TERJAL

TERJAL
Hamil


__ADS_3

Setelah pesanan siap, kemudian Al dan Ghina bersiap untuk berangkat ke dokter.


" Ayo sayang... keburu malam " ajak Al melihat Ghina yang masih diposisi awal.


" Duuhhh ... lemes mas" Rengek Ghina sambil menjulurkan tangannya minta di bantuin berdiri.


" Mau digendong?" tanya Al


" Jangan ah... masih bisa jalan kok... cuma penggangin takutnya aku ketiduran sambil jalan" ucap Ghina sambil bergelayut manja.


" Jangan tidur dulu... tunggu sampai di mobil" ucap Al sambil merengkuh pundak istrinya.


Sampai parkiran Al membantu Ghina naik ke mobil sampai memasangkan sabuk pengaman baru dia duduk dibelakang kemudi sambil sesekali mengusap kening Ghina.


" Istri kesayangan mas kok begini sih... pasti ini karena kecapean ... "


" Bukan mas... aku ga cape, hari ini aku ga turun hanya tiduran terus" jawab Ghina.


" Sudah sampai... diem dulu jangan turun biar mas yang bantu, tunggu" ucap Al sambil membuka pintu mobil dan berjalan ke arah Ghina.


Al merangkul Ghina sambil jalan masuk ruang dokter karena sore itu tidak ada antrian pasien, setelah mendaftar langsung ke ruang periksa dan langsung duduk di depan dokter.


" Selamat sore dok... " ucap Ghina ramah.


" sore... silahkan" ucap dokter Lukas.


" Apa yang di keluhkan ibu?" tanya Dokter Lukas ramah.


" Hari ini saya merasa sangat lemas tidak bergairah Dok"


" Makan biasa atau kurang berselera?" tanya Dokter


" Hmmm.... biasa saja dok... beberapa hari sebelumnya saya bahkan sering merasa lapar tapi untuk hari ini kurang berselera" terang Ghina.


" Silahkan berbaring... di periksa dulu ya" perintah dokter Lukas.


Ghina berjalan naik ke atas tempat tidur kemudian berbaring.


"Dokter memeriksa mata Ghina, detak jantung dan denyut nadi.


" Sudah berapa lama tidak Haid" tanya dokter.

__ADS_1


" Hah.... haid dokter... hmmm... iya kok saya sampai lupa... seperti 2 kali terlewatkan Dok" jawab Ghina sambil mengingat ingat.


"Sepertinya istri andaAaAa hamil pak ... tapi biar lebih yakin sebentar kita cek pakai tes pack dulu, ibunya ke toilet dulu ya, maaf urinnya nanti di masukin pis pot, suster mohon dibantu ya..." ucap Dokter Lukas kemudian suster itu menuntun Ghina masuk kamar mandi.


Jantung Al berdegup kencang menanti dengan harap harap cemas hasil tes urin Ghina.


Sebentar kemudian Ghina keluar dari kamar mandi, Al langsung menghampiri dan merangkul Ghina berjalan ke tempat duduk.


" Nah ini dia... ternyata perkiraan saya betul bu, pak... istri anda hamil, ini ada garis merahnya 2, untuk lebih menyakinkan lagi dan tau berapa usia kehamilan ibu, saya sarankan untuk ke dokter kandungan, sebentar ..... " ucap dokter Lukas sambil membaca kartu pasien.


Sementara Al sepanjang keterangan dokter tadi dia sudah mendekap Ghina erat rasanya sudah tidak tahan ingin bersorak sambil mengangkat tubuh Ghina tapi dia tahan.


" Hmmm.... saya rekomendasikan dokter kandungan yang tidak jauh dari alamat rumah anda Dokter Sabrina, dokter kandungan yang sudah lumayan senior sudah begitu tempat prakteknya tidak jauh dari tempat tinggal anda" terang dokter Lukas panjang lebar.


" Iya dok , terima kasih.... kami akan ke tempat praktek dokter Sabrina sekarang" ucap Al tidak sabar.


Setelah menyelesaikan administrasi Al dan Ghina langsung menuju tempat praktek dokter Sabrina.


Dimobil Al terus saja menciumi tangan Ghina.


" sayang.... terima kasih" ucapnya beberapa kali, hatinya sangat bahagia sampai lupa semua yang dialami sepanjang hari ini.


" Turun dari mobil, Al langsung memapah Ghina masuk ke dalam ruang tunggu, Al mendaftar sementara Ghina duduk menunggu.


" Silahkan.... langsung tiduran saja" ucap seorang dokter, setengah baya dengan badan agak gemuk.


" Kapan terakhir haid" tanya dokter Sabrina.


" Lupa dok, mungkin 2 bulan lalu..." ucap Ghina ragu ragu.


"Sebentar kita periksa tensi dan denyut nadi dulu baru usg ya..." ucap dokter Sabrina kalem.


" Sus... bantu ibu nya, kita USG..... bu tensinya sedikit rendah tolong dijaga pola makan dan juga cukup istirahat ya".


" Maaf bu... ini akan terasa dingin tapi tidak sakit, tahan sebentar ya" ucap suster.


Setelah suster mengoleskan gel ke perut Ghina, dokter pun menempel dan menggerak gerakkan di perut Ghina, Al memperhatikan dengan seksama.


" Pak bu... kita lihat ya... hmm... ini dia.. ternyata usianya sudah sebelas minggu, di usianya ini janin sudah mulai membentuk sempurna detak jantungnya juga sudah lebih kuat... ini bisa di lihat ya.... dokter Sabrina menunjuk gambar kecil yang sebagian orang masih bingung belum paham bentuk apaan, begitupun Ghina dan Al juga ga tau, tapi mereka memperhatikan layar itu dengan seksama.


" kita dengar detak jantung nya dulu"

__ADS_1


Sesaat kemudian terdengar seperti suara srek srek kurang jelas tapi lama berirama dug dug dug.... air mata Al tak tertahan meluncur bebas jatuh lolos melewati pipinya, sementara Ghina hanya berkaca kaca sambil tersenyum...


" Mas... "ucap Ghina sambil meremas jemari Al.


" Terima kasih sayang..." Al mencium jemari Ghina kemudian mengecup keningnya.


" Bayinya sehat ... ukurannya normal 3,8 cm, tinggal di jaga pola makannya saja" ucap dokter sambil mengelap perut Ghina dengan tisu.


" Sudah... ini resep nya, silahkan" ucap dokter sambil menyodorkan resep ke pada Al.


Mereka keluar dari ruangan itu dengan perasaan senang, haru, bahagia, ingin sampai rumah.


Sepanjang perjalan pulang tak henti hentinya mengelus perut Ghina, mencium tangannya, mengusap keningnya.


Sampai rumah Al langsung membopong istrinya itu menaiki tangga menuju kamarnya.


" Mau ke air dulu, sini mas siapkan air hangatnya dulu" ucap Al dengan sigap menuju kamar mandi, setelah siap kemudian membopong istrinya masuk ke kamar mandi.


"Mau sendiri atau di bantu mas... sayang?"


" Sendiri aja mas... mas bisa nyiapin makan, di sofa kamar saja mas makannya" ucap Ghina, Al langsung keluar dan kebawah mengambil makan serta piring dan air minum.


10 menit Ghina sudah beres, dia tidak ingin lama lama karena rasa lemesnya masih terasa. Kemudian Al bergantian masuk kamar mandi.


Setelah berganti baju mereka duduk di sofa untuk makan.


" Makan yang banyak... sini mas yang suapin" Al langsung menyendok kan nasi goreng dan menyuapi Ghina dengan telaten, sementara Ghina masih bersandar di sofa sambil mengunyah.


" Sayang.... jangan cape cape dulu, sementara kafe biar di awasi sama Anton dulu, paling ga sampai sayangku badannya fit" ucap Al.


" Kalau aku besok masih lemes begini boleh mas, tapi kalau aku baikan aku ga mau menyusahkan Anton dia juga kan kerja sama Mas"


" iya sayang.... lagian di swalayan lagi banyak masalah, mas hari ini uring uringan di tambah tadi si mantan terindah katamu, itu datang, rasanya pingin aku tendang dech" Al mengadu...... atau curhat heee...


" Mas... sabar ya... pasrahkan sama Alloh mas... Dia tempat kita minta pertolongan dari kejahatan yang nampak maupun yang tidak, teruslah berdoa, semoga masih ada rejeki untuk anak kita" ucap Ghina sambil mengusap rambut suaminya pelan.


Al hanya diam menatap tajam pada istrinya, di lihatnya wajah istrinya dalam...


" Sayangggg...... " kemudian mencium kening istrinya lamaaa... seakan ingin menumpahkan kekesalannya tapi dengan jawaban Ghina tadi dia sadar betul wanita yang ada di hadapannya ini bukan sembarangan, dia manusia berhati peri pikirnya.


" Mau apa lagi mbak Tasya sampai ketempat kerja mas.... bukannya dia seharusnya juga sibuk dengan restorannya dan anak anaknya, kok masih sempat mendatangimu... benar benar mantan terindah.... sudah pisah tapi ga mau lepas" ucap Ghina sedikit kesal.

__ADS_1


Tbc


___________________________________________


__ADS_2