi yang dilihat tak merespon sama sekali. Kemudian Al mendekatinya dan berbisik


"Sayang.... mas mau kopi buatan mu, tolong buatkan yang special ... mas tunggu di taman samping dekat mushola ya .... harus dianter sayang bukan orang lain.... cup" sebuah ciuman mendarat di pipi Ghina.


"Iihhh... kakak... " teriak Ghina sambil mengelus pipinya tanpa melihat sang pelaku.


"Diiihhh.... ini pengantin baru main sosor aja ... ini dapur wooyyyy... " ucap kak Dilla sambil menepak punggung adiknya.


" Tadi malam masih kurang apa ya.." imbuh kak Dilla.


Yang di ledek hanya senyum kemudian pergi menuju taman samping duduk manis di meja taman, sementara Ghina merebus air untuk menyeduh kopi pesanan suaminya , ibu duduk manis di depan tv menikmati teh dan camilan pagi dan mbok Sri meracik bumbu untuk menu sarapan pagi ini.


Setelah selesai Ghina menyusul Al dengan secangkir kopi pesanan Al, secangkir teh untuk dirinya dan juga beberapa potong brownis kukus di nampan.


tbc


________________________________________

__ADS_1


__ADS_2