TERJAL

TERJAL
Kejutan


__ADS_3

Setelah terdengar jawaban salammya Ghina mematikan ponselnya. Kemudian masuk dan menutup pintunya. Al sudah duduk di bersandar di tempat tidur sambil mengawasi wajah Ghina.


Ghina langsung masuk kedalam selimut tanpa memperhatikan Al.


" Telpon dari siapa barusan.... mas yakin barusan bukan suara Salman" Al sambil menundukkan wajahnya kearah muka Ghina.


" Orang" jawab Ghina ketus


" Yang... jawab yang bener dong" Al masih dengan menatap tajam ke mata Ghina, sementara Ghina malah merem.


" Ga penting buat mas... buat apa pingin tau" Ghina teriak.


" Ga penting gimana... seorang istri malam malam begini terima telpon dari lelaki lain" Al setengah teriak.


" Mas... barusan cuma telpon... dari lelaki... iya betul... Ghina akui... mas marah?" Ghina kemudian duduk sejajar dengan Al.


" Ya marah lah... mas sayang sama kamu, mas ga mau kamu ada main dengan orang lain" jawab Al di pelankan selembut mungkin.


" Oooohhh... mas marah... bagaimana kalau Ghina dinner, pergi bareng atau bahkan kencan di rumah ini, apa yang mas mau lakukan... "


Al diam dengan mata melebar menatap Ghina tajam.


" Lakukan mas mau lihat .... kalau itu mau mu..." jawab Al sambil menatap lurus kedepan dengan melipatkan ke dua tangannya sambil menyandar.


" Sayangnya... hati Ghina ga bisa ke keji itu mas, Ghina hari ini baru tahu rasanya ... hati Ghina sakit "


Tangis Ghina tumpah... Astagfirulloh... ucap Ghina ditengah tangisnya.


Al langsung merangkul Ghina.


" Maaf.... maafin mas... maaf...mas khilaf", Air bening Al juga ikut merembes di sudut matanya.


" Mas... tolong jawab pertanyaan ku... sejujurnya... harus jujur... sejujur jujurnya...


" Mau tanya apa pasti mas jujur... sejujurnya"


" Sekarang kalau kejadian tadi di balik, mantanku aku respon telponnya, aku ajak ke rumah, terus aku ninggalin mas tanpa pamit untuk makan di luar sama mantan terus aku janji mas tak suruh nunggu kita akan makan bareng di rumah, ternyata aku dinner diluar sama sang mantan yang pernah aku cinta, aku sayang, bertahun tahun dari SMA sampai Kuliah ... bagaimana perasaan mas.. jawab sejujurnya... AKU HARUS PILIH CINTA LAMAKU YANG PENUH KENANGAN INDAH ATAU AKU HARUS MEMILIH SUAMIKU YANG BARU 3 BULAN LEBIH MENIKAHI KU TANPA PACARAN...??? jawab sejujurnya dari dalam hatimu apapun jawabanmu aku terima dengan ikhlas.


Al melongo nafasnya sesak , diam dan memejamkan mata mencerna apa yang di bicarakan istri itu kemudian yang dia lakukan.


" Kalau kamu berani ketemuan sama mantan mu akan ku hajar habis mantanmu" ucap Al dengan nafas tertahan karena marah.


" Oohhh.... jadi itu, kalau begitu besok yang akan aku melakukan hal yang sama, kalau mas ketemu sama mantan mas itu, apapun alasannya, lihat saja .... walaupun penampilanku jelek dan kampungan begini aku pernah lulus karate sampai sabuk item lho mas... Terima kasih jawabannya" Ghina menepuk nepuk pipi Al kemudian melorotkan tubuhnya , merebahkan badan dan menyelimuti tubuhnya tidur miring membelakangi Al.


Al masih ber pikir atas tindakannya tadi sore yang memilih meladeni semua ajakan Natasya dan lupa tidak memikirkan perasaan istrinya.

__ADS_1


Apakah benar Natasya cinta terindahku... tapi kenapa saat dia meninggalkan aku dan memilih menikah dengan lelaki yang lebih sukses aku cuek, aku tidak frustasi... tapi melihat istriku menangis kenapa hati ku benar benar sakit, kenapa aku merasa takut kalau dia tidak mengungkap rasa kecewanya, kemudian pergi meninggalkanku... jangan sayang... aku takut kalau kamu pergi... memikirkannya saja aku sesak begini... maaf sayang... hari ini aku menyakiti hatinya... mungkin dia akan jadi orang yang berbeda dari kemarin.... maaf... maaf..." Al terus saja meratapi kesalahannya...


Kemudian dia juga membetulkan posisinya agar sejajar dengan Ghina.


Pelan tangannya meraba sudut mata Ghina, memastikan tidak ada air mata disana.


" Sayang.... maafin aku... hal seperti tadi tidak akan terjadi lagi..."


" Mas... aku pasti memaafkan mu hanya saja kadang butuh waktu" ucap Ghina pelan.


" Sayang... hadap sini dong... aku mau melihatmu sampai tertidur" ucap Al sambil menarik tubuh Ghina agar berbalik menghadapnya.


" Mas .... tidurlah sudah sangat larut, besok kerja.


Merekapun saling pandang kemudian tersenyum, hati Al langsung adem liat senyum istrinya.


" Ber doa dulu mas... " ucap Ghina sambil mengelus pipi suaminya.


" Iya..." jawab Al singkat


Merekapun terlelap karena sudah larut dan juga capek habis sport hati hehee...


_____


2 minggu kemudian


" Yang.... nanti kuliah sampai jam berapa?"


" Bentar mas... jam 11 juga beres , ada apa?"


" Oke... jam 11 aku jemput ke kampus"


" Mau kemana memang?"


" Nanti juga tau... "


" Iih kok gitu sih... penasaran nih"


" Simpan rasa penasaran mu sampai pada waktunya nyonya... heheee..." Al terkekeh.


" Siap Tuan.... hehee... " jawab Ghina sambil memberi tanda hormat.


Mereka akhirnya berangkat bareng Ghina ke kampus dan Al kerja.


****

__ADS_1


Siang harinya Al menjemput Ghina di kampus dan langsung menuju kesebuah tempat.


" mau cari makan dulu atau langsung nih" tanya Al.


' Memang ini mau kemana... jangan bikin aku makin penasaran Mas"


" Ya udah langsung ya... dari pada istriku ini tambah penasaran" ucap Al sambil tersenyum.


Sebentar kemudian mereka sampai tempat yang di tuju karena memang tidak jauh dari kampus.


Mobil al parkir dihalaman gedung.


" Yang... sebentar jangan turun dulu... tunggu... ini pegang dulu" ucap Al menyodorkan sebuah map


" Apa ini mas... buka aja..." ucap Al sambil membuka pintu mobil dan keluar berjalan masuk ke bangunan itu.


" Mas... tunggu... " Ghina berlari menyusul Al.


" Mas.... Rumah siapa ini... " mata Ghina beredar melihat penasaran dengan sebuah bangunan 2 lantai dengan ukuran yang lumayan luas, didalamnya sudah di desain sedemikian rupa dengan perabot yang lumayan sudah lengkap.


" Mas... tempat siapa ini kok sepi... mirip kafe" teriak Ghina penasaran.


" Buka map nya makanya" ucap Al sambil memeriksa perabotan dan perlengkapan.


" Massss..... ini apa mas... massss... hikz hikz... " Ghina sudah nangis nangis lemas terduduk dilantai setelah membuka map bertuliskan namanya"


" Haiiii... kok malah nangis..... ga suka atau desainnya ga sesuai" tanya Al


" Masss.... " Ghina bangun dengan sekuat tenaga dan menghambur ke pelukan Al.


" Terima kasih.... hikz hikz... Mas ini berlebihan... terlalu besar dan mewah... hikz hikz... " Ghina sambil memeluk Al erat.


" Ini rejeki mu sayang... Waktu kita nikah ada masalah penggelapan dana ... ternyata pelakunya ketahuan dan ya ini... uangnya kembali semua... berarti ini rejeki mu" Al sambil mengelus pipi Ghina.


" Mas.... in shaa Alloh aku bisa amanah dengan usaha ku ini"


" Kamu pasti bisa... sayang"


" Doakan dan arahkan aku ya mas"


" Pasti... Mas bantu , ayo liat semua, keatas juga"


" iya mas, ayo..." mereka berjalan menaiki anak tangga menuju ke atas memeriksa setiap sudut ruangan dengan seksama, kemudian kembali turun memeriksa lagi semuanya detailnya.


Setelah itu baru pergi meninggalkan tempat itu menuju suatu tempat.

__ADS_1


tbc


___________________________________________


__ADS_2