TERJAL

TERJAL
Rintihan hati Adam


__ADS_3

Sementara setelah dikamar Ghina langsung duduk di depan cermin melepas satu persatu jarum yang disematkan untuk memakai hijabnya tadi, sementara Al sudah lebih dulu selesai melepas sepatu, jas dan semua pakaiannya dan langsung masuk kamar mandi untuk bebersih.


Keluar dari kamar mandi Al melihat istrinya masih terlihat kesusahan membuka hijabnya yang penuh jarum disana sini.


" Sini mas bantu, sayang arahin saja... "


"Makasih... suamiku sayang... " teriak Ghina setelah hijabnya berhasil lepas.


" Boleh ya mas tolongin satu lagi... bukain kancing baju nya sekalian.. " ucap Ghina dengan sedikit malu.


" Boleh.... sekarang membuka kancing baju milik istriku adalah keahlian suami mu ini sayang... " Ucap Al sambil mengecup punggung istrinya.


" Haiiisss... sabar dulu, aku ke kamar mandi dulu mau cuci muka, sudah tidak tahan mukaku berasa tebal kayak pakai dempul sekilo mas... " tolak Ghina karena setelah kancing gaunnya terlepas tangan Al sudah menjalar kemana-mana, Al pun melepas istrinya berlari kekamar mandi sambil mengacak rambutnya.


15 menit kemudian Ghina telah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono, dia langsung menuju tempat tadi menaruh koper bajunya, Ghina duduk berjongkok untuk membuka kopernya tapi tangan Al langsung merengkuhnya tubuh Ghina dan mengangkatnya ke atas tempat tidur.


" Kakak.... dingin aku belum pakai baju nih... " teriak Ghina sambil memukul pelan tangan Al, yang dipukul tak menghiraukan bahkan sedikitpun tak mengurangi aksinya.


" Sini mas hangatkan jangan melawan... " ucap Al yang sudah berhasil melepas kimono Ghina.


Tentu malam ini kembali menjadi malam indah mereka untuk sekian kalinya dan akan begitu di malam-malam selanjutnya.


_____


Sementara di sudut kota disebuah kamar kost seorang pemuda tengah mengamati ponselnya, disana dia melihat foto-foto pernikahan Ghina dari saat akad di kampung kemarin dan foto resepsi barusan diunggah disebuah group SMA oleh teman-teman yang tadi bisa hadir di acara resepsi tersebut.


Terlihat ada bulir air mata mengalir disudut matanya.


Semoga kamu bahagia.... suamimu sangat beruntung bisa mendapatkan mu... gadis manis yang pintar, sholehah, dan tidak pernah berulah serta kuat menghadapi masalah... menyakitimu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku yang tak kan pernah bisa lupa dalam penyesalan seumur hidupku..." Adam terus saja memandangi wajah ayu Ghina saat berfoto dengan Nola.


Ya setelah dua tahun berlalu ternyata Adam belum bisa move on dari Ghina, kuliahnya juga belum beres hubungannya dengan Asri juga tidak berlanjut walaupun Asri masih setia mengejarnya tapi Adam memilih untuk tidak pacaran dengan siapapun.


Hati nya benar-benar masih dipenuhi kenangan tentang Ghina, tentang gadis kalem yang selalu menderita yang tidak pernah memberontak atas nasibnya. Bahkan ketika dia menyakiti hatinya dengan berselingkuh dengan temannya dia hanya mengatakan tidak ingin bertemu dan menyapa lagi tak ada sumpah serapah makian atau amukan yang membabi buta.


" Seandainya aku tahu kehilanganmu ... membuatku sakit dan hampir gila seperti ini... aku tidak akan pernah sedikitpun bermain-main dengan rayuan temanmu Ghin... aku sakit, sakit Ghin... sungguh sangat sakit... hikz hikz... Ghina... Ghina... maafkan aku...maaf" Adam benar-benar kacau hilang sudah harapan untuk sebuah rasa dari Ghina.


Malam itu Adam menghabiskan malamnya dengan penyesalan yang tak berujung.

__ADS_1


Lara nya begitu dalam, walau dia sangat menyadari lara yang dia derita itu adalah buah dari kecerobohannya.


Ya ceroboh telah main-main dengan gadis yang tak pernah dicintainya sesaat melupakan gadis yang dengan setia memegang janjinya.


Begitulah kira-kira cinta datangnya membawa seribu bahagia tapi perginya meninggalkan sejuta luka, sederhana saja sebenarnya saling percaya, terbuka, komunikasi dan berpegang teguh pada prinsip. Jangan coba-coba bermain api karena bara nya bisa membakar hangus sampai kedasar hatimu.


Cintai manusia sewajarnya jangan melebihi cintamu pada RobbMu, maka jika kehilangan pun rasa nya tidak sampai menyesakkan dada.


_____


Pagi hari Ghina dan Al sudah bangun mandi dan sholat subuh sesudah itu mereka kembali tiduran sambil ber manja dan cerita tentang tamu-tamu yang semalam datang.


" Mas... semalam mantan mas ada yang datang tidak" tanya Ghina tiba-tiba membuat Al menghentikan aktivitasnya menciumi tengkuk istrinya.


" Hmmm... banyak... tapi sudah pada bawa pasangan masing-masing" jawab Al santai.


" Kenapa.... penasaran ya?" imbuh Al lagi sambil mencubit hidung Ghina.


" Berarti aku ralat pertanyaannya... bukan mantan tapi barisan para mantan hehee... " ucap Ghina sambil terkekeh.


" Aku tahu mas menyindirku..." rengek Ghina sambil manyun.


" Heheheee.... tersungging dia... " kekeh Al sambil menggigit pelan pundak Ghina.


" Maassss.... geliii ah.. "


" Iiihhh... kok suaranya manja gini sih... mau nambah ya... iya... masih kurang semalem sampai nyerah begitu... lupaaa yaaaa...." goda Al sambil menoel hidung Ghina.


"Apaan siihhh mas... pagi-pagi... belum ngopi ya... makanya otaknya mesum muluk.... weekkkkk.... " ledek Ghina sambil melempar bantal ke punggung Al.


Dreettt dreettt dreetttt


Tiba-tiba ponsel Al ada panggilan masuk.


Al buru-buru melihat siapa gerangan yang menelpon ternyata dari Arda orang yang dipercaya mengurus mall nya yang dimalang selama Al berada di Jogja.


📱 : " Assalamualaikum... iya Ar.. ada apa?"

__ADS_1


📱 :" Waalaikum salam pak... maaf pagi-pagi saya sudah mengganggu bapak, ada sedikit masalah pak kalau bisa dalam 2 hari bapak sudah disini biar masalahnya cepet selesai pak... maaf bukannya saya tidak bisa, tapi masalah ini harus langsung dengan bapak"


📱:" Oke... aku besok kesana, tunggu... jaga baik-baik jangan sampai jadi besar masalahnya"


📱 :" iya pak terima kasih.


Al kemudian menutup telponnya dan menaruh ponselnya di meja Nakas.


" Yang... kita beres-Beres terus ke bawah sarapan sudah itu kita pulang selesai itu kita langsung ke Malang... ada masalah kerjaan nih" ucap Al menjelaskan panjang lebar.


" Mas yakin mau berangkat hari ini juga?" yakin Ghina.


"Iya... mas mau mengabari ibu dulu kalau kita mau pulang duluan dari sini... kita sekalian pamit sama keluarga mu ya... "


" Iya mas... Ayo ganti bajunya terus kita ke bawah... aku pakai hijab dulu"


Mereka ber dua menuju restoran hotel untuk sarapan dengan bergandengan mesra.


Di sana semua anggota keluarga sudah sibuk dengan makanan di meja masing- masing.


Al kemudian menuju meja ibunya dan mencium ibunya sekilas


" Bu.... Al pulang ke rumah duluan ya... mau persiapan ke malang siang ini ada kendala kerjaan bu"


" Ya... ibu juga habis sarapan juga mau pulang saja... " jawab Heni.


Ghina dan Al pun sarapan dengan secangkir kopi dan teh serta nasi goreng sepiring berdua, iya karena Al suka menyuapi istrinya jadi kalau mengambil makan pasti langsung di tambah porsinya agar bisa untuk berdua.


" Pengantin baru ini.... kalau makan selalu saja sepiring berdua..." goda kak Dilla.


" Biar romantis kak... jangan sirik gitu dong... kakak juga bisa kalau mau... no mas Herman juga siap disuapin... Heheeee... " jawab Al sambil menunjuk mas Herman sementara Ghina hanya senyum senyum saja sambil mengunyah nasi goreng suapan sang suami.


Al memang sangat lembut memperlakukan Ghina, kalau malam sebelum tidur walaupun sudah makan pasti di tanya mau cari apa dulu, pingin apa, bla bla... selalu memastikan istrinya itu tidur dalam kondisi perut kenyang atau setidaknya makan buah atau minum susu dulu sebelum tidur.


tbc


____________________________________________

__ADS_1


__ADS_2