
" Sekarang kita cari makan.... pingin makan apa?" tanya Al.
" Mas... cari tempat yang menunya lengkap, jadi mas bisa memilih menu berat, karena aku lagi pingin bakso malang yang endes" jawab Ghina.
" Siaaappp.... " jawab Al memikir tempat yang pas dimana.
Akhirnya mereka makan di sebuah kedai yang menyediakan Ayam, bebek dan ikan goreng lengkap dengan lalapnya serta bakso malang yang super ramai pengunjung.
" Bismillah... disini saja kita coba mas, kok ramai banget" ajak Ghina supaya Al meminggirkan mobilnya.
" Iya ramai... kamu gapapa yang... ini ramai lho..." ucap Al menghawatirkan Ghina.
" Mas dong yang mestinya aku tanya... mas gapapa?" tanya Ghina sambil mengeryitkan kening
" Ayo... siapa takut..." Al sambil menggandeng tangan Ghina masuk, mencari bangku kosong.
" Itu mas di sana itu kosong" teriak Ghina sambil menunjuk bangku kosong dan langsung menarik tangan Al.
" Silahkan mau pesan apa?" tanya seorang pelayan.
" Mas mau makan apa?"
" Bebek goreng 1, ikan gurame asam manis 1, nasi 1 dan bakso special buat isteriku mba" pesan Al.
" Baik ... ditunggu ya mas, mba... permisi"
" Mas..... seneng banget ya kalau kedai ramai begini" ucap Ghina sumringah sambil mengedarkan pandangannya.
" Mas yakin... kedai mu nanti juga akan sangat ramai, apa lagi tempatnya itu sangat strategis... semoga... harus sabar dan tekun. ya... berdoa selalu" Al menyemangati sambil mengelus pucuk kepala Ghina.
"Permisiii... " pelayan mengantar pesanan mereka.
" Makasih mba" ucap Ghina.
Ghina dan Al menikmati menu pesanan mereka dengan sesekali saling suap.
" Yang .... mau nyobain ikan atau bebeknya?" tanya Al
" Hmmm.... bentar mas, aku mau baksonya dulu... rasanya tuh kayak seabad ga makan bakso... terbayang-bayang terus dari kemarin.
" Iya dech.... nambah juga boleh" ucap Al melihat tingkah isterinya makan dengan lahabnya.
" Pelan-pelan yang... dinikmati makan tuh" ledek Al.
" Mas... ini enak banget ... mas mau coba?"
" Tidak... mas lagi pingin makan bebek yang..."
__ADS_1
Setelah selesai makan mereka ke kassa kemudian pergi meninggalkan kedai itu menuju tempat kerja Al.
Sebuah swalayan yang lumayan ramai, bukan swalayan retail itu lho... ini swalayan milik pribadi.
Turun dari mobil langsung menuju ruangan kerja Al. Ghina terlihat langsung merencanakan sesuatu sementara Al sibuk dengan pekerjaannya.
Sampai waktu sudah sore kemudian mereka akhirnya memutuskan untuk pulang sebelum maghrib.
____
Keesokan harinya Ghina nampak sibuk di kafe miliknya, pemberian sang suami untuk memulai usahanya.
Ghina mempersiapkan segala kebutuhan kafe termasuk membuka lowongan pegawai.
Hari itu Al sibuk membantu istri nya untuk wawancara pegawai baru yang akan membantu istrinya di kafe itu.
Al harus memastikan pegawai yang akan menjadi karyawan istrinya itu harus sesuai kateria Al dan Ghina, karena nanti setiap harinya Ghina akan berinteraksi dengan mereka, jadi harus orang yang benar benar dapat di andalan dari segi pekerjaan, kejujuran dan tingkah laku.
Menjelang siang wawancara berakhir, sebenarnya Ghina belum terlalu butuh banyak pegawai karena ini baru memulai, makanya harus liat respon konsumen dulu, seandainya responnya bagus dan laris maka nanti akan menambah pegawai.
Ghina sangat apik dalam mempersiapkan usaha pertama yang akan dirintis ini, mulai dari menu, harga, lebel nama untuk kafe nya. Karena ini kafe atau tepatnya kedai karena harganya terjangkau untuk kalangan bawah juga.
KeInginan terbesar Ghina adalah memanfaatkan produk lokal jadi dia berencana mencari pemasok kopinya itu dari daerah sekitaran situ, dari petani di tiap-tiap desa sekitar
Ghina ingin rasa kopi yang khas dari daerah asal kopi itu sendiri, selain membantu petaninya juga daerah penghasil kopi itu nanti namanya akan terangkat melalui rasa kopi yang dihasilkan.
" Mas.... kalau aku namakan " Warkop Khade" setuju ga?" tanya Ghina ragu pada Al.
" Khade... apa tuh"
" Warung kopi khas daerah" ungkap Ghina.
" Oke... bagus... kalau begitu tanggal openingnya mas yang pilih ya"
" Boleh... tapi jangan lama-lama ... udah ga sabar" ucap Ghina manja.
" Baik nyonya..." ucap Al mengambil sikap siap dan membungkukkan badannya.
" heheee... mas apaan sih kayak bodyguard ku aja..." kekeh Ghina, yang dibalas dengan senyum lebar Al.
Aktivitas mereka ternyata sampai menjelang mahgrib baru beres, mereka sholat , kemudian beranjak meninggalkan tempat itu, sebelum pulang ke rumah mereka memutuskan untuk mencari makan dulu.
Beberapa menit kemudian sampai di sebuah resto. Setelah memesan menu sambil menunggu makan datang Ghina menghubungi Salman
📱:" Assalamualaikum dik, apa kabar?
📱:" waalaikum salam kak Alhamdulillah sehat, kakak bagaimana?
__ADS_1
Kemudian Ghina menceritakan kalau sekarang kuliah lagi untuk strata 2 dan dalam waktu dekat akan membuka kedai kopi.
Ghina minta adiknya untuk mendoakan kelancaran usahanya nanti.
📱:" Dik kamu hati hati ya, maaf kakak belum bisa pulang... Oya dik minggu depan tolong wakilkan kakak ke pernikahannya kak Billy nanti alamatnya kakak kirim... udah itu aja dulu, telponnya kakak tutup ya, kakak mau makan dulu... Assalamualaikum....
Ghina menutup telponnya karena pelayan resto sudah mengantarkan pesanannya ke mejanya.
" Hemmm.... Billy mau nikah, kapan?" tanya Al disela makannya.
" Minggu depan... " jawab Ghina singkat.
" masih di kedai pak Hendra dia?" tanya Al lagi
" Masih mas..... tempat itu bikin betah semua pegawai makanya pelanggannya juga pada balik lagi.... ikutan betah... heheee" jawab Ghina dengan bangga.
" Semoga tempat usaha mu nanti juga begitu... bisa menjadi nostalgia semua pelanggan sampai anak cucu.... Aamiin " ucap Al penuh harap.
"Aamiin mas... semoga" jawab Ghina.
" Mas kita pulang yuk... sudah kenyang.." ajak Ghina sambil mengelus perutnya.
_____
2 hari kemudian
" KAFE KADE ( K D ) "
Suasana tampak ramai siang itu, banyak balon balon bertebaran di pintu masuk sedangkan diluar banyak kendaraan terparkir dan juga ada beberapa rangkaian bunga ucapan selamat dari beberapa rekan bisnis Al yang sengaja memberikan ucapan.
Nampak Ghina dengan gaun syar'i warna cream muda dengan hijab senada berdiri anggun disamping Al suaminya yang mengenakan jas warna coklat muda nampak serasi dengan istrinya.
Berdiri didepan tamu undangan dan relasi bisnisnya untuk pembukaan kafe tersebut.
Acara dimulai dengan beberapa sambutan dari Al, ucapan terima kasih dan selanjutnya pengguntingan pita.
Ghina nampak sangat bergembira, dengan cekatan dia mempersilahkan para tamunya untuk menikmati hidangan yang disediakan, ada Nasi Tumpeng komplit dengan ayam bakar, urap sayur, bacem tempe, telor balado, sambal goreng kentang, sambal dan tidak ketinggalan aneka lalapan, nampak menggoda selera belum lagi dengan menu pendampingnya, ada bakso kuah, es puding, rujak serut dan beberapa menu yang akan jadi andalan kafe tersebut.
Sudah tentu menu utamanya adalah kopi dengan olahan dan aneka variasi, nasi goreng, bubut ayam, nasi campur (rames), nasi rawon, lontong sate, dan makanan anak muda kekinian dengan rasa istimewa tapi harga terjangkau dari kalangan anak sekolah, mahasiswa, keluarga juga pegawai kantoran.
Begitulah acara pembukaan kafe KD milik Ghina, semua tamu undangan mencicip menu-menu contoh yang disediakan walau belum semua menu bisa disajikan hari itu.
Syukur... syukur... dan ber syukur yang ada dihati Ghina dengan semangat dan doa semoga lancar terus.
tbc
____________________________________________
__ADS_1