TERJAL

TERJAL
mendaki


__ADS_3

Sore ini Ghina berkunjung ke kedai karena rindu dengan teman-temannya.


Baru saja masuk tiba-tiba seseorang menepuk punggungnya dari belakang...


"Kemana saja kau hah... kau sembunyikan dimana kak Al ku.. sudah hampir 2 bulan dia pergi tanpa bisa dihubungi... jawab jangan bengong lo... hah..." teriak Cindy szmbil mencera. punggung Ghina.


"Haiii.... kalau nanya yang sopan mba... jangan main tangan begini juga... " teriak Chandra tiba-tiba sambil menarik cengkeraman tangan Cindy dipunggung Ghina.


"Mba Cindy... saya tidak tahu, lagian selama ini hubungan saya sama mas Al ga sedekat itu sampai harus menyembunyikan dia" jawab Ghina dengan penekanan juga.


" Apa lo mau ngeles aja... kalau begitu dia kemana... aku sudah mencari kemana-mana tidak pernah ada bahkan swalayan milik diapun kini sudah berpindah ke pemilikan, swalayan itu kini diurus sama kakaknya puas kamu... " teriak Cindy


Ghina yang mendengar pun syok.. "benarkah.." bathinnya...


"lantas dimana kak Al sekarang... kenapa hatiku jadi ngerasa bersalah begini... "


Air mata Ghinapun meleleh mengaliri pipinya.


"Kak Cindy ga sedang mengada-adakan... kak... Ghina benar-benar tidak tau... maafkan Ghina kak..." tangis Ghina pun pecah.


Cindy yang melihat reaksi Ghina akhirnya tidak memaksa lagi dia tahu kalau Ghina sedang tidak membohonginya.


"Hah... kali ini aku percaya ucapan mu tapi awas kalau dia mengabari mu tolong... kasih tau aku dimana keberadaannya... "ancam Cindy sambil berlalu pergi.


"Nok... udah ach jangan nangis... apa kabar mu, sehat kan?" tanya Chandra.


"Alhamdulillah sehat ndrok .. apa kabar semua... maaf ya aku datang-datang bikin keributan... hikz hikz " ucap Ghina kembali menangis sambil memeluk temannya satu persatu.


Dibenak Ghina masih merasa bersalah dan bertanya-tanya kemana kak Al pergi... kok ga mengabari.. dia membuka-buka ponselnya berharap ada pesan dari Al yang belum terbalas, bahkan semua percakapan mereka dari awal Ghina baca ulang lagi... tak ada kata-kata apapun...

__ADS_1


"Kak kemana kakak pergi...maafkan Ghina kak... " guman Ghina sambil mengusap bulir bening yang mengaliri pipinya.


Hati Ghina terasa sedih, badannya lemas tak percaya dengan berita yang barusan di terima.


Untuk menghilangkan rasa penasarannya dia kemudian menekan tombol hijau di ponselnya Nama Al yang dia tekan... tapi hanya suara operator call center yang menjawab.


kemudian Ghina memilih mengetikan pesan saja.


📱:" Assalamualaikum kak... Apa kabar? kalau kakak baca pesan Ghina ini tolong balas.. kapanpun kakak ada waktu... Ghina pingin cerita sama kakak...Ghina menunggu balasan dari kakak secepatnya... " Send


Ya Alloh lindungi kak Al dimanapun berada... Batin Ghina setelah mengirim pesan itu.


"Ndrok... kapan dirimu off kerja.. " tanya Ghina pada Chandra.


"minggu besok, ada apa?


" kita muncak yukz... aku pingin liat keindahan Alam ini dari atas gunung" ucap Ghina yang membuat Chandra langsung seneng.


" yang dekat-dekat saja yang penting bisa melihat indahnya dunia" kata Ghina sambil senang kegirangan karena keinginannya bakal tercapai.


Yang dimaksud muncak sama Ghina disini bukan yang ke gunung sumbing, Rinjani tapi hanya ke gunung menoreh daerah perbukitan perbatasan Jogjakarata dan Jawa tengah disebelah selatan candi Borobudur.


______


Hari yang di tunggupun datang... pagi hari Ghina, Chandra,Rio dan Billy dan kali ini ada Ayu, Oliv yang bergabung juga... mereka berangkat menuju daerah perbukitan dengan perkebunan teh, dan palawija lainnya seperti kopi, teh, kakao dan hasil bumi lainnya.


Tidak butuh lama dari pusat kota Jogja dengan kecepatan sedang hanya butuh waktu 1-2 jam saja.


Jalanan yang semakin kecil dan mendaki apa lagi untuk sampai tujuan harus mengikuti panduan mas-mas yang jaga pos karena untuk kendaraan roda empat tidak bisa ber papasan harus gantian dengan kendaraan arah berlawanan di karenakan jalanan yang kecil hanya pas satu mobil.

__ADS_1


Lumayan membuat jantung dag dig dug tapi begitu sampai huuuuu.... jangan ditanya... terbayar semua rasa yang tadi dijalan jantung hampir saja mendadak berhenti berdetak... " seru Ghina dan yang lainnya.


Ghina dkk pun sampai di puncak wido sari sebuah bukit yang tinggi dari parkiran mobil hanya tinggal jalan kaki menaiki anak tangga... sampailah diatas bukit ... pemandangan yang menakjubkan berasa di atas awan.


Disini Ghina melepaskan segala kegundahan hatinya tentang kekecewaannya pada pakde nya yang tiba-tiba saja menjodohkan dengan lelaki yang belum Ghina kenal, tentang kak Al yang pergi tanpa kabar tentang semuanya yang terjadu dalam hidupnya.


"Sebentar aku mau mojok disebelah sana itu... "ucap Ghina pada teman-temannya menunjuk sebuah sudut dipuncak itu.


"Ya Alloh... sungguh indah ciptaan-Mu... memang mau menuju tempat ini lumayan perjuangannya, naik turun, melipir mendaki, terjal tapi terbayarlah dengan suasana disini... Seandainya kisah hidupku harus seperti jalan tadi saat menuju kesini.. Hamba ikhlas Ya Alloh kalau endingnya indah begini ... " lirih Ghina pelan saat duduk diujung pendopo peristirahatan pendaki.


"Kak Oliv sini..." panggil Ghina, Namun yang datang Oliv dan Chandra mendekat ke Ghina. Sementera yang berselfi ria.


"Kak... indah ya... seandainya jalan hidupku sepeti jalan menuju kesini tadi tapi kalau endingnya seperti ini .. Ghina ikhlas kak" hahaaa... canda Ghina pada Oliv dan Chandra.


"Hidupmu pasti berakhir Indah Ghina... sudah cukup kesulitan demi kesulitan yang kamu alami" hibur Oliv.


"Iya nih... ada apa Nok omongan kamu tuh berasa pahit gitu... kayak kopi tanpa gula... " canda ChandrA.


"Gue mau dijodohin sama pakde dan calonnya itu orang yang sama sekali belum gue kenal, gue cuma dikasih waktu 4 minggu lagi harus memberi keputusan, kalau gue ga bisa nunjukin calon yang serius sama gue.... hikz hikz...gue harus terima perjodohan ini, jujur Gue sedih secara gue masih jones... indrok..." isak Ghina.


"Ghin lo serius..."??? tanya Oliv dan Chandra bersamaan


"Bohooongg.... ya iya lah serius dodol... ga liat apa kalian kalau sekarang hati gue lagi nangis darah... hikz hikz hikz... ", Ghina makin sesenggukan.


Ghina sebel sama dua temennya itu yang terkesan malah cekikikan...


"Lha emang kamu sama sekali ga ada calon... ya misal itu mas Dosen yang cool abis atau kak Al yang ramah dan ganteng serta tajir itu.. " tanya Chandra yang selama ini penasaran sejauh mana hubungan Ghina dan dua cowok yang banyak jadi incaran gadis cantik itu.


tbc

__ADS_1


__________________________________________


__ADS_2