
Malam harinya Adam, Asri, Nola, Oliv, Nena semua ikut bergabung setelah sholat isya' mendoakan Almarhumah nenek.
Suasana duka masih terasa namun mata sembab keluarga nenek sudah tidak sebengkak tadi sore.
Setelah acara selesai sebagian pada pulang ada juga yang masih mengobrol dengan paman.
Namun Ghina dkk duduk mengobrol disudut ruangan.
malam itu ibu kost, Oliv dan Nena memutuskan untuk pulang karena pagi harinya Oliv dan Nena mau ada acara bazaar dari kamus untuk penggalangan dana jdi tidak bisa nginab Namun Asri dan Nola memutuskan menginab karena rasa rindu mereka yang sudah lama berpisah.
Kalau Adam bukan mau nginab tapi masih pingin ngobrol sama Ghina... ya secara lama mereka berpisah hanya via vc atau wa bisa melepas rindu, sudah barang tentu pertemuan ini adalah hal yang sangat mereka nantikan.
Ghin... gimana kuliahmu lancar? tanya Adam
Alhamdulillah lancar selalu, jawab Ghina , ditempat kerjapun lancar sampai saat ini.
Oya kapan mau balik ke kosan? ucap Adam
Besok siang atau sore, gimana Oom Yasin nganterinya aja, terang Ghina
Gimana kalau aku anterin aja habis Dhuhur biar aku masih bisa lanjut ke semarang, tawar Adam
Ngga ngga... jangan kalau kamu nganterin aku bukannya mendekat malah semakin jauh jarak ke kosan kamu, sanggah Ghina.
Ya gapapa lah sekali kali... jawab Adam
Pokoknya ga boleh... tambah cape nanti,tolak Ghina
Ya sudah besok siang aku kesini dulu memastikan kamu ada yang nganter, oke,,, pinta Adam.
Boleh, jawab Ghina.
_______
Siangnya setelah sholat dhuhur Ghina berkemas masih dengan merasa sedih atas perginya nenek namun harus balik lagi melanjutkan mimpinya.
__ADS_1
Entah kenapa saat bersalaman dengan tante Yati terasa ingin memeluk yang erattttt dan lamaaaa, mungkin karena tante yang mengurus nenek sehari hari kala nenek masih ada kemarin.
Begitupun saat memeluk ibunya terasa berat, enggan untuk melepas ada rasa ingin bersama dengan ibunya, ada rasa malas balik, entahlah rasa apa itu Ghina sendiri juga bingung.
Dik fotoin kaka sama ibu dulu dong dik... mumpung cuaca cerah nih dan bunga mawar ibu bermekaran, pinta Ghina pada Salman adiknya.
Dan merekapun berfoto ada Ibu, tante, Oom, Dina, syifa dan juga salman.
cekrek cekrek cekrek.....
setelah itu Ghina liat digaleri ponselnya dengan senyum senang, aku pasti merindukan kalian, bisiknya dalam hati.
Diam diam Ghinapun memphoto Adam yamg lagi asyik nungguin Ghina beres berpamitan bersama keluarga .
Cekrek cekrek
Beberapa gambar berhasil diambil oleh Ghina
ada Adam yang lagi senyum melihat tingkah Salman dan Syifa bercanda ada Adam yang lagi duduk diatas motor sportnya ada juga yang lagi diam melamun dan yang terakhir sedang menghadap ke arah jalan alias Ghina photo dari belakang.
Akhirnya Ghina berangkat diantar oleh saudaranya tapi bukan Oom Yasin karena dirumah masih ada saja tamu yang datang untuk berta'ziah.
Adampun mengiringi dari belakang sebelum nanti berpisah dijalan raya propinsi .
Ada rasa aneh dibenak bu Isti melihat anaknya berangkat kali ini, ntah rasa apa tapi terasa sesak didada, sulit untuk menahannya.
Namun kemudian bu Isti buru buru beristigfar membuang jauh rasa itu sambil menarik nafas dalam dalam mungkin karena masih berduka karena kepergian nenek, bathinnya.
______
Sesampainya dijalan raya propinsi Ghina dan Adampun berpisah arah jalan, mereka saling berucap salam sebagai doa perpisahan mereka.
30 menit kemudian Ghina sudah sampai tempat kosnya dan diapun langsung kirim pesan pada ibunya.
Saudaranya yang mengantar tadi dia ajak duduk disofa teras kostnya kemudian dia pamit menyimpan barang bawaannya di kamar.
__ADS_1
Setelah itu Ghina memanggil mang bakso yang kebetulan lagi berhenti di rumah sebelah karena ada yang beli.
Sambil menunggu mang bakso datang Ghina menyiapkan minum.
Kok sepi ibu kemana ya, bathin Ghina.
Mau teriak memanggilnya takut lagi istirahat tidur siang jadi diurungkannya niat untuk memanggil bu Mia.
Beberapa menit kemudian bu Mia tergopoh turun dari becak, Assalamualaikum.... sapanya.
Waalaikum salam, ibu dari mana bu panas panas begini, tanya Ghina penasaran.
Dari undangan, temen nikahkan anaknya digedung depan kampus sana, jawab bu Mia sambil mengelap keringat dikeningnya.
Tak bikinin minum ya bu, tawar Ghina
Boleh tapi jangan yang dingin , jawab bu Mia
Bu Ghina manggil mang bakso, ibu pesan sekalian ya, tawar Ghina lembut pada bu Mia
Tidak, ibu masih kenyang tadi diundangan juga ada stand bakso malang, ungkap bu Mia silahkan aja itu saudaranya sudah jauh jauh nganterin Ghina kesini.
Iya bu,,, lanjut Ghina sambil melangkah kedepan untuk memilih bakso yang dipesan
Dua porsi mang, pesan Ghina sama mang baksonya
Paman mau bakso yang halus atau urat? tanya Ghina pada saudaranya paman Guna adik tante Yati.
Yang halus saja gigi paman sudah banyak yang ompong heheee... jawabnya sambil ketawa ngakak.
Suasana panas makan bakso nikmaattt, celoteh Ghina sambil mengaduk bakso pesanannya dicampur sambel, kecap dan perasan jeruk limau hmmm.... tambah endol pokoknya👍🤤😋
tbc
____________________________________________
__ADS_1