
"Nah itu juga yang jadi pertanyaan ku selama inj" imbuh Oliv.
"Yang jelas selama ini aku ini jones friend's... menyedihkan ya... hikz hikz. "
"Hah bukannya itu pilihan lo sendiri untuk tidak pacaran lagi setelah lo dikhianati sama mantan lo dulu ya... lo pasrah jodoh lo pada sang Khaliq" cerocos Chandra.
"Nah lo... kalau gitu berarti mungkin jodoh lo ya itu... si-sia-pa... Satria... tidak pacaran bahkan tidak mengenal sebelumnya... "imbuh Oliv.
"Mungkin takdir jodohku harus seperti itu..." Jawab Ghina pasrah.
"Ya ... kalau memang takdir jodohku seperti itu... harus ku siapkan hati untuk ikhlas menerima mulai saat ini" bathin Ghina
"Ghin... kita ke sebelah sana yukz... selfi dulu sebelum turun", ajak Oliv.
Merekapun berpindah-pindah posisi untuk selfi ... setelah puas kemudian turun dan melanjutkan ke perkebunan teh, dan tempat-tempat indah disekitarnya.
Benar-benar petualangan yang membuat cape tapi terpuaskan dengan pemandangan dan suasana khas pegunungan, namun karena mereka besok harus kembali pada rutinitas harian makanya langsung pulang saat menjelang gelap.
"Makin sore makin dingin... " ucap Ayu
"Iya... dan berkabut, tapi rasanya ingin kesini lagi... " uca Chandra.
"Iya... berasa cuma sebentar banget belum puas..." kali ini ucap Billy.
"Yeeaaa... masih betaaahhh... " timpal Ghina.
Teriakkan Ghina barusan cuma di dehemin sama Rio... karena dalam benak dia kapan-kapan mau datang lagi bersama kekasih hatinya.
Kemudian hening karena mereka mulai ngantuk seiring laju mobil yang membawa mereka seakan diayun di nina bobokan.
Ghina yang tau kondisi itu kemudian tukar tempat duduk disebelah kemudi menemani Billy yang sedang melajukan mobilnya, sedang tadi yang di samping Billy, Chandra tapi karena tau sahabatnya itu mulai satu watt makanya dia bertukar tempat duduk.
"kak Billy kita ngobrol biar ga ngantuk... oke" ajak Ghina.
" Kak.... gimana kedai sekarang, makin ramai kan?" Ghina memulai obrolannya.
"Alhamdulillah ramai... malah bulan depan mau buka cabang di jalan xx .
"Alhamdulillah... ikut senang... "
-
-
-
Obrolanpun berlanjut sampai memasuki daerah perkotaan.
____
1 minggu kemudian
Ghina saat sedang di rumah Oom Yasin
Ghina: "Oom... Ghina harus gimana Oom... hikz hikz... "
Oom : " Sabar.... kamu terus berdoa semoga sebelum waktunya sudah ada seseorang yang datang melamar mu"
__ADS_1
Ghina: " iya Oom..
Ghina terlihat sangat murung akhir-akhir ini.
Selain karena perjodohan itu dia juga sedang memikirkan seseorang.
Baru saja ingin mendaratkan bokongnya di sofa depan tv tiba-tiba ada suara deru mobil berhenti didepan rumahnya.
Tok tok tok...
"Assalamualaikum..." Seseorang mengetuk pintu rumah Ghina.
"Waalaikum salam... ' Ghina membuka pintu
"pak Hanif... " teriak Ghina.
" Iya saya Ghin... "
" Silahkan pak... monggo duduk dulu, saya bikinkan minum... mau kopi atau teh?"
"iya Ghin... terima kasih... seperti biasa bapak kesini karena pingin kopi bikinan mu Ghin"
"Heheee... bapak bisa aja..." dengan trampil Ghina langsung menyajikan kopi buatannya beserta camilan.
"Silahkan pak... di minum"
"Ghin... maaf kalau saya sering mampir kesini ya... "
"Oo... gapapa pak... apa bapak sedang ada bisnis disekitaran sini?" tanya Ghina
"Itu Ghin... ponakan pingin bikin usaha kedai kopi gitu... pingin ambil bahan bakunya dari daerah sini makanya beberapa minggu ini bapak sering lewat sini.
"iya tentu saja... harus ulet dan sabar pasti bisa.
"Hmmm... maaf kalau saya sering mampir begini bakal ada yang marah Ghin?"
"Marah... owh tidak... maksud bapak pacar saya begitu?"
"He-em..." dijawab dengan anggukan.
"Saya belum punya pacar pak... saya ini jones pak kata teman- teman... heee" jawab Ghina junur dengan sedikit malu.
"Hahaaaa... maaf... maaf ... bukannya bapak menertawakan statusmu Ghin... tapi julukan dari temen-temenmu itu... kok tega mereka menyebutmu begitu... "
" Hmmm.... bapaaakkk... bahagia banget deh menertawakan Ghina... " sungut Ghina.
"Ga percaya saja gadis kayak kamu dipanggil jones Ghin... "
"Kalau gitu biar ga dipanggil jones... kita nikah saja yuk... " ucap pak Hanif menatap tajam Ghina. Ghina yang mendengar itu matanya melotot hampir keluar bahkan jantungnya seperti berhenti saking kagetnya.
"Maaf pak... kalau bercanda jangan sama jones yang satu ini pak... masih untung Ghina ga ada riwayat sakit jantung... coba kalau ada, udah deh wasalam saking kaget nya pak... " ucap Ghina sambil menetralkan nafasnya.
"Aku serius Ghin... bukan sedang ngelawak... ini isi hatiku yang sebenarnya Ghin... " ucap pak Hanif bersungguh-sungguh.
Ghinapun jadi gelagapan... tidak menyangka kalau sang dosen kalemnya itu akan menembaknya... Ghina mengira kalau keakraban selama hampir 2 tahun belakangan ini, ya hanya keakraban mahasiswa dan dosennya, kalau datang dan mampir ke rumahnya itu ya karena memang murni karena singgah saja.
Sementara dua minggu lagi Ghina harus memberi jawaban sama pakde nya atas perjodohannya tapi pak Hanif bukanlah seseorang yang mengisi hatinya saat ini juga, terus dimana orang yang ada di hatinya itu sekarang, Ghina merenungkan semuanya.
__ADS_1
"Kok malah bengong... dijawab dong pernyataanku barusan", kata pak Hanif.
"Hmmm.... asli pak Ghina masih kaget, ga percaya... boleh Ghina minta waktunya, jangan sekarang"? pinta Ghina.
"Oke... saya tunggu jawaban kamu, ga pake lama ya... " jawab pak Hanif.
"Sudah sore... saya pamit dulu, aku harap secepatnya keputusan dari kamu" pak Hanif sambil beranjak menuju mobilnya.
"setelah 2 minggu nanti Ghina akan menghubungi bapak untuk menjawab pernyataan bapak..." jawab Ghina.
"2minggu... lama juga... tapi gapapa, saya akan sabar menunggu, kamu hati-hati dirumah, aku pamit dulu... Assalamualaikum" ucap pak Hanif kemudian masuk mobil.
"Waalaikum salam" Ghina menjawab sambil melambaikan tangannya melihat mobil pak Hanif melaju meninggalkannya.
_____
Setelah kepindahan Ninis yang ikut tugas suaminya Ghina jarang berkirim kabar hanya sesekali saja menanyakan putri kecil Ninis setelah melahirkan.
Sore ini Ghina pingin lihat gadis kecil imut itu.
Dia mencoba kirim chatt dulu setelah baru mau vc ke kak Ninis.
📱: "Assalamualaikum kak Ninis... apa kabar? lagi apa, boleh aku vc sama si imutz cantik Reina? send
Tiba-tiba ponsel Ghina berdering, ada vc dari kak Ninis, secepatnya Ghina langsung menggeser tombol hijau
📱:"Assalamualaikum... hallo kak Ninis, Reina imutz... apa kabarrrr... " ucap Ghina denga bahagianya.
📱:" Waalaikumusalammmm...kita sehat semua aunty Ghina .. makin cantik aja aunty... lagi dimana nih? Yang di sebrang juga ga kalah heboh Ninis sambil memegang tangan gadis kecilnya untuk dadaaa dadaaa sama Ghina.
📱:"Lagi dikampung kak... Ghina seminggu lagi wisuda jadi banyak menghabiskan waktu di kampung kak
📱:"wawww... cepet kali kau lulus lagi Ghin. . selamat ya... udah dapat ijazah tinggal ijab sah kalau begitu... " canda Ninis.
📱:"Aamiin yra kak... semua udah siap kak tinggal nunggu undangannya belum dicetak.." canda Ghina lagi
📱:" kapannn... tapi kok undangannya belum di cetak sih? " tanya Ninis serius
📱:"ya karena belum ada calonnya kak... hahaaaa... " tawa Ghina pecah melihat ekspresi wajah Ninis yang serius disebrang sana.
📱:" Seriusan Ghin... kamu ga jadi to sama Al? terlihat wajah Ghina langsung sedih saat Ninis bertanya barusan
📱:"Hmmm.... kami ga pernah jadian kak, lagian kak Al nya juga entah kemana sudah lama sekali tidak pernah ada kabar, ponselnya juga ga aktif", jawab Ghina bernada sedih.
📱:"kirain kalian udah mau married, secara Al sayang banget sama kamu lho Ghin... kok malah gini sih ceritanya... " ada nada kecewa terdengar dari suara Ninis.
📱:" maaf kak ini memang kesalahan Ghina, selama ini kak Al bilang kalau sayang sama Ghina tapi Ghina ga pernah ngrespon ... karena Ghina malu kak, Ghina cuma gadis desa yang yatim piatu sementara gadis-gadis disekitar kak Al benar-benar sempurna..., Ghina takut, Ghina ga percaya diri... hikz hikz... "tangis Ghina tiba-tiba pecah.
📱:" Ya sudah jangan nangis... mungkin kalian ga jodoh, sabar ya aunty... semoga aunty Ghina bisa ketemu jodoh yang terbaik.
📱:"Aamiin yra...
kemudian mereka mengakhiri obrolannya.
Diam-diam Ninis merekam vc tersebut di sebrang sana.
tbc
__ADS_1
_______________________________________