TERJAL

TERJAL
Melanjutkan kuliah meski tanpa doa ibu lagi


__ADS_3

Sedih masih menyesakkan dada, tapi Ghina sadar sepenuhnya bahwa apapun yang terjadi hidup harus terus dijalani, tidak boleh menyerah, tanpa doa dari ibu berarti aku harus lebih berserah diri, bathin Ghina menyemangati hatinya.


Yang bernasib sepeti ini bukan hanya aku pastinya masih banyak orang yang masih tidak seberuntung diriku, aku masih ada adik lelaki yang manis juga ada Oom Yasin serta sepupu dan tetangga juga kerabat yang lainnya mereka semua selalu mendoakan aku, masih melayang bathin ghina, memikirkan nasib dirinya kini.


Heemmmmm.... Ghina menghela nafas panjang, mengeluarkannya pelan agar rasa sesaknya berkurang


" Aku tahu kehilangan seseorang untuk selama-lamanya, apalagi orang yang kita sayang itu sangat menyakitkan... sakiittt... tapi aku juga tahu diapotek manapun tidak tersedia obatnya, hanya waktu yang menjadi penawarnya, pelan tapi pasti,,,,


Selain itu untuk lebih ikhlas dan sabar menerima semua takdir-Nya kita hanya bisa lakukan dengan semakin mendekatkan diri kepada-Nya...


Setiap yang bernyawa pasti mati, hanya soal waktu akupun hanya menunggu giliran... sudahlah aku ga boleh meratapi terus harus kuat-kuat-kuat....


Bathin Ghina menguatkan hatinya.


Ghina kemudian tertidur tak ingin terus bersedih masih ada Salman yang harus dikuatkan juga sepupunya yang masih kecil Dina dan Syifa mereka lebih kasihan, belum puas dengan kasih sayang ibunya terutama syifa yang baru kelas 5 SD.


_____


Semenjak Ghina ditinggal ibunya Adam makin sering berkirim kabat baik hanya sekedar chat atau telpon.


Dia ingin Ghina bisa lebih terbuka, lebih dekat secara hati kepadanya, walau jarak memisahkan kota tempat tinggal mereka, tapi Adam ingin lebih bisa memberi perhatian, tak ingin Ghina kesepian dan terus meratapi nasibnya.


Namun Asri makin dekat juga sama Adam walau mereka hanya teman dan tidak lebih, ya karena setiap hari kuliah bareng pulang pergi bareng jarak kosan mereka yang dekat.


Namun tak sedikitpun dihati Adam ada rasa sama Asri, dia tidak ingin mengingkari janjinya pada Ghina.


______


Sementara Ghina terus disibukkan dengan kuliah, kerja diakhir minggu pulang kampung untuk menjenguk adiknya, mengurus rumah


bersih-bersih juga memasakkan adiknya sesuai janjinya waktu itu.


Dilihatnya setiap ruangan, perabot dan semua tentang ibunya, dia bermaksud membereskan semua baju ibunya yang masih layak pakai untuk diberikan pada sanak saudara tetangga yang membutuhkan.

__ADS_1


Dilihatnya satu persatu baju ibunya... Ghina teringat saat ibunya memakai baju-baju itu dia membayangkan betapa cantik ibunya saat mengenakan pakaian-pakaian sederhana itu, hatinya jadi terasa sesak kembali, kemudian dia menghela nafas panjang dan membuang kasar tak ingin menangis lagi.


"Duuhhhh... berantakannya bujan ini dik, candanya sama Salman.


"Cepet gede dik, terus cari istri bisr ada yang mengurusmu,,, canda Ghina lagi yang membuat salman sedikit manyun sambil membebelakan mata karena kaget.


"Kakakkkk.... adik baru berumur 16 tahun, apa iya kau tega adikmu ini menikah dibawah umur.... jawabnya sambil berlalu jalan menuju dapur untuk mengambil minum.


"hahaaaa... kan secara penghasilan dikampung walau adik masih dibawah umur tapi sudah punya penghasilan dari ternak bebek, ikan mujaer, patin dan juga lele... ungkap Ghina bercanda tapi nadanya seperti maksa... hahahaaa...


"Teganya kau kak... yang ada adikmu ini mau sekolah, kuliah dan punya usaha yang pasti berkembang terus menurus baru deh mikirin nikah... tapiii sebelum itu kakak dulu yang nikah, candanya sambil mencubit pipi kakaknya gemas.


"Kakak kan udah punya pacar tuh mas Adam yang ganteng... imbuhnya lagi.


"Haahhh... apaan sih dik,, belum kepikiran juga, sanggah Ghina.


"Ya sudah kak... kita jalani begini saja sampai pada akhirnya kita siap untuk hidup yang lebih dari begini, jawab Salman sekenanya.


_____


Setelah sore berangkat kerja seperti biasanya disana ditempat kerjanya tempat Ghina mengekspresikan segalanya tentang candanya bersama teman-temannya, tentang totalitas kerjanya memberi pelayanan terbaik pada pelanggan kedai.


Karena keramahan dan kesopanan Ghina, banyak pelanggan yang suka dengan pribadinya sehingga dari pelanggan jadi teman, itulah yang membuat Ghina rajin bekerja selain memang butuh uangnya tapi juga rasa terhiburan hatinya ditempat itu, suasana kerja yang enak dan kekeluargaan yang membuat betah dan nyaman.


Apalagi kalau sudah bercanda dengan chandra seakan dunianya sangat ceria.


"Nok... ada yang nanyain tuh, teriak chandra menunjuk meja di pojokan.


"Hah ... siapa ndro, orangnya kayak apa , aku kenal ga? tanya Ghina penasaran.


"itu sana liat sendiri... jawab chandra sambil mendorong punggung Ghina kearah meja tamu pelanggan itu.


Disana Ghina melihat seorang gadis manis duduk dengan anggunnya, ya Ninis nama gadis itu, pelangfan yang sering datang bersama pacarnya Aldo tapi sekarang dia sendirian tanpa kekaksihnya itu.

__ADS_1


"haiiiii... Ghin, sapanya sambil memberi kode Ghina untuk duduk didepannya.


"Iya kak... ada apa, kok sendirian, tanya Ghina.


"Boleh aku cerita sama kamu, ganggu ga sama kerjaanmu, tanyanya.


"Sebentar mba, aku ijin dulu sama bos ya, sebentar mba... jawab Ghina sambil berlalu menuju ruangan bosnya.


Sebentar kemudian sampai diruang bosnya...


Tok tok tok....


"iya masuk... jawab pak Hendra dari dalam ruangannya, Ghinapun membuka pintu kemudian masuk dan mengutarakan maksudnya.


"pak Ada pelanggan yang mau mengajak saya bercerita atau curhat begitulah kira-kira, cerita Ghina. Saya harus gimana pak... tanyanya.


"Ya ladeni saja tapi jangan lama-lama 20 menit saja kasihan temanmu yang lain kalau kelamaan, jawab pak Hendra tegas.


"oke pak terima kasih, jawab Ghina sambil pamit berlalu pergi tidak mau menyia-nyiakan waktunya.


"Oke mba Ninis silahkan curhatnya... tapi saya cuma punya waktu 20 menit, gapapa?


"Iya saya tau kok, Ghina masih sibuk, gapapa aku seneng kamu mau aku ajak curhat, maaf ya aku jadi mengganggu waktu kerjamu, jawab Ninis.


Kemudian Ninis menceritakan kenapa dia datang sendiri ga sama pacarnya, kenapa dia suka tempat itu(kedai) dan juga kenapa memilih ghina untuk dijsdikan teman curhatnya.


Setelah itu mereka janjian untuk ngobrol diluar kedai kalau mereka sama-sama punya waktu dengan bertukar nomer ponsel.


Kemudian Ninispun pamit pergi setelah sebrlumnya membayar tagihan pesanannya dan Ghina lanjut kerja.


tbc


____________________________________________

__ADS_1


__ADS_2