
Setelah drama pamitan Ghina pada keluarganya yang membuat air matanya mengucur karena akan pergi mengikuti suami untuk pertama kalinya, akhirnya mereka beranjak pulang menuju rumah masing-masing.
"Dik.... jaga dirimu baik-baik ya... kakak pasti akan merindukan mu setiap hari" tangis Ghina pada Salman sambil terus memeluk adiknya.
" Kak... jangan lebay deh... kita bisa vc atau chatt ga usah cengeng gini kenapa?" ucap Salman sambil berusaha lepas dari pelukan kakaknya.
" Adik...... biarin kakak memelukmu sebentar... jangan dilepas... iihhh... keki amat sama kakak kamu dik... mentang-mentang udah gede... udah punya pacar ya...hikz hikz..." rengek Ghina tak mau melepas pelukannya.
"Kakak .... jangan kayak anak kecil napa... udah tua juga... lihat kakak Al lihat kakak kayak begini... wajahnya seperti pingin mengeluarkan nasi gorengnya tadi... saking nek banget liat kelakuan kakakku yang cengeng ini... Hahahaaaa.... " ucap Salman sambil tertawa sudah bikin kebohongan tentang kakak Al nya.
Ghina kemudian melepas Salman sambil memukul pelan lengan adiknya tapi sebentar kemudian dia meraih tengkuk adiknya dan menyambar pipi adiknya dengan bibirnya...
"Muuuaacchhhh.... kena lho" ucapnya puas.
" Kakakkkk.... nakal iihh... kak Al ... kenapa setelah menikah kakakku jadi nakal begini?" adu Salman sambil merengut.
Semua yang melihat adegan itu cuma senyum melihat ke akraban kakak adik ini.
____
Pagi menuju siang Al, Ghina dan ibu sudah sampai rumah lagi. Ghina langsung membereskan baju-bajunya yang memang tak seberapa mengingat belum ada kepastian mau menetap di mana.
Setelah semua beres yang mau dibawa dimasukkan ke dalam mobil kemudian.
Karena tak mau membuang waktu Ghina dan Al berangkat sesegera mungkin tanpa menunggu waktu dhuhur tiba. Karena mereka membawa kendaraan sendiri bukan naik pesawat jadi butuh waktu yang lama untuk sampai di kota Malang.
Setelah berpamitan mobil melaju di jalan meninggal rumah klasik nan Asri itu.
Dijalan mereka memutuskan untuk melaksanakan sholat dhuhur dan mencari makan dulu sebelum akhirnya masuk jalan tol.
" Yang kalau ngantuk tidur saja... mau di setel dulu jok nya biar kamu lebih nyaman" ucap Al dibalik kemudinya sambil menggenggam tangan istri.
" Belum ngantuk... ga perlu di setel biar begini saja, nanti kalau aku ngantuk tinggal merem, tapi rasanya ga tega lihat kekasihku fokus nyetir sendiri " ucap Ghina sambil melirik suaminya.
" Oww... so sweet... bilang apa tadi kekasihku hmmm.... makin sayang dech... muach muach muaaacchh... " ucap Al di manja-manjain sambil menciumi tangan istrinya.
"Udah ach fokus.... ini jalan tol semua berkecepatan tinggi mas... jangan bercanda terus... heheee... "
" Nanti kalau mas cape, ngantuk minggir ya... ga boleh dipaksain... kita bisa berhenti dulu istirahat sambil minum kopi... " ucap Ghina lagi.
" Siap bosqu... sayangku... " Al sambil menempelkan punggung tangan Ghina ke pipinya.
" Mas biar ga ngantuk sambil Ghina suapin camilan ya... mas mau yang mana nih ada kacang bawang, kripik kentang atau buah, ada pir, jeruk atau apel?" tawar Ghina.
" Hmmm.... Jeruk boleh tuh... panas-panas gini seger kali"
__ADS_1
" Bentar ya... dikupas dulu... Bismillahirohmanirohiim... Aaak..."
" Manis yang... " Al sambil mengunyah jeruk suapan Ghina.
Mereka terus bercanda, mengobrol sesekali saling menggoda sepanjang perjalanan.
"Mas cari tempat istirahat yang ada musholanya kita sholat dulu ya... "Ajak Ghina.
"Depan sana ada bentar lagi... " jawab Al sambil menunjuk arah depan.
Sampai disebuah rest area, Mereka Sholat di mushola kemudian menuju sebuah resto yang menyediakan menu seperti bakso, soto dan Rawon.
Ghina dan Al pesan bakso malang untuk mengisi perut sore itu.
Selesai makan, kemudian menuju tempat parkir mobil, mereka memilih untuk beristirahat sebentar didalam mobil karena parkir mereka dibawah pohon jadi lebih adem.
"Mas... memang nyaman istirahatnya di dalam mobil begini... " tanya Ghina
" Mas.... pingin sambil peluk sayangku kalau di luar nanti banyak yang iri..." jawab Al santai sambil menyandarkan badannya di jok tengah agar kakinya bisa diluruskan ke depan.
""Sini duduk dekat mas... " panggil Al lagi
sambil menarik tangan Ghina.
Ghina juga langsung menyandarkan kepalanya di jok sejajar dengan Al.
"Sayang juga tidur aj, cendelanya kita buka dikit biar ga gerah"
Sesaat kemudian dengkuran halus sudah keluar dari suara nafas mereka. Terlelap diparkiran rest area didalam mobil, sementara matahari sudah menuju cakrawalanya.
"Mas sudah gelap... bangun yuk... kita mahgrib dulu baru jalan lagi." Ghina sambil membelai pipi suaminya.
" Hemmm... sudah malam..." ucap Al sambil mengerjabkan matanya kemudian tersenyum ke arah istrinya.
"Mau minum dulu...?" Ghina sambil menyodorkan botol berisi air mineral, kemudian Al menerima dan langsung meneguknya.
"Ayo... terus lanjut jalan lagi, biar sampai rumah belum terlalu larut." ucap Al sambil memegang tangan Ghina kemudian keluar menuju mushola.
____
Hampir jam 10 malam mereka sampai rumah karena dijalan tadi istirahat tidur dulu.
Mobil Al berhenti di halaman rumah yang lumayan luas untuk ditempati mereka berdua. Di sebuah perumahan modern dengan konsep minimalis terlihat sangat nyaman.
"Sayang turun kita sudah sampai... " ajak Al sambil melepas sabuk pengaman Ghina.
__ADS_1
"Sepi ya mas... "
"Ya... karena sudah malam, mungkin tetangga sudah pada tidur" jawab Al sambil membuka pintu dan melangkah keluar mobil.
Al kemudian membuka kunci pintu rumah dan menyalakan lampu... " Assalamualaikum... " seru Al sambil membuka pintu lebar dan melangkah masuk.
" "Rumah ini simpel kok yang... dibawah ada ruang tamu, ruang tv, kamar tamu, kamar pembantu, kamar mandi dan juga dapur sementara diatas ada 2 kamar, ruang tv dan juga tempat cuci jemur " jelas Al pada istrinya.
" Jadi kita tidurnya diatas mas" tanya Ghina memastikan karena ditangannya kini sedang menggeret koper baju.
" Iya ... sini kopernya biar kakak yang bawa" Al langsung mengambil gagang koper yang ditangan Ghina.
"Mas.... kalau nanti ada waktu Ghina pingin keliling kota malang mas" ucap Ghina.
" Pasti.... kita akan menjelajah kota malang ini sayang", ucap Al sambil membuka pintu kamarnya. Terlihat kamar yang lumayan luas dengan tempat tidur besar, sofa,ruang ganti dan kamar mandi disudut ruangan ada toalet dengan kaca kecil, Ghina senyum melirik itu, kamar cowok banget, ada toalet juga kecil udah gitu malu malu di sudut ruangan lagi, bathinnya.
" Selamat datang di kamar kita sayang... muachh", Al sambil mengecup kening Ghina setelah menaruh koper di ruang ganti.
" Ini rumah kita, rumah yang aku beli dengan hasil usahaku di Malang ini, semoga istriku yang cantik ini nyaman tinggal disini"
"Alhamdulillah... Aamiin ... Terima kasih suamiku... cup" Ghina mengecup pipi Al sekilas.
Kemudian mereka membersihkan diri dan berganti pakaian santai lalu turun ke dapur untuk membuat minuman hangat.
" Mau makan ga mas?"
"Belum terlalu lapar sih tapi... sebentar aku keluar bentar cari martabak saja ya... sambil minum teh panas, sayang tunggu di rumah saja, ga lama kok... naik motor saja" ucap Al.
"Ikut mas... bentar aku tinggal pakai hijab kok... tunggu" Ghina sambil lari kekamar atas mengambil hijabnya.
*
Mereka memesan martabak, menunggu sebentar kemudian pulang lagi dan segera makan martabak bersama teh panas di balkon atas, udara bertambah dingin. Al sesekali menelpon dan menerima telpon tapi tetep dengan memeluk istrinya tanpa melepasnya. Dan sambil mengunyah martabaknya menyesap teh sampai hampir setengah jam mereka di balkon.
"Dingin sayang kita ke kamar saja yuk... ajak Ghina sambil membawa nampan masuk kedalam, Al langsung mengikuti dan menutup pintu, kemudian mereka naik ketempat tidur setelah membersihkan bekas makan dan mencuci tangan.
"Tidurlah... mas masih ada sedikit kerjaan lagi" Al masih sibuk dengan ponselnya, sementara Ghina sudah masuk ke dalam selimut.
" Mas aku tidur duluan ya..." ucap Ghina membelakangi Al.
"Hmmmm... iya iya... ntar mas juga mau tidur" satu tangan Al sambil mengusap kening Ghina.
Sebentar kemudian Al langsung menaruh ponselnya dan masuk kedalam selimut juga, mendekap istrinya dan merekapun terlelap.
tbc
__ADS_1
__________________________________________