
Karena acaranya hanya ijab kabul, foto-foto dan makan-makan untuk saudara kerabat terdekat saja tidak mengundang banyak orang makanya setelah dhuhur sudah selesai.
Ghina memasuki kamarnya untuk mengganti bajunya dibantu sama Nola dan Dina. setelah beberapa saat Al pun menyusul karena ingin berganti baju dan mau sholat.
"Ghina aku tinggal dulu ya... sekali lagi selamat ya Ghina, mas Al semoga SAMAWA selalu... Aamiin... Ayo Din kita keluar" ucap Nola meninggalkan sepasang pengantin itu.
"Aamiin yra ... Makasih .... semoga kamu juga cepet menyusul" jawab Ghina sambil menutup pintu kamarnya.
Mereka kini hanya berdua di kamar.
"Kak mau ganti baju aja atau mau mandi dulu" tanya Ghina canggung pada Al.
"Ganti baju dulu saja terus mau ke air untuk ambil wudhu" jawab Al sambil membuka tas ransel tempat Dia menyiapkan gantinya.
"Kalau gitu kita jamaah ya... aku ke air dulu" jawab Ghina sambil berlalu pergi meninggalkan kamarnya, tak ingin melihat Al berganti baju.
Al yang melihat tingkah istrinya hanya tersenyum sambil mengiyakan.
Ghina nampak terkesima melihat penampilan Al yang sudah berganti baju dengan baju koko lengan pendek warna putih dan sarung.
Kemudian mereka sholat berjamaah untuk pertama kalinya sebagai suami istri. Selesai sholat Ghina mencium tangan Al dan Al mencium kening Ghina.
"Terima kasih ... sudah mau menjadi istriku" Ucap Al.
"Ya... " jawab Ghina sambil tertunduk malu.
"Kok nunduk sih... jawabnya sambil lihat kesini dong"', goda Al.
"Hmmm... iya... iya... " namun Ghina hanya melirik saja kemudian berdiri melepaskan mukenanya dan membereskan peralatan sholatnya.
Tok tok tok...
"Mbak... Mas... keluarga Jogja mau pamit" panggil Dina.
"O ya dik... kita kedepan" jawab Ghina sambil membuka pintu.
Ghina keluar dari kamar diikuti Al.
Keluarga Al pamit, tinggal Al sendiri yang tidak ikut pulang ya secara sudah jadi suami jadi untuk sementara masih di rumah Ghina dulu.
"Makan dulu ... pengantin dari tadi belum makan", ajak budhe yang masih sibuk membereskan peralatan masak di dapur dengan tetangga dan kerabat yang lain.
"Iya budhe... "jawab Ghina sambil mengajak Al untuk duduk dimeja makan.
"Kak ayo makan dulu... mau dibuatkan minum panas?" tanya Ghina
"Tidak usah... air putih saja", jawab Al.
__ADS_1
Ghina mengambilkan nasi dan lauknya kemudia meletakkan didepan Al juga air putih.
Ketika Ghina mau ambil piring untuk dirinya sendiri tiba-tiba Al menahan
"Sayang.... kita makannya satu piring berdua saja" ajak Al sambil menarik tangan Ghina untuk duduk di sebelahnya.
"Kak... malu... masih banyak orang" jawab Ghina dengan muka yang memerah karena tersipu dengan ajakan Al.
"Aaaa' .... " Al sudah menyendokkan nasi dan lauknya kemulut Ghina. Ghina masih malu-malu mau buka mulut tapi Al terus saja "Aaaa..." akhirnya buka mulut juga.
Orang-orang yang masih sibuk sesekali ada yang lewat tak jauh dari meja makan melihat kemesraan pengantin itu hanya tersenyum.
"Setelah selesai makan Al menyodorkan gelas air minum tadi sama Ghina, setelah Ghina selesai minum kemudian gantian dia yang minum, Ghina yang menyadari itu langsung teriak
"Kak... itu kan bekas minum Ghina, kenapa diminum?" teriak Ghina.
"Kenapa... apa kamu punya penyakit bengek?" Tanya Al menggoda.
"Iihhhh... bukan, bukan itu... ga sopan saja, masak kakak minum di gelas bekas ku, maaf ya kak.." rengek Ghina.
"Tadi juga kita makan juga sepiring sesendok berdua... ga masalah" jawab Al sambil mengusap lembut kepala istrinya.
Ghina hanya tertunduk ada rasa ga enak dihatinya tapi juga merasa senang karena suaminya mau berbagi gelas minum bersama, bahkan sampai makan pun sendok
nya berbagi.
"Iya... sana, aku mau beresin bekas makan dulu" jawab Ghina.
Al pun bergabung dengan saudara Ghina yang sedang asyik mengobrol sambil mengawasi pekerja yang melepas tenda.
Sementara Ghina bergabung dengan para ibu di dapur.
Setelah semuanya beres kerabat Ghina satu persatu pamit dan rumah kembalu hening hanya tinggal Ghina, Al dan Salman sementara Oom dan anak-anak berada di rumahnya untuk istirahat.
Al dan Salman terlihat didepan tv mereka asyik mengobrol. Sementara Ghina membuatkan minum untuk Al.
"Kak kalau mau istirahat dikamar saja, habis ashar nanti kakak mau Ghina kenalin sama Ayah Ibu... ke makam" ajak Ghina.
Al yang mendengar langsung setuju.
"Antar kakak ke kamar yuk..." ajak Al.
"yukz... tapi Ghina ga pingin tidur siang kak, Ghina mau beresin pakaian yang mau Ghina bawa besok" jawab Ghina, ada rasa takut kalau mereka dikamar berdua nanti akan terjadi sesuatu.
"Kakak juga cuma mau ganti baju ini sama kaos biar lebih nyaman" jawab Al sambil masuk kedalam kamar.
"Sayang kamu tidur saja disini, kalau malu ada kakak, biar kakak didepan tv sama Salman.
__ADS_1
"Hmm... iya boleh, tapi kakak gapapa kan?" tanya Ghina ragu.
"Gapapa... untuk siang ini tapi tidak untuk nanti malam ya..." bisik Al ditelinga Ghina.
"Kakak...." mata Ghina membulat dan pipinya memerah namun wajah di tundukkan kebawah.
"H e em... udah lepas dulu hijabnya kan dirumah ini cuma ada aku suamimu dan Salman" Al membelai lembut kepala Ghina.
"Hhmmm... "
"kenapa... malu... sini kakak yang bantu lepasin" Al yang langsung menarik pelan kerudung ghina.
Ghina langsung terbelalak kaget karena hijabnya sudah terlepas di tarik sama Al.
"Kakak.... " jerit Ghina yang belum siap memperlihatkan rambutnya pada suaminya itu sambil merapikan rambutnya.
Al yang melihat Ghina tanpa hijab
langsung terkesima membelalakkan matanya disertai senyum menyerigai.
"Ternyata dibalik hijab mu ini kau sembunyikan wajah cantikmu ... sayang" tangan Al membelai sambil merapikan rambut Ghina.
Ghina merasa wajah dan telinganya memanas, ada rasa malu, risih dan takut, semua jadi satu.
"lepas saja ya... selama cuma ada aku dan salman"
" he em..." Ghina manggut.
Al yang melihat tingkah istrinya kemudian menarik dagu istrinya... Ghina yang mendapat perlakuan seperti itu mendadak seluruh badannya seperti disengat listrik.
Perlahan Al mendekatkan wajahnya dan mencium bibir istrinya, Ghina hanya memejamkan mata tanpa tahu harus bagaimana karena rasa lemas seketika menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Kak... " Ghina berusaha melepaskan bibirnya dari pagutan Al karena nafasnya hampir habis. Al yang mengerti langsung melepaskan.
"Maaf.... istirahatlah, ga usah beresin baju, siapin untuk nanti malam" Ucap Al sambil mengusap kepala Ghina.
Kemudian mengecup kening Ghina sesaat dan berlalu keluar kamar.
Ghina melihat Al keluar kamar ada rasa lega.
Tapi tidak sepenuhnya tega.
Kemudian dia merebahkan badannya diatas kasur.
"*maaf ya kak .... dirumah ini ada Salman jadi perasaanku tidak enak kalau kita melakukan sesuatu, Ghina masih malu" Guman Ghina dalam hati.
**tbc***
__ADS_1
__________________________________________