TERJAL

TERJAL
Kedatangan Tasya


__ADS_3

Sampai di rumah Ghina langsung bersih-bersih, badannya terasa lengket dari tadi seharian ber aktifitas di luar. 15 menit kemudian dia keluar kamar mandi, dilihat Al masih asyik mengotak atik ponselnya.


" Nggak pingin ke air mas?" tanya Ghina sambil lewat menuju ruang ganti.


"Ya kan nungguin kamu sayang... tadinya mau aku susul tapi ga jadi..." jawab Al masih asyik dengan ponselnya.


" Kenapa nggak bukannya biasanya juga main slonong saja... tumben" ucap Ghina sedikit ketus.


" Takut sayangku kaget dan marah" ucap Al masih dengan ponselnya.


"Alasan saja kamu mas... mas... bilang saja males" suara Ghina ada penekanan diakhir kata.


" Kok tahu si yang kamu... heheee..." jawab Al sambil cengengesan.


"Sana gih cepetan ke air.... atauuu.... jangan dekat-dekat aku tidurnya, sono tidur dikamar tamu saja", ucap Ghina sambil melempar handuk ke kaki Al.


" Widdiiihhhh.... sadis banget bu.... suaminya di usir" jawab Al sambil melotot melihat handuk yang dilempar ke kakinya tadi.


" Mas sih nakal.... habis ketemu mantan terindah nya langsung males-malesan... sibuk mencari-cari medsosnya... langsung rasa kepo nya mendadak tidak bisa ditunda.... kalau masih kangen temui saja besok di restoran itu... ga usah dicari-cari dimedsos... tau kagak kangen masih... mending besok temui lagi... " cerocos Ghina sambil duduk didepan cermin merapikan rambutnya.


Al hanya mendengar saja masih terus sibuk sama ponselnya.


Sampai Ghina beres menyisir rambut Al belum beranjak pergi ke kamar mandi. Ghina memandangi sebentar kemudian keluar kamar.


Setelah beberapa saat Al kemudian masuk kamar mandi, namun sampai Al keluar kamar mandi istrinya belum juga kembali ke kamar. kemudian Al berganti pakaian kaos oblong dan celana kolor pendek, ( boxer) kostum tidur ternyaman di dunia hahaaa...


Al penasaran dicarinya ke dapur sepi, ruang tv juga sepi... bahkan semua ruangan dibawah semua hampir gelap hanya ada satu lampu malam temaram tertempel didekat tangga.


" Sayang.... sayang... kamu dimana?"


Tak ada jawaban, sepi... akhirnya Al naik keatas masuk lagi ke kamar


"Sayang.... sayaanggg... kamu dimana ... jangan bercanda udah malam nih" teriak Al tak ada jawaban sama sekali.


Akhirnya Al balik lagi ke bawah dia nyalakan semua lampu, dilihat di kamur tamu namun kosong, sampai kamar pembantu dia cek juga tetap kosong... kemana ... pikirnya.


" Ngambek gitu... ah biasanya dia ga gampang ngambek... masak cuma gitu dia marah" pikiran Al berkecamuk. Kemudian


mematikan semua lampu kecuali lampu tangga, Al kembali ke atas di perlahan membuka kamar yang berada di sebrang kamarnya.


Kriieettt... suara pintu dibuka perlahan.


Mata Al terbelalak, raut wajahnya berubah dingin terlihat gurat kemarahan disana. Dilihat istri sudah berada diatas tempat tidur didalam selimut dengan pulasnya.

__ADS_1


Kemudian dia balik lagi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. Dia berniat menyusul tidur istrinya itu. Dia ingin mengganggu tidur istri karena kesal.


Setelah kembali ke kamar itu Al langsung masuk ke dalam selimut dan langsung memeluk istrinya sangat erat, menciumi punggungnya, memainkan ramburnya tapi Ghina sudah tidur jadi dia diam saja.


Kemudian terlintas dipikiran Al karena rasa kesalnya masih belum hilang ditambah liat istrinya tidur nyenyak.


Al terus saja melancarkan aksinya, sebenarnya Ghina tau tapi samar karena rasa kantuknya dia mending melanjutkan tidurnya karena dia tau itu ulah suaminya sampai akhirnya Al sudah membalikkan tubuhnya, aksi Al sampai pada puncaknya, Ghina merespon diakhir dengan mata terpejam tapi Al tau karena melihat istrinya itu tersenyum setelah dia menyelesaikan aksinya.


"Terima kasih... lanjutkan lagi tidurnya" ucap Al ditelinga istrinya, kemudian menyelimuti tubuh Ghina dan dirinya, memeluk tubuh ghina dan terlelap.


_______


1 minggu kemudian


Al melihat sebuah bangunan di kawasan kampus tak jauh dari rumah tinggalnya dan berbicara pada seseorang


"Pak.... harganya apakah masih bisa kurang, jangan segitu pak... kurangi lah pak , untuk usaha pertama kalinya pak", rayu Al pada pemilik bangunan yang berniat akan menjualnya karena kebutuhan mendesak.


" Mas... ini itu saya jualnya karena butuh uang secepatnya, sudah banyak yang menawar mas, cuma mereka ingin dijaminkan ke Bank, saya tidak mau menunggu prosesnya karena butuhnya sudah sangat mendesak" ucapnya panjang lebar.


Tempatnya bagus strategis dan luas nya juga lumayan .... Bismillahirohmanirohiim... ambil saja lah... semoga tempat ini bisa menjadi ladang rejeki istriku" bathin Al.


"Oke pak saya ambil... sebelumnya saya mau lihat kelengkapan surat-suratnya dulu pak" ucap Al


" Oke pak... bangunan ini akan saya beli, saya akan memberikan uang muka tanda jadi, Mungkin 2 hari ke depan kita bisa menyelesaikan di notaris" ucap Al.


" Baik mas... semoga tempat ini akan jadi ladang rejeki yang barokah mas dan buat saya sendiri apa yang menjadi tujuan saya menjual tempat ini pun di Ridhoi..." ucap bapak itu diantara sedih dan senang.


Mereka kemudian bersalaman dan membuat janji di notaris 2 hari berikutnya.


______


Sore hari Ghina asyik menyirami tanaman di halaman depan rumahnya.


Kemudian ada sebuah mobil berhenti didepan rumahnya, dari dalam mobil keluarlah seseorang yang beberapa hari lalu Ghina kenal.


" Mbak Tasya" ucap Ghina dengan wajah terkejutnya.


" Assalamualaikum Ghina.... sedang apa... sori aku mengagetkan mu, tadi ga sengaja aku lewat dekat sini jadi aku coba mencari cari alamat rumah mu... eee ... kebetulan lagi ada kamu diluar" ucapnya memberi alasan.


" Waalaikum salam mbak... monggo silahkan" ucap Ghina sedikit canggung.


"Al belum pulang ya... "

__ADS_1


" Belum mbak.... masuk mbak tunggu di dalam saja, cuma mas Al pulangnya ga tentu" Ucap Ghina masih terasa canggung juga tapi tamu harus dihormati, pikirnya.


" Oke saya tunggu.... saya telponnya deh" ucap Tasya sambil masuk ke ruang tamu.


" Biar saya yang telpon saja mbak..." tawar Ghina.


" Ooh nggak usah... biar aku... kalau tau ada aku, dia pasti cepet pulang" ucap Tasya yakin.


Deg


Hati Ghina berdetak... ada rasa tidak suka dari ucapan Tasya tadi.


"Mbak mau minum apa.... saya buatkan!" tanya Ghina sopan.


"Boleh... buatkan teh... jangan manis manis"


ucap Tasya sambil mencoba telpon.


" kok di rijek sih... " gerutunya sewot.


"Mbak ini minumnya... silahkan" Ghina menyuguhkan teh di meja sambil mengamati tingkah Tasya.


" Saya permisi dulu ke atas sebentar mbak .. mau ganti baju dulu, basah bekas ke semprot tadi" ucap Ghina sambil menunjukkan baju basahnya yang tak seberapa.


" O ya... silahkan, aku kesini mau ketemu Al," ucapnya ketus.


Ghina langsung ke atas dan langsung mencari ponselnya, disana sudah ada chatt dari Al


📱:" kalau Tasya datang ke rumah suruh tunggu... temani dulu sampai aku pulang, kemana saja ditelpon dari tadi kok tidak diangkat?"


Hah...ga salah ini chatt suamiku, aneh... masak sih ini suamiku, guman Ghina tak habis pikir.


Kemudian Ghina mencoba menelpon Al. Terdengar nada sambung disana.


📱:" Assalamualaikum... mbak Tasya sudah menunggumu SUAMIKU ... cepatlah pulang


📱: " Waalaikum salam... Iya aku sudah di jalan, dia sudah menghubungiku, tutup saja telponnya sebentar lagi aku sampai... tut tut tut


Ghina langsung ber gegas ganti baju dan turun ke bawah, kembali menemani Tasya di ruang tamu.


tbc


____________________________________________

__ADS_1


__ADS_2