TERJAL

TERJAL
Melahirkan


__ADS_3

Saat Al sudah di ruang inap, kemudian Rani pamit pulang karena sudah malam, Ghina menyuruh Anton mengantarkan, tapi kemudian Anton balik lagi ke rumah sakit, berniat untuk menemani Al karena melihat kondisi Ghina yang sudah susah gerak akibat kehamilannya, Anton sedikit kawatir jika sewaktu waktu Ghina merasa akan melahirkan.


Ruang inap yang dipakai Al adalah ruang VIP dengan dobel sofa, walaupun Anton ikut menginap tetap bisa istirahat.


Benar saja menjelang subuh saat Ghina baru selesai melaksanakan Tahajud tiba-tiba perutnya seperti di tusuk .... sakit... beberapa detik mungkin menit malah perutnya seperti ada yang meng hujam .... keringat dingin langsung menetes dari kening Ghina dan lutut rasanya langsung lemas.


Ghina menarik nafas dalam dan dikeluarkan dengan pelan...


"Alhamdulillah.... hilang lagi sakitnya.... masak udah mau lahir dik... kata dokter masih minggu depan... atau adik sudah ga sabar pingin lihat Ayah ya... " guman Ghina sambil mengusap perut buncitnya.


Ghina kemudian menyandarkan tubuhnya di sofa sambil terus berdzikir menunggu waktu subuh.


Setelah sholat subuh Ghina mengaji pelan disamping Al, Tiba-tiba sakit yang diakan tadi datang kembali


" Hueh hueh hueh... "suara nafas Ghina kaget dan menahan sakit yang semakin hebat dari yang pertama.


" Al yang saat itu... habis sholat sambil tidur kaget melihat istrinya seperti itu, spontan dia menekan tombol panggilan ke ruang perawat.


Kemudian ada perawat masuk dengan cepat.


" Sus tolong istri saya ... sus" Al langsung memberi tahu suster.


Anton yang masih malas akhirnya terbangun dan melihat Ghina yang terlihat meringis menahan sakit.


" Baik pak... buk kita periksa dulu ya... keruang persalinan....tunggu saya akan ambilkan kursi roda dulu..." ucap suster.


"Ga bisa disini biar dekat dengan saya sus... " tanya Al.


" Tidak pak... untuk persalinannya, khusus... ada dilantai bawah... nanti setelah bayi lahir ibu nya bisa di rawat bareng bapak disini.." terang suster


" Tapi saya boleh ikut menunggui sus" tanya Al lagi.


" Nanti akan saya tanyakan pada dokter dulu ya pak..." jawab suster lagi.


" Baik sus... terima kasih, kabarnya saya tunggu" ucap Al, kemudian dia mencium tangan dan kening Ghina sambil mengusap perut Ghina.


" Jangan nyusahin bunda ya sayang... lahirlah dengan lancar... jangan buat bunda sakit ...... maafkan Ayah... Ayah menunggu mu, bunda yang kuat ya... suster tolong jaga istriku" Al mengusap perut dan menciumi pipi Ghina, air mata Al terlihat di sudut matanya, hatinya sedih, momen yang paling di tunggu tapi dia pas lagi drop.


Kemudian Ghina naik ke kursi roda dan didorong menuju ruang persalinan.


" Mas... apakah aku temenin mba Ghina?" tanya Anton.

__ADS_1


" Boleh... tolong jaga dia, carikan dia teh manis dan sarapan dulu, tolong suapin dia kalau ga mau makan, pastikan perutnya terisi, agar punya tenaga saat debay mau keluar" pesan Al panjang lebar memastikan Anton tau maksudnya.


" Iya mas... Aku sholat dulu... baru menyusul mbak Ghina"


" O ya... semua perlengkapan baby ada di mobil, di dalam koper nanti tolong bawain ke ruang bersalin ya.." ucap Al lagi.


"Iya mas... mas jangan sedih.... semoga nanti mas bisa nemenin mba Ghina"


Anton Kemudian Menuju mushola rumah sakit, sholat dan kemudian menyusul Ghina ke ruang persalinan.


" Mbak..... gimana sudah diperiksa?" tanya Anton setelah masuk ruangan itu.


" Sudah.... baru pembukaan 6 katanya butuh waktu minimal 2 jam lagi sampai lahir" ucap Ghina memberikan keterangan pada Anton.


" Kalau begitu aku cariin sarapan dulu... mbak pingin makan apa?" tanya Anton sambil memperhatikan Ghina yang berjalan mondar mandir sambil sesekali berhenti meringis kesakitan dan menarik nafas.


"Apa saja... hmmn.... bubur saja biar gampang makannya" ucap Ghina sambil menahan sakit.


" Sus... tolong usahakan agar suaminya bisa nungguin saat bayi nya lahir nanti" pinta Anton pada suster.


" Sedang diusahakan... tunggu saja mas" jawab suster.


20 menit kemudian Anton sudah sampai lagi di ruangan itu, kemudian dengan telaten menyuapi Ghina, sesekali jeda karena rasa mules yang Ghina rasakan, setelah reda kemudian menyuap lagi begitu sampai habis.


Kemudian Ghina berbaring karena sudah tidak kuat akan rasa mulas yang semakin dahsyat di rasakan nya.


Al masuk ke ruangan itu dengan kursi roda dan infus ditangannya, langsung berada disebelah Ghina membelai kening nya sesekali menggenggam tangan Ghina dan menciumnya.


"Mas... yakin akan disini, yakin kuat?" tanya Ghina memastikan akan kondisi Al, sementara Al hanya mengangguk.


Kemudian dokter masuk bersama 1 suster lagi.


" Pagi bu.... siap ya bu... kita tunggu waktunya, siapkan tenaga tarik nafas pelan... buang... nanti kalau terasa seperti akan buang air besar, bilang ya... tidak usah ke kamar mandi buang airnya disini saja... terus kalau pas mengejan mata jangan merem, harus tetap terbuka... mengerti bu?" terang Dokter Ghina hanya mengangguk.


"Dok... mau p*p... ga tahan..." rintih Ghina


Suster buru buru menaikkan kaki Ghina ke sebuah alat penyangga kaki dan menyalakan lampu.


" Pak... suport ibu ya... bapak harus kuat kalau mau menemani ibu bersalin... ' ucap dokter sambil mengerahkan lampu ke arah ****** Ghina.


" Mas.... " rintih Ghina sambil mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Al.

__ADS_1


" Iya... yang kuat dan sabar ya... " Al mencium genggaman tangan Ghina yang semakin erat.


" Ayo... sedikit lagi... jangan berhenti... ayo sayang... bismillah... tenaganya tambah dikit lagi... ayo kasihan dede bayinya udah terlihat rambutnya... " cerocos dokter memberi semangat.


Al sangat tegang...begitupun Anton dia ikut mules melihat adegan itu... sebenarnya dia ga berani mendekat, hanya mengawasi dari dekat pintu, tapi air matanya jatih tak tertahankan membasahi pipinya, Anton teringat ibunya.


Pyaaarrr.... terdengar suara disertai semburan darah dan air ketuban dan kemudian suara tangisan


Oeek oeekkk ooeekkk...


Alhamdulillah... bayi nya perempuan ... cantiknya ... masyaa Alloh....."ucap dokter serta suster saat melihat bayi merah telah lahir dari rahim Ghina.


Air mata Al semakin deras membanjiri pipinya... ' Alhamdulillah..."


" Terima kasih sayang.... " ucapnya pada Ghina dibarengi dengan serbuan kecupan di pipi dan kening Ghina.


Suster langsung mengambil bayi itu setelah digunting tali pusarnya, kemudian di taruh di dada Ghina, Al kemudian membacakan doa kemudian di adzan kan.


Barakallahu laka fil mauhubi laka wasyakarta al-wahiba wa balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu”


Artinya:


“Keberkahan bagimu atas apa yang telah dianugerahkan padamu. Kau bersyukur pada Sang Pemberi, telah sampai pada kesenangan dari-Nya dan (semoga) diberikan rizki atas kebaikan-Nya.”


Bayi itu menjilat jilat mencari ***** ibunya. Sementara Ghina merasa mulas kembali karena plasentanya mau keluar / lahir.


Suster membersihkan Ghina.


" Bu... bagus banget... pinter... tidak perlu di obras... mulus ga ada yang perlu dijahit" ucap dokter memuji Ghina.


" Alhamdulillah dok... terima kasih" ucap Ghina masih terdengar lemas dan cape.


Setelah di rasa cukup untuk inisiasi dini, suster mengambil bayinya lagi untuk diukur tinggi dan berat badannya mengecap kakinya serta membersihkan kemudian di pakaikan baju, di pasang gelang nama ibunya.


" pak... silahkan tunggu di ruangan inap, kami nanti akan mengantar ibu ke sana, saat ini ibu mau kami bersihkan dulu fan bayinya sementara kita bawa ke ruang bayi, nanti kalau sudah waktunya minum asi kami antar ke ruangan bapak.


Mari pak ... saya yang antar bapak ke ruangan.... ujar salah seorang suster sambil mendorong kursi roda Al.


tbc


____________________________________________

__ADS_1


__ADS_2