
3 Bulan kemudian
Saat ini Ghina sedang di kampungnya, adiknya sudah memulai per kuliahnnya, karena diterima dikampus yang sama dengan Ghina maka adiknya kost ditempat kost Ghina karena Oliv dan Nena sudah beres kuliah maka kamar itu ditempati sama Salman dan kamar 1 nya lagi dibiarkan kosong sama ibu kost katanya untuk anaknya kalau pulang.
Sampai saat ini hubungan Ghina dan kak Al belum naik status masih seperti biasa padahal Al sudah puluhan kali menyatakan sukanya sama Ghina hanya saja Ghina belum mengiyakan soalnya beberapa kali cindy mendatanginya dan meminta sama Ghina untuk menjauhi Al.
Sementara pak Hanif mulai gencar mendekati Ghina, seperti hari ini yang tiba-tiba main ke kampung Ghina... tak khayal Ghina sampai heran di buatnya. Siang itu sekitar jam 11 siang...
Suara deru mobil yang tiba-tibA berhenti didepan rumah Ghina.
Kebetulan Ghina sedang merawat bunga-bunga peninggalan ibunya.
"Assalamualaikum... " sapa seseorang yang sambil turun dari kemudi mobilnya dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Haahhh... waalaikum salam... bapakkk... " Teriak Ghina sambil membelalakkan matanya ga percaya kalau dosen yang cakep itu bakalan menyambangi rumahnya dikampung.
"Waduhhh... ada angin apa bapak sampai kesini... silahkan pak ... beginilah keadaan rumah Ghina pak" ucap Ghina sambil mempersilahkan sang tamu tak terduga.
" iya iya... lagi apa, berkebun? tanyanya sambil melihat Ghina yang masih kotor tangannya.
"iya pak... silahkan duduk dulu, maaf Ghina permisi dulu mau cuci tangan.. " Ghina berlalu menuju dapur.
" O ya pak mau minum apa, teh atau kopi? disini adanya cuma itu pak... heee... " tanya Ghina sambil semyum.
"Kopi boleh Ghin..." tanpa basa basi pak Hanif langsung menjawab.
Dengan cekatan Ghina membuatkan kopi dan menyiapkan cemilan kemudian membawa ke sakmmeja di teras tempat pak Hanif duduk.
"Silahkan pak .. cuma begini adanya di kampung tidak ada yang aneh-aneh"
__ADS_1
"Tapi di kampung ini ada yang bikin ambyar Ghin... " jawab pak Hanif memandang Ghina.
"Maksud bapak apa ya ... kok Ambyar... emang bapak lagi galau"? tanya Ghina.
"Hehee... ga kok Ghin... seneng malah, bisa sampai tempat ini, adem, asri Ghin... saya suka" jawabnya sambil menyeruput kopi bikinan Ghina.
"Wah Ghin... kopi bikinan mu ini mantap.... kopi hasil dari kebun sini Ghin... " tanya pak Hanif sambil mengacungkan jempolnya tanda memuji kenikmatan kopi bikinan Ghina.
"Owh itu pak... iya kopi dari kebun sendiri, karena saya selama ini kerja dikedai kopi ya begitu pak... jadi tahu sedikit cara meracik kopi" jawab Ghina menjelaskan.
" O ya... jadi kamu selama ini kuliah sambil kerja"
" Iya pak... kalau ga gitu mana bisa saya kuliah pak, secara saya ini anak yatim, wong ndeso pak, hanya mengandalkan hasil kebun dan sedikit peliharaan... " jawab Ghina.
"Pantes saja kopi bikinan mu bisa seenak ini Ghin... ternyata kamu pengalaman to..." kagum pak Hanif.
"Oya pak... bapak tadi sengaja kesini atau dari mana terus mampir? " tanya Ghina penasaran.
" Owh... iya pak saya hari ini sendiri tapi disebelah sana itu rumah paman saya, adik saya juga kuliah di kampus yang sama dengan Ghina,,, dia selalu pulang kalau memang kuliahnya tidak sampai sore..." jawab Ghina panjang lebar.
Merekapun mengobrol sampai selepas Dhuhur,Ghina juga menyajikan makan siang ala kadarnya semua dari kebun dan hasil ternak sendiri.
Setelah itu pak Hanif pun pamit untuk pulang.
"Terima kasih Ghina ... kopi dan makan siangnya... saya pamit dulu, sudah kenyang dan juga sudah sore nih... Assalamualaikum.
"Sama-sama pak... maaf hanya ala kadarnya... Waalaikum salam... hati-hati semoga lancar.... " Ghina sambil berdiri di teras rumahnya mengantar sampai mobil pak Hanif melaju pergi.
_______
__ADS_1
Beberapa minggu ini Ghina memang dirumah karena sidang skripsinya sudah lulus tinggal menunggu waktu wisuda saja, ia memilih dirumah mengurus ternak bebek Salman yang
akhir-akhir ini kurang terurus karena kesibukan kuliah Salman. Dia juga sudah tidak kerja dikedai lagi tapi masih sering main ketempat itu.
Saat Ghina sedang asyik mengasih makan ikan di kolam belakang rumah tiba-tiba terjadi keributan dihalaman rumahnya ternyata Oom Yasin dan pakde Giyo sedang ribut, karena kedatangan pakde Giyo yang merupakan kakak dari pak Arif ayah Ghina... Beliau sudah beberapa kali datang ke rumah itu mencari Ghina dengan maksud mau menjodohkan Ghina dengan keponakan istrinya Bu Sari.
"Ghin.... ini pakde, keluar kamu sini... kamu sudah beres kan kuliahnya... hayoo sini pakde kenalkan sama ponakan budhemu si Satria... dia sudah menunggumu lama Ghin... teriaknya. Oom yasin yang mendengarpun langsung keluar
"Ada apa ini... enak saja mau main jodoh-jodohin saja... anak selama ini hidup susah payah kuliah biaya sendiri ga ada bantu, malah datang-datang mau jodohin sama orang yang belum dia kenal... enak banget... " teriak Oom Yasin ga kalah garang.
"Ngomong apa kamu Yasin... aku ini wali nikah anak itu jadi akulah yang berhak mengatur jodohnya... " teriak pakde Giyo.
Ghina mendengar keributan itupun hanya tertunduk sambil menangis...
"Pakde.... Ghina belum wisuda, Ghina masih ingin kerja untuk membantu biaya Salman... maaf pakde kalau Ghina saat ini belum bisa" tolak Ghina sambil terisak.
"Haiii.... kalau cuma buat kuliah Salman Satria bisa membantu Ghin... jangan menolak keinginan budhe kamu nduk... " jawab pakde lagi.
"Pakde tolong... kalau urusan jodoh biarkan Ghina yang memilih sendiri... Ghina mohon pakde. . Ghina tidak kenal sama Satria...
"Nduk.... Satria itu anak baik... tolong janga tolak dia... " pinta pakde.
"Pakde... serahkan semua keputusan pada Ghina, jangan paksakan, beri dia kesempatan untuk memilih sendiri masa depannya" tegas Oom yasin.
"Oke kalau gitu pakde kasih waktu 1 bulan kalau dia ga ada pilihan maka dia harus mau sama pilihan pakde" tegasnya sambil berlalu pergi.
Ghina tersedu... tidak menyangka kalau pakde nya yang selama ini tidak pernah peduli tiba-tiba datang dengan ancaman seperti ini.
tbc
__ADS_1
____________________________________________