TERJAL

TERJAL
Drop


__ADS_3

Sudah 3 hari Al di rawat di rumah sakit, selama itu pula Ghina setia menemani.


Sakit Al sudah membaik hanya saja masih menunggu diagnosa dokter dari hasil tes lab.


Karena penyamaran Anton tidak boleh terendus pegawai swalayan, jadi Ghina mendatangi ruang kerja Al untuk menggambil beberapa berkas laporan yang tidak bisa di kirim dengan email.


Ghina bertemu dengan bu Melly dan pak Sapto untuk meminta beberapa berkas laporan yang diminta Al beberapa hari lalu.


Sementara itu Anton sudah mendapat titik terang dari asal masalah dan beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku.


Anton berkali kali mendengarkan rekanan suara dari hasil penyadapannya dan juga gerak gerik orang yang dicurigai semua dalam pengawasannya melalui orang kepercayaannya.


Malam ini Anton akan merangkum bukti dan akan mempersempit orang dalam pengawasannya agar lebih jelas pelakunya.


Hmmm.... dua kali aku jadi detektif si bos, rasanya makin bisa aku menebak mana orang baik mana dan mana oknum... hahaa... guman Al sambil terkekeh sendiri, setelah melihat beberapa rekaman kejadian terselubung itu.


_____


Setelah menjalani berbagai tes akhirnya Al di perbolehkan pulang tapi harus rutin kontrol.


Mungkin kalau hasilnya kurang bagus maka harus dilakukan tindakan operasi.


Ghina tetep memberikan semangat.


Dia mengabari ibu mertuanya bu Heni dan juga Oom Yasin dan Salman, Mengatakan kalau kondisi Al kurang sehat dan baru saja menjalani perawatan di rumah sakit untuk beberapa hari.


Karena jarak yang jauh dan juga kesibukan masing masing maka Ghina hanya minta doa terutama doa kesembuhan Al dari Bu Heni.


Ghina juga mengabarkan kabar bahagianya kalau sekarang dirinya tengah hamil.


Al sudah bisa beraktifitas seperti biasa, dia mulai kembali bekerja kekantor nya.


Anton memberikan hasil dari penyelidikan nya ternyata pelakunya adalah bu Melly dan 2 anak buahnya serta bagian distribusi barang, dan pak Sapto di nyatakan tidak terlibat.


Al memberikan pilihan untuk para pelaku, harus mengembalikan uang dalam jangka waktu 1 minggu jika tidak sanggup maka kasusnya akan di laporkan ke polisi.


Sebenarnya pelaku sudah dalam pengawasan polisi hanya saja karena Al belum melapor atas penipuan yang jadi jadi belum diperkarakan.


______


Al dan Ghina kembali di sibukkan dengan rutinitas kerja mereka. Walaupun dalam kondisi hamil tapi Ghina tidak sedikitpun manja atau membatasi gerak kecuali merasa cape baru istirahat, dan pola makannya sangat diperhatikan apa lagi juga harus ekstra ketat menjaga pola makan Al agar kembali sehat.

__ADS_1


Kehamilan Ghina sudah memasuki usia 5 bulan saat ini, sudah terlihat sedikit agak buncit, aura kecantikannya semakin terlihat.


Al sangat sangat bersyukur istrinya itu wanita yang tangguh, dalam kondisi hamil harus mengurus dirinya yang sakit sakitan dan juga usahanya termasuk karyawannya sudah pasti itu


Ghina sebenarnya tidak setangguh seperti yang di lihat Al, bagaimanpun Ghina tetaplah manusia yang punya tenaga dan pikiran terbatas, Ghina memilih mengadukan semua jeritan harinya pada sang Khaliq di penghujung malamnya, dia tau betul bahwa suaminya sungguh sedang sakit .


Ghina ingin terlihat kuat di mata Al, agar Al tenang menghadapi sakitnya.


Sebenarnya hati Ghina belum siap jika nanti sakit Al bukanlah penyakit ringan, tapi Ghina mengembalikan takdir hidup pada Illahi dengan Ikhlas.


Benar saja hasil diagnosa keluar dan Al dinyatakan cancer paru stadium awal.


Deg


Jantung Ghina seperti berhenti sesaat, begitupun Al dia seperti disambar petir, sebenarnya Al memang sudah berhenti merokok tapi dia pernah berada di masa menjadi perokok tapi semenjak beberapa tahun terakhir dia pelan pelan meninggalkan kebiasaanya itu, namun dalam keseharian dia sering terpapar asap rokok.


Pasrah kini yang ada di hati Al, saat mendengar pernyataan dokter.


Al berjalan lemas seperti tak bertenaga saat keluar dari ruang dokter , begitupun Ghina dari tadi dia menahan kepala nya yang pening dan kunang kunang, dia terus ber istighfar untuk menguatkan hati dan tubuhnya.


" Mas... sebentar Ghina mau minum dulu, duduk dulu di kursi itu mas, ucap Ghina sambil menahan sekuat tenaga agar tidak jatuh.


" Iya... perlu mas bantu... " tanya Al pelan.


" Mas mau minum juga?" tanya Ghina.


" Nanti saja... " ucap Al.


Kemudian mereka berjalan lagi setelah minum Ghina merasa lebih baik, menuju parkiran.


Setelah di dalam mobil sebelum Al melajukan mobilnya Ghina menggenggam tangan Al.


" Mas... sesungguhnya sakit itu tidak selalu berarti musibah, ada banyak hikmah untuk orang yang sabar. Ghina mohon mas bersabar... karena Ghina akan berusaha agar mas sembuh" ucap Ghina menatap wajah suaminya yang terlihat masih syok.


" Yang... pasti mas akan berusaha untuk kuat, mas ingin melihat dan membesarkan dia bersama sayangku... mas tidak mau sayang ku berjuang sendiri" jawab Al sambil mengusap pipi Ghina dan perut Ghina yang sedikit membuncit.


Kemudian Al melajukan mobilnya menuju ke rumah.


Seperti biasa ritual rutin jika habis bepergian adalah bersih bersih badan dikamar mandi, mengganti baju dan sholat baru dilanjut makan dan istirahat .


Saat di tempat tidurpun Al masih terlihat diam. Dia memilih berselancar di dunia lain untuk menggali tentang sakitnya itu pada mbah gocel.

__ADS_1


Hampir semua artikel di mbah gocel dia baca.


" Mas... jangan diam aja... semangat mas... semangat ayah Al... ucap Ghina sambil mengelus punggung Al.


Al hanya senyum, kemudian dia menatap tajam ke arah Ghina.


" Sayang.... seandainya mas tidak sembuh apa yang akan kamu lakukan?" tanya Al masih menatap mata Ghina.


" Ya... tetap akan berusaha dan berdoa sampai mas sembuh, aku tidak mau mendahului takdir .... tapi kalau sakit mas menjadi perantara perpisahan kita di dunia, aku tetap akan berjuang membesarkan anak kita sampai takdir mempertemukan kita kembali" jawab Ghina dengan membalas tatapan mata Al.


" Benarkah itu... " Tanya Al


" Iya... seperti itu rasa cintaku padamu mas"


" Tapi... sebelum sakit mas bertambah parah dan tidak bisa mengungkap ini, mas akan bilang dari sekarang... seandainya mas tidak mampu bertahan.... maka carilah seseorang yang bisa melindungi mu dan anak kita dengan tulus... mas tidak mau melihat kamu berjuang sendiri"


" Kalau mas tidak mau melihat aku berjuang sendiri... maka ayo kita berjuang bersama sama untuk kesembuhan mas" ucap Ghina.


Ghina... kemudian mendekatkan wajahnya mendekat pada Al, dia ingin memberi keyakinan akan kesembuhan Al.


Mas.... jangan menyerah harus optimis, jika kita sakit itu sebetulnya ada beberapa hikmah nya, Alloh akan mengampuni dosa dosa kita, membuat diri kita lebih bersyukur, membuat kita lebih bersabar dan terhindar dari api neraka... " ucap Ghina pelan.


" Terima kasih sayang.... mas akan semangat... demi sayangku, debay kita dan untuk diri mas sendiri... toh ini baru awal, jadi mas masih bisa berjuang untuk sembuh" Al langsung menciumi pipi istrinya.


" Aku memang harus kuat .... apapun hasilnya berjuang itu harus... "bathin Al.


Begitulah Ghina 2 minggu sekali pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kandungannya dan juga pengobatan untuk Al.


Ghina mencarikan dokter terbaik untuk penyakit Al, bahkan mencoba beberapa metode pengobatan alternatif yang menurut Ghina masuk akal akan dicoba.


Disinilah Ghina merasa sebagai istri harus total mengabdikan diri pada suami.


Perut yang semakin buncit, kafe yang semakin ramai dan swalayan yang juga ramai terutama diakhir dan awal bulan saat tanggal gajian bagi masyarakat yang ber profesi pegawai.


Sementara Ghina yang menghandel, Ghina tidak mau Al memikirkan pekerjaannya dulu, Ghina ingin Al fokus dalam proses pengobatan.


Selain itu Ghina masih menyempatkan waktu untuk kuliah strata 2 nya.


Pulang dari kafe Ghina mendapati Al demam, Ghina yang panik karena tidak bisa membantu suaminya kemudian menelpon Anton dan Rani untuk membantunya mengantar ke rumah sakit.


Sampai di rumah Sakit Al langsung pendapat perawatan ternyata kondisinya drop karena pengaruh obat kemoterapi yang keras.

__ADS_1


tbc


____________________________________________


__ADS_2