TERJAL

TERJAL
Anton


__ADS_3

"Mau apa lagi mbak Tasya sampai ketempat kerja mas.... bukannya dia seharusnya juga sibuk dengan restorannya dan anak anaknya, kok masih sempat mendatangimu... benar benar mantan terindah.... sudah pisah tapi ga mau lepas," ucap Ghina sedikit kesal.


Al hanya mengangkat dua bahunya, tidak mau menceritakan apa yang tadi di bicarakan Tasya, dia hanya ingin istri nya tidak memikirkan hal yang tidak penting, lagian tadi waktu Tasya ngomong Al juga tidak sepenuhnya mendengarkan.


" Yangg.... jangan di pikirin hal yang tidak penting, fokus sama anak kita, sama kesehatan mu saja, kalau perlu kafe tidak usah dipikirin dulu, biar nanti Anton yang mengawasi sementara", ucap Al sambil mengelus perut Ghina yang sudah sedikit terasa kencang walaupun belum buncit.


" Mas.... tapi aku merasa kurang suka kalau mbak Tasya suka menemui mas, mungkin sekarang mas hanya sedikit merespon, tapi kalau dia terus berusaha nanti mas bisa khilaf... secara dia kan mantan terindah mu mas... " Ghina cemberut.


Al hanya menarik nafas kasar, di satu sisi dia tidak ingin istrinya kepikiran, tapi dia ingin semua hal yang dialami diceritakan pada Ghina, tidak ingin menyembunyikan, kecuali masalah pekerjaan dia tidak banyak cerita, kecuali hal yang sangat penting saja.


" Percaya sama mas.... dulu waktu mas sama dia, dia masih gadis saja mas tidak kepikiran menikahinya, apa lagi sekarang aku sudah punya kamu sayang.... kebahagian ku bersama mu jauh lebih berharga apalagi sebentar lagi akan hadir Al junior,,,, di hati mas hanya ada kalian istriku dan calon junior kita" ucap Al.


Ghina hanya tersenyum melihat tingkah Al.


" Aku percaya sama mas, cuma aku kwatir sama usaha mba Tasya, takut suatu hari nanti sukses menggeser namaku dari hatimu mas"


" Sudah jangan di pikirin terus... doakan agar Tasya secepatnya dapat suami, biar tidak mengganggu suami mu ini,,, ayo tidur... sini mas gendong ke kasur". ucap Al sambil membopong istrinya ke tempat tidur.


" Mas... beneran sedikitpun sudah tak ada hati sama mba Tasya?"


" Kok itu lagi sih... sudah dong... the end... tamat... jangan di bahas terus... oke kalau sayang penasaran mas kasih tau ya... memang dia itu pacarku yang paling lama dari SMA sampai kuliah.... tapi selama mas pacaran sama dia, mas juga jalan sama banyak cewek, jadi mas tidak terlalu fokus sama perasaan mas, mas sendiri merasa belum pernah menjadi bucin, yaaa...kecuali sama cewek kampung, berkerudung, senyumnya manis dan .....kopi buatannya itu....bikin serrr di hati..... hahaaa... " Al tertawa renyah sambil menoel hidung Ghina.


" Mas lebay deh.... tidur ah, sudah malam" jawab Ghina.


Mereka akhirnya tidur dalam rasa syukur dan bahagia atas kehamilan Ghina.


Al tidak mau resah dengan masalah di tempat usahanya. Semuanya harus di tangani dengan hati hati dan sabar tidak perlu emosi berlebihan, bagaimana pun keluarganya, istri dan calon anaknya, adalah sumber semangat nya.

__ADS_1


_____


Pagi harinya sebenarnya Ghina masih merasa sedikit malas tapi karena di rumah hanya sendiri dia memutuskan untuk ke kafe, walaupun Al sebenarnya tidak setuju, tapi karena dia sendiri punya masalah jadi tidak bisa menemani di rumah, akhirnya mengijinkan tapi Ghina ga boleh banyak aktifitas, Al menyarankan untuk istirahat saja di ruang kerja kafe, lagian kalau di kafe kalau lapar atau menginginkan sesuatu juga lebih mudah, pikir Al.


Setelah sampai kafe Al mengantar Ghina sampai ruangannya menemani sebentar sebelum berangkat kerja, di bawah dia berpesan pada pegawainya untuk sesekali melihat Ghina ke ruangannya karena lagi kurang enak badan, ucapnya.


" Rani... Bapak titip, tolong sesekali cek mbak Ghina, tanya mau butuh makan atau minum," ucap Sl pada pegawai Ghina.


" Iya pak... " jawab Rani dengan menganggukkan kepalanya.


Al kemudian melangkah .ke parkiran, menuju tempat kerjanya.


______


Sementara di swalayan Anton sudah dalam penyelidikan nya, misi rahasianya dia bungkus apik dengan mengajak bercanda beberapa orang karyawan dia anggap mencurigakan.


Begitulah Anton seorang detektif andalan walaupun tidak berperawakan gagah dan maco, tapi setiap misinya selalu berhasil mulus tanpa kendala.


Anton sebenarnya gagah sedikit tambun dan ganteng berkulit bersih rambut di warna sedikit kecoklatan, namun suka heboh terus rada-rada kemayu, tapi dia lelaki tulen.


Sebenarnya Anton ada kecurigaan sama bagian bu Melly dan pak Sapto tapi harus dibuktikan secara akurat.


Anton sengaja memasang beberapa cctv tersembunyi sejak kejadian beberapa bulan lalu, dan cctv itu langsung di hubungkan ke layar ponselnya.


Bahkan Anton memasang penyadap suara yang sangat halus di beberapa sudut ruangan, Anton jelas tidak bekerja sendiri di sana ada beberapa orang orang yang amanah.


Orang orang yang bisa diandalkan dalam berbagai situasi, dan semua itu atas persetujuan bos mereka yaitu Al.

__ADS_1


Bahkan di kafe Ghina juga semua dalam pengawasan Al dan Anton. Al menempatkan orang orang kepercayaannya di kafe mulai dari satpam, pegawai sampai dan juga OB, semua ada orang yang sudah Anton latih untuk menjaga bos mereka baik keselamatan bos nya maupun keamanan tempat usahanya.


Sesampainya Al di swalayan, dia langsung menuju ruang kerjanya pekerjaannya sudah menumpuk diatas meja.


Al dan Anton selalu menjaga jarak kalau ditempat kerja, seolah olah mereka bos dan OB, tidak pernah sekalipun terlihat akrab, mereka berhubungan melalui ponsel saja, tapi mereka akan menghabiskan waktu dikala banyak kendala di kerjaan dengan mengobrol rahasia, alias bikin janji tengah malah di ruang Al di rumah.


Cara itu yang dipilih Al agar rahasia penggelapan dana yang sering terjadi di swalayan nya cepat teratasi.


Swalayan Al ini bukanlah swalayan mewah, tapi hanya swalayan yang lumayan luas berada di tengah tengah perumahan yang padat penduduk, dan hanya menyediakan kebutuhan sehari hari, seperti sembako, sayuran, peralatan elektronik, peralatan masak, dan sejenisnya tapi setiap hari pengunjungnya sangat ramai.


Al memiliki 2 tempat yang 1 di Jogja dia percayakan pada kakak dan ibunya dan yang di malang dia jalankan sendiri. Yang Di Jogja merupakan cikal bakal dari Ayahnya dulu dia tinggal melanjutkan.


Setelah beberapa saat dia sibuk dengan pekerjaannya Al berniat ke kafe Ghina untuk makan siang disana, sekalian mau melihat istrinya, takutnya istrinya itu bukannya istirahat tapi malah memaksakan diri bekerja.


Setelah membereskan meja kerjanya kemudian dia keluar, menuju tempat parkir, beberapa karyawan yang berpapasan menunduk hormat.


Diparkiran setelah didalam mobilnya dia nampak menghubungi seseorang untuk beberapa laporan mengenai misi penyelidikannya.


📱:" Hallo... Assalamualaikum... kalau sudah ada perkembangan, ditunggu laporannya, sementara saya keluar dulu, nanti kirim saja ke nomer ini" ucap Al perlahan meninggalkan area parkir swalayan tempat usahanya.


📱:" Baik... siap siap... segera dikabari", tut tut tut... suara panggilan berakhir tanpa basa basi lagi.


Sementara Al sudah sampai di kafe dan segera menuju ruang kerja Ghina.


tbc


____________________________________________

__ADS_1


__ADS_2