TERJAL

TERJAL
Penjelasan Al


__ADS_3

Sepulang kerja Ghina berjalan santai... terasa seluruh badannya cape... ingin cepat-cepat sampai peraduannya.


Baru saja Ghina keluar gerbang saat mau melewati mobil yang terparkir dipinggir jalan, tiba-tiba pintu mobil itu terbuka dan sebuah tangan kekar menariknya masuk kedalam mobil kemudian menguncinya.


"Aowww... " Guina kaget tapi dengan cepat ada yang membekap mulutnya dan menarik masuk ke mobil.


"Ghina ini aku jangan teriak , jangan takut aku hanya ingin berbicara sama kamu... maaf kalau caraku kasar hanya ini cara agar kamu mau bertemu denganku..." kata-kata itu membuat Ghina terbelalak tak percaya siapa pelakunya.


"Kak Al"... suara Ghina bergetar karena takut.


"Iya Ghina ini kakak... jangan takut aku tidak berbuat aneh-aneh hanya ingin menjelaskan sesuatu..." ungkap Al.


"kamu boleh duduk disini atau didepan, tapi mobil ini akan aku bawa pergi dari sini, tolong kabari ibu kost mu dengan alasan apapun yang tidak membuat dia kawatir", ucap Al sambil pindah kedepan dan mulai menyalakan mobilnya perlahan maju...


"Kakak... kita akan kemana, ini sudah larut kak... jangan aneh-aneh aku takut kak..." rengek Ghina dengan tangisannya.


"Ghina... kakak Harap kamu mengerti ucapankj tadi, jangan buat kakak marah kalau tidak ingin hal- hal yang kakak inginkan terjadi" tegas Al.


kemudian dengan tengan grmetar Ghina mencari ponselnya dikantong tasnya dan mengetikan sesuatu ke ibu kost nya


📱: Assalamualaikum ibu... maaf Ghina malam ini mengantarkan teman yang lagi tidak enak badan ke kost annya, mungkin Ghina pulangnya besok pagi.


send.......


Setelah mengirim pesan ke ibu kost nya Ghinapun membuka pembicaraannya dengan Al.


"Cepat kakak mau bicara mengenai apa..."


"Sabar dulu dong... kita cari tempat yang enak dulu" jawab Al di belakang kemudinya sambil berfikir mau mengarahkan mobilnya kemana kira-kira yang bisa parkir tidak banyak gangguan.


Setelah beberapa saat mobil itu memasuki taman kota yang masih terlihat ramai, selain itu diujung sebelah sana ada masjidnya juga yang besar pikirnya.


Ghina hanya mengintip dari kaca mobil... "wawwww bagus... masih ramai di jam segini... ada masjidnya juga disana... tapi tetep saja aku disini dengan orang yang lagi marah ini... hmmm... " guman Ghina.


" Disini aku kira tempatnya pas... silahkan kalau mau ke air dulu disana ada masjid tapi jangan coba-coba kabur kalau tidak mau celaka" ucap Al dengan sedikit ancaman.

__ADS_1


"Nanti saja ke airnya... cepet kakak mau bicara apa" jawab Ghina dengan nada tidak sabar.


"Keair dulu saja sana kakak antar, oya itu bawa paper bag yang disitu, barang kali kamu mau ganti baju, itu ada baju ganti" suruh Al.


"Owh... " Ghina terkejut tapi tidak banyak reaksi dia langsung menyahut paper bag yang ditunjuk Al.


Merekapun berjalan beriringan menuju toilet masjid. Al menunggu diluar.


Setelah masuk kamar mandi Ghina membuka paper bag tadi... ternyata isinya lengkap ada handuk, sabun, odol, sikat gigi dan juga baju seta dalaman komplit... Ghinapun jadi heran... "Siapa ini yang nyiapin coba... dasar kak Al" gumannya.


Karena melihat semua lengkap Ghinapun akhirnya mandi karena biasanya dia juga mandi setelah pulang kerja.


Setelah selesai diapun mengganti dengan baju yang disiapkan Al untuknya... " hmmm... kok bisa dia tahu ukuran ku... hiiiii... jadi takut... pasti itu orang sudah banyak bertemu dengan berbagai macam perempuan"... pikir Ghina... "iihhh awas aja kalau mau macam-macam sama aku... aku harus hati-hati" bathin Ghina.


"Sudah..." teriak Al mengagetkan Ghina yang baru keluar toilet dan berniat membetulkan hijabnya.


Mata Al nanar melihat penampilan Ghina dengan baju syar'i yang dia beli tadi sesaat sebelum menculik Eehh mencegat Ghina saat pulang kerja.


"Sudah isya' belum " tanya Al lagi


"Sudah tadi dikedai..." jawab Ghina sambil berjalan meninggalkan tempat itu.


" Terserah kak Al saja..." jawab Ghina acuh.


"Oke.. mau bareng atau nunggu di mobil?"


"Ghina di mobil aja... mau merapikan peralatan mandi" jawab Ghina cuek.


'Oke ... kakak Tinggal dulu sebentar kok, jangan kemana-mana.. tunggu" ucap Al sambil beranjak meninggalkan Ghina.


Terlihat Al ke sebrang jalan menuju sebuah mini market 24 jam dan membeli beberapa minuman, makanan kecil camilan, roti isi dan kopi cup.


Ghina yang sudah beres merapikan diri, menyisir rambut karena tadi dikamar mandi ga bawa sisir, diikat rapih kemudian membetulkan hijabnya, memakai sedikit talk di leher, punggung, deo rol on, hand body, serta lip balm tipis.


Merapikan baju gantinya tadi dan yang lainnya. pas semua beres Al pun datang.

__ADS_1


"Haiiii.... rapih amat udah seger ya... ini makan dulu, maaf adanya cuma ini..." ucap Al sambil menyodorkan sebuah cup berisi susu coklat panas pada Ghina.


"Makasih kakak..." sedikit senyum tipis dibibir Ghina.


"Gitu dong.... senyum... jangan marah terus sama kakak... " ucap Al disertai senyum juga.


"Hee... aku senyum bukan buat kakak tapi buat minuman yang ada ditanganku..." ucap Ghina sambil menyesap susu coklatnya.


"Ayo kedalam mobil saja banyak nyamuk diluar... " ucap Al sambil mendorong Ghina masuk kedalam mobil.


"Tapi cepat kakak mau cerita apa... keburu Ghina ngantuk kak, Ghina capek" rengek Ghina


"Oke... dengerin kakak ya... " sambil mengusap kepala Ghina, yang diusap sontak kaget karena pikiran anehnya tadi.


Al pun meceritakan kalau gadis yang mendatangi Ghina dikedai waktu itu bernama Cindy dibilang mantan tapi Al ga pernah menyatakan cinta, dibilang bukan tapi udah banyak momen yang mereka renda.


Al pun menghela nafas panjang... "siapapun dia intinya saat ini aku sudah tidak ada hubungan apa-apa... jadi kamu jangan menghindari kakak lagi kalau alasanmu hanya karena Cindy yang melabrak mu.


"hmmm... aku rasa statusku dengan kak Cindy sama hanya hubungan tanpa status... jangan kawatir kak Cindy aku akan membantumu mendapatkan kak Al" bathin Ghina.


" Kok malah bengong sih... " tanya Al.


"Hmmm... tidak kak, hanya ku rasa kakak terlalu kejam sama kak Cindy... untuk apa coba kakak meninggalkan dia, nanti kakak nyesel lho"


"Semoga aku tidak akan menyesal, diusia ku sekarang bukan butuh perempuan yang hanya suka diajak senang, hanya senang belanja-belanja saja tapi akuberpikir untuk masa depanku Ghin.. jawab Al sambil menerawang.


"Kak... berapa lama kakak mengenal kak Cindy?


"3-4 tahunan lah.." jawab Al mengira- ira.


"Hmmm.... lama juga, kasihan juga ya kak Cindy digantung hubungannya... " jawab Ghina tanpa melihat Al.


"Iya Ghin... itulah diriku yang egois tidak berani bilang ya atau tidak" jawab Al dengan pandangan mata menerawang.


"*Tenang kak... aku akan memastikan kak Al bisa bilang iya sama kak Cindy..." Batin Ghina lagi.

__ADS_1


**tbc***


_________________________________________


__ADS_2