
"hmmm.... tak terasa semua kini berjalan tanpaMu ibu.... Ghina sudah semester 5
Adik udah kelas 12 ... Ibu , Ayah semoga Engkau tenang disana.... Renungan Ghina menjelang tidurnya tak henti-henti ia bersyukur setiap saat dan selalu berusaha mengikhlaskan ke dua orang tuanya.
Renungan itu menjadi lamunan Ghina menjelang tidurnya, berharap bermimpi ketemu orang yang dirindukannya itu....
Entahlah.... akhir- akhir ini Dia jarang sekali menghubungi Adam tak seintens setahun belakangan sudah beberapa bulan ini mereka hanya berapa hari sekali saling menanyakan kabar.
Ada rasa rindu pada hati Ghina tapi Dia tipe cewek yang suka pengetest pasangannya mungkin begitu entahlah apa namanya, sekalipun cinta, sayang, rindu tapi Dia tidak ingin terlihat mengejar dia lebih memilih sampai dimana cowok itu serius menjaga hubungannya, ya resikonya banyak rasa cemburu, kurang terbuka dan apalagi terpisah jarak...
Akhir-akhir ini sebenarnya dihati Ghina ada sedikit bertanya-tanya apa mungkin dia punya cewek lain kok jarang sekali menghubungi.
Ahhhh... ga boleh berpikir jeleklah... mungkin dia sibuk atau mungkin Dia ... Dia... semoga baik- baik semuanya,... pikirnya melayang tapi kemudian Ghina menyudahi pikiran ga yang penting itu, Dia berpikir sudahlah apapun yang terjadi biarkan Tuhan yang menjadi skenarionya, aku pasti bisa menjalani, ungkapnya dalam hati.
Cukuplah aku bersandar pada-Nya.
------
Pagi ini Ghina ingin sedikit bermalas-malas selesai subuh dia kembali keperaduannya walau tidak tidur Dia tetap diatas kasurnya menarik selimutnya kembali.
Tapi baru saja setengah jam terdengar ketukan pintu
Tok tok tok....
"Ghin... ini ibu, apa kamu sakit nduk kok belum bangun", tanya bu Mia dari luar pintu
"ga bu... Ghina mau bermalas sebentar, hari ini kuliah jam 10 bu... " jawab Ghina tanpa turun dari tempat tidurnya... bu Mia yang sudah terlanjur membuka pintu karena penasaran tidak biasanya Ghina bangun siang kembali menutup pintu sambil berlalu
__ADS_1
"Ya sudah tidurlah lagi... ibu mau kepasar, ibu kunci saja pagarnya. ya mereka sekarang hanya ber dua dirumah itu, soalnya Oliv dan Nena sedang KKN didaerah.
_______
Ghina bergegas kekampus yang ada dipikirannya adalah kuliah kuliah dan beres secepatnya saat ini. Dia ga mau banyak mikirin hal ga yang penting.
Sepulang kuliah Ghina ada janji dengan Ninis... gadis pelanggan kedai yang sering mengajaknya curhat itu mereka kini berteman. Tenyata Ninis adalah seorang desainer butik yang lumayan terkenal.
Ada rasa suka dihati Ghina punya teman Ninis yang seorang desainer itu, merasa bertambah pengetahuan yang selama ini tidak Ghina mengerti dunia itu.
Sekarang Dia jadi berfikir untuk punya ketrampilan menjahit siapa tahu suatu hari nanti bermanfaat, kalaupun tidak ya... untuk membuat baju sendiri, pikirnya.
Dia bertanya-tanya tentang LPK menjahit yang gratis... ternyata ada bahkan dapat uang saku dan disalurkan kerja, tapi untuk penyalurannya Ghina memilih untuk tidak ikut, ia hanya ikut kursusnya saja.
***Kursus menjahit gratis ada ya disetiap kota yang diselenggarakan oleh Disnaker dan DisDik***
Dengan mengenal Ninis ada tambahan point dikehidupan Ghina tambah pengalaman dan yang pasti tambah teman.
Hidupnya kini terasa lebih bermakna tidak seperti dulu yang hanya memikirkan duniawi semata. Sekarang lebih bisa menerima seandainya Aldo kekasihnya pergi bersama kekasih barunya, tak ada lagi frustasi yang berlebihan.
Dia sekarang lebih memilih mendesain baju pernikahan, gamis mulai dari anak-anak sampai dewasa, baju koko tidak ingin lagi mendesain baju terbuka yang yang harus memperlihatkan bagian-bagian tertentu.
_____
Sementara Adam di kampusnya sedang duduk sendiri merenungkan hubungannya dengan Ghina, dalam hatinya gadis itu sangat dia cintai, kagumi tapi sekali jarak itu mengujinya.
Ada rasa bersalah dalam benak terdalamnya walau dia tau rasa cintanya pada Ghina tak tergantikan. Entah apa yang membuat Adam akhir-akhir ini merasakan kegundahan hatinya. Ada rasa bersalah s yang dia sesali.
__ADS_1
"Ghin.... seandainya kamu membenciku, aku ga tau betapa sakit hati ini" gumannya lirih dalam lamunannya.
Ada helaan kesedihan yang terasa berat, padahal belum tentu Ghina akan membenci atau tidak, bahkan karena rasa cinta Ghina yang sangat besar akan selalu memaafkan.
____
Ghina hari ini berencana main dengan Chandra dkk, karena kuliahnya hanya pagi saja makanya Dia kerja masuk jam 10 langsung berangkat dari kamus.
Sorenya dia mau nonton dan refreshing sedikitlah... yang biasa shif pagi jadi shif sore karena sama-sama ingin merasakan pergantian jam kerja jadi tidak masalah dan pak Hendrapun setuju.
"Ndro... benar nih kita cuma berempat? yakin nih ka Billy sama Ka Rio ga bawa pacar mereka"? tanya Ghina bertanya menyelidik
"Seandainya bawa pacar memang kenapa, ya biarin aja, kita jadi bisa berdua... hahaaaa.... jawab Chandra penuh chanda.
" Maksud lo... " tanya Ghina lagi penuh penekanan.
"Ga ada,,,,, gue cuma pingin lo selalu aman dimanapun berada jadiii.... lo kagak usah kawatir gue kagak nasir sama lo, gue belum berencana punya gebetan, bagi gue lo adik, jadi harus dijagain.... " jawabnya panjang kali lebar.
"Hemmnn.... syukurlah semoga apa yang Chandra bilang itu betul, lagian memang Dia perhatian selama ini seperti kakak, ngapain aku tadi tanya yang engga-engga, bathin Ghina.
"Hehhh.... kenapa lo bengong Nok... kagum ya sama kebaikan gue... " teriak Chandra sambil menoel pipi Ghina.
"Iyaaaa..... puas lo, hahaaaa... jawab Ghina sambil menyerigai.
Billy dan Rio datang, mereka ternyata tidak membawa kekasih mereka, karena kekasih mereka belum pulang kerja.
Akhirnys acara nonton kali ini benar-benar mereka berempat saja.
__ADS_1
tbc
____________________________________________