
Sore harinya Ghina, Al dan Bu Heni pergi ke butik untuk fitting baju pengantin karena bu Heni pingin mengadakan acara ngunduh mantu.
"Ghin.... setelah urusan baju beres besok ibu temani ke klinik untuk perawatan badan dan wajah ya nak... biar tambah kinclong" ucap Bu Heni.
"Hemmm... harus ya bu... ?" tanya Ghina sedikit ragu.
"Kenapa ... apa kamu ga mau?, Gimana Al menurutmu?" tanya Bu Heni.
"Al sih setuju sama ibu ... maaf sayang bukan nya gimana... tapi Kakak rasa usulan ibu itu benar juga... biar sayangku ini bikin pangling semua tamu nantinya" ucap Al sambil melirik Ghina yang duduk disebelahnya.
"Nah tuh Ghin... suamimu oke tuh sama usulan ibu, besok harus siap ya... ini ibadah juga lho nak buat menyenangkan hati suami" ucap bu Heni sedikit membujuk agar Ghina mau perawatan.
"Iya bu Ghina mau kalau begitu..." jawab Ghina sambil melirik Al, yang dilirik terlihat senyum setuju.
Setelah obrolan itu mereka sampai didepan butik yang di tuju. Mereka turun dan masuk kedalam nya disambut oleh beberapa pegawainya.
"Silahkan... mau pesan dulu atau lihat-lihat koleksi yang ada?" tanya salah satu pelayan butik.
"Mbak kita lihat dulu ya koleksinya semoga ada yang cocok" jawab bu Heni.
Kemudian mereka masuk ke ruang display untuk memilih, setelah mendapat baju sesuai keinginan Ghina mencoba di ruang ganti.
"Bu... ini kan butik tempat dulu kak Ninis kerja ya?" tanya Ghina mengingat kenangan dulu saat Ninis belum nikah dan masih kerja di butik itu Ghina sering main.
"Iya.... coba nanti ibu tanya Ninis masih merancang ga disini?" jawab Bu Heni.
Tak lama setelah itu bu Heni berbicara sama pelayan, kemudian pelayan itu menunjukkan sebuah ruangan display khusus baju pernikahan syar'i.
" Ghina... sini... " panggil bu Heni mengajak Ghina masuk keruangan itu.
"Ini rancangan Ninis semua, walaupun dia diluar negeri ternyata dia masih merancang di butik ini... coba kau lihat barang kali ada yang cocok" ajak Bu Heni.
"waawwwww...... ibu beneran ini rancangan kak Ninis... masyaaAlloh bagus-bagus... bentar bu Ghina panggil kak Al dulu" Ghina sambil setengah berlari meninggalkan ruangan itu menuju tempat dimana Al duduk di sofa ruang tunggu.
" Kakak.... sini... disana itu khusus ruangan rancangan baju pernikahan dari kak Ninis" terang Ghina.
Al yang mendengar langsung berdiri mendekati istrinya dan berjalan mengikuti langkahnya.
"Ghina... ini dicoba nak, ibu pilihkan udah pilih nih" ucap bu Heni mengajak Ghina ke ruang ganti.
Setelah mencoba Ghina keluar dari ruang ganti.
__ADS_1
"waaowwww.... bagus detail banget pas lagi di badan kamu nak, warnanya juga bagus... bagaimana Al kamu suka ga?" ucap bu Heni merasa kagum dengan baju yang dikenakan Ghina saat ini.
"iya bu... Al suka sama pilihan ibu ini" jawab Al menatap kagum pada istrinya yang terlihat cantik dengan baju pengantin warna ungu muda dihias dengan batu swaaroski.
"Makin cantik... sayangku" ucap Al berbisik di telinga Ghina yang langsung membuat pipinya memerah
" Kak... jangan gitu dong... malu dilihatin ibu dan mbak-mbak yang disana... simpan aja ucapnya buat nanti kalau kita lagi berdua" jawab Ghina sambil mencubit lengan siami nya.
"Iihhhh kok nakal sih... berani ya sekarang nyubit kakak" ucap Al sambil meringis dibuat-buat.
"Kakak sih godain Ghina terus..."
"Yaman ga nak, bajunya... " teriak bu Heni dari ujung ruangan.
"Iya bu... pas kok ini sesuai dengan ukuran badan Ghina" ucap Ghina meyakinkan mertuanya.
Sekarang tinggal memilih buat Al dengan warna senada dan ukuran yang pas.
Setelah mendapat yang jadi pilihan mereka kemudian meninggalkan butik setelah sebelumnya sholat maghrib di mushola butik.
Mereka kini menuju sebuah mall untuk belanja beberapa kebutuhan dan mencari tempat makan malam
Mereka menuju resto yang menyediakan masakan khas negara Lee min ho yang berlebel halal ya
Bul gogi, Tteob boki, Bimbimbab, Kim bab dan yangnyeon tong dak itu menu yang di pesan Al.
" Kak ... kak Ninis ga lupa diundang kan, untuk acara besok?" tanya Ghina ke Al.
"Iya... pastinya, karena dia kakak bisa kenal kamu yang... " jawab Al.
"Diingat lagi siapa yg belum, teman-teman kamu Ghin barang kali ada yang terlupa" bu Heni mengingatkan.
"Cukup bu... Ghina ga banyak temannya bu"
jawab Ghina.
"Yang... teman kamu Asri dan pasangannya undang aja, biar kakak kenal juga" kata Sl mengingatkan.
" Kakak.... " dengus Ghina.
"Harus ya... kalau gitu undang juga kak Cindy" ketus Ghina.
__ADS_1
" Cindy... ga! ibu ga setuju.... dari pada undang dia mending undang seribu anak yatim Al" ketus ibu.
"Ga lah bu.... hidup Al udah damai apalagi ada istriku tersayang di sampingku, sudah lengkap bu... bagi Al cukup dua perempuan cantik dalam hidup Al yaitu ibu dan istriku ini." ucap Al sambil merangkul pinggang Ghina.
Ditengah obrolan mereka pelayan datang membawa makanan yang telah dipesan.
Mereka menikmati makan malam tenang hanya Al yang terlihat se bentar-bentar menyuapi Ghina.
"Yang... aaaakk... " Al menyuapi Ghina kue beras pedas ke mulut Ghina.
" Hmmm.... enak... pedasnya pas" kata Ghina sambil mengunyah suapan dari Al.
" Ibu suka ga bu... ?" tanya Al.
" Suka.... bim bimbab nya enak... porsinya juga pas" jawab ibu terus mengunyah makanannya.
"Aaakkk .... " Al kembali menyuapi Ghina.
"Kakak sayang... kenyang banget aku... sudah ya... buat kakak aja.... Aaakkk... " ganti Ghina yang nyuapin Al.
Bu Heni terlihat senang melihat kemesraan putra dan menantu baru nya itu.
"Ghin.... kalau boleh usul ni ya... panggilnya ke suamimu jangan kakak lagi lah... kan kalian sudah nikah sudah bukan teman lagi... biar lebih mesra gitu panggil mas kek atau sayang kayak manggil kamu nak, sayang... nah nanti kalau sudah punya anak, baru kalian pikirin lagi mau panggil yang kalian mau ... " ucap bu Heni lembut.
" Nah iya bu... setuju" ucap Al sambil menoel pipi Ghina yang terlihat merah karena malu atas usulan ibu mertuanya itu.
"Sebenarnya pingin manggil sayang tapi masih malu " bathin Ghina.
"iya bu... mulai sekarang mau panggil kak Al .... Hmmm..... Mas... mas saja ya, boleh?" tanya Ghina ke Al sambil menunduk.
" ssstttttt.... "Al tertawa sambil mengelus kepala Ghina.
" Terserah sayang ku saja... mana yang enak menurutmu" jawab Al.
"Ayo... kita pulang, sudah malam bu" Al berdiri sambil menggenggam tangan Ghina.
Al melambaikan tangan pada pelayan resto dan meminta bill nya kemudian memberikan uang pada pelayan tersebut.
"Kembaliannya ambil buat mas nya" ucap Al.
"Terima kasih Tuan... selamat malam" ucap pelayan tersebut.
__ADS_1
Setelah selesai mereka bergegas untuk pulang. Sesampainya dirumah Ghina menurunkan belanjaan ibunya kemudian masuk kekamar Al, menaruh hand bag nya, melepas hijabnya kemudian langsung masuk kamar mandi untuk bersih-bersih dan ambil wudhu, Al terlihat langsung mengangkat ponselnya yang sedari tadi turun dari mobil langsung berdering terus.