
Setelah Ghina membujuk dan mengajak bicara neneknya akhirnya mau makan walau hanya 5 suap bubur lembut.
Sedikit ada cahaya dari wajah sang nenek dan sedikit ada tenaga buat bicara sama Ghina
Ghin yang semangat kuliahnya biar bisa bikin ibu kamu bangga, ucap nenek pelan
Iya nek pasti, jawab Ghina sambil sedikit menahan air matanya
Jaga dirimu baik baik karena jauh dari orang tua, jaga Sholatmu dimanapun berada, lanjut ucap nenek lagi
kali ini isakan Ghina mulai tidak bisa ditahan
Hikz hikz .... iya nek, jawabnya sambil menciumi pipi nenek dan mengelus rambutnya.
Sudah nenek harus banyak istirahat ya biar cepet sembuh, ucap Ghina sambil membetulkan selimut neneknya.
Ghina tidak sedikitpun beranjak dari sisi sang nenek sambil terus mengelus punggung tangan sang nenek, dipandanginya wajah pucat neneknya sambil berbisik lafat Alloh terus disamping telinganya.
Ya Alloh... sungguh cantik nenekku ini. Sehatkanlah beliau Ya Alloh, lamun Ghina.
Ghin... makan dulu yukz biar nenek ditungguin pamanmu sama Dina ( sepupu Ghina Anak Oomnya yang serumah sama nenek) ajak tantenya.
Iya tan, lagian Ghina juga belum ketemu ibu dari tadi, jawab Ghina sambil berdiri dan beranjak ke pergi menuju rumahnya.
Bu... sapa Ghina yang melihat ibunya sedang menjemur pakaian disamping rumah Assalamualaikum.... sambil menjulurkan tanganya untuk salim dan mencium punggung tangan ibunya
Waalaikumusalam... Ghin kamu sebat, tanya ibunya
__ADS_1
Alhamdulilkah bu, jawab Ghina sambil memeluk sang ibu yang dirindukannya
Ayo masuk, terus sana makan dulu, tadi ibu kepasar ibu belikan jajanan kesukaanmu .
Iya bu, Asyiikkk... lapar bu Ghina dari pagi belum sarapan
Ya sudah sana, sama Salman sana makan ibu sudah masakan ikan lele goreng beserta sambel kesukaanmu
Buru buru Ghina masuk rumah langsung menuju meja makan untuk memuaskan rasa kangen masakan sang ibu yang selalu ia rindukan .
Selesai makan Ghinapun berbincang bersama adik dan ibunya untuk melepas rindu.
Adzan dhuhurpun berkumandang jadi mereka langsung sholat berjamaah dipimpin salman.
Baru saja beres sholat tantenya memanggil manggil ibu Ghina
Ibu. .. ibu... panggil bu isti sambil mengelus tangan Nenek
Namun yang dipanggil sudah pucat, kaki dingin nafasnya yang sedikit tersengal masih terdengar.
Merekapun kemudian duduk menghadap nenek disamping kiri kanan tempat tidur sambil melafatkan asna Alloh, sambil sesekali terdengar isakan dari mereka tapi melihat kondisi nenek yang seperti itu mereka tidak boleh lemah harus kuat agar bisa mengtalqinkan sang nenek tersayang mereka dengan khusyu'
Laa ilaa ha illalloh,,,,,, bergantian dan kadang bersamaan mereka membisikkan ditelinga nenek dengan terbata nenekpun mengikutidengan pelan.... pelannn... sampai bibirnya diam menutup rapat tidak menyahut lagi dan sekujur tubuh nenek basak oleh keringat namun dingin dan mata tertutup rapat dengan kulit yang mulai berubah warna menjadi pucat kekuningan.😭😭😭
Innalilllahi wa inaillaihi rojiun,,,,,,ucap paman diiringi dengan bu isti, tante yati ghina dan semua yang ada diruangan itu.
Isak tangis merekapun pecah setelah melihat nenek ditutup kain jarik sama paman.
__ADS_1
Ibu.... bisik bu Isti perih dan juga tante Yati
Nenek, neneeekkk... aaauuhhhh nenekk...😭😭😭😭 Ghina, Salman, Dina juga Shifa anak Oom Yasin paman Ghina, semua menangis tersedu, dada mereka sesak, pedih dan air matapun tidak bisa dibendung lagi.
Lagi... baru 6 bulan dari kepergian sang Ayah kini mereka harus kehilangan sang Nenek, bagi Ghina dan bu Isti rasa duka mereka masih meninggalkan luka belum terlalu sembuh namun tangis itupun harus pecah untuk mengikhaskan nenek tersayang.
Sejenak kemudian semua sanak keluarga tetangga dekat sudah berkumpul, mereka melakukan tugas masing masing ada yang mendirikantenda, kursi, menyiapkan air untuk memandikan, kain kafan dari majelis ta'lim masjid terdekat.
Para tetanggapun berinisiatif untuk memasak. dirumah salah satu dari mereka, iya masakan ini nanti akan disuguhkan untuk keluarga jauh atau keluarga dan tetangga setelah pulang dari pemakaman, mereka mengumpulkan uang untuk belanja tanpa harus minta keluarga duka dan memasaknyapun bukan dirumah duka, dimaksudkan agar tidak mengganggu para pelayat yang datang dan nanti setelah matang mereka tinggal membawa masakan itu kerumah duka, begitu kira kira pemikiran ibu ibu tetangga bu Isti.
Gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas orang kampung Ghina.
Menjelang Ashar pemulasaraan jenazah hampir selesai sudah dikafani tinggal disholatkan, sebagian mensholatkan dirumah tapi pak ustadz setempat mengusulkan agar dibawa kemasjid biar setelah selesai sholat ashar langsung sholat jenazah.
Kemudian diberangkatkan kepemakaman.
Pukul 5 sore acara pemakaman selesai
Dengan langkah gontai Ghina menuntun ibunya berjalan pulang.
Tidak ada tangis tidak ada kata mereka hanya berjalan pelan sambil sesekali terdengar nafas yang berat menandakan kabut duka itu masih tebal.
Sesampai dirumah Ghina disambut pelukan oleh Asri, Nola, Adam hanya menyalami juga ada teman 1 kost nya Oliv, Nena dan juga ibu kost yang turut hadir.
Setelah berbincang sebentar akhirnya Ghina pamit untuk mandi dulu begitupun bu Isti.
Tbc
__ADS_1
__________________________________________