TERJAL

TERJAL
penjelasan Ghina


__ADS_3

"haiii .... chan, Ghina mana? tanya Al.


"Haiii... juga kak Al, Ghinanya sepertinya sudah pulang kak... coba tunggu aku panggilkan.... Ghin... Ghinaa... Ghiinnn.... " Chandra sambil jalan ke arah ruang ganti dan memanggil nama Ghina... walau sebenarnya hanya bohong. Ghina yang tidak ingin bertemu Al pun hanya diam sambil mensillent ponselnya dan jari telunjuknya ditelpel dibibirnya... "sssttttt...."


Chanda yang memang hanya bohongpun langsung mengguk dan pergi...


"Ga ada kak Al... mungkin sudah pulang dia.


Kembali Chandra meyakinkan Al.


"Oke... makasiihh... kalau gitu aku telponnya sajA... ucap Al sambil berlalu pergi.


Sebenarnya hati Ghina kasihan tapi ini yang terbaik... bathin Ghina.


_____


Setelah kejadian semalam dikedai Sebenarnya hati Ghina jadi merasa bersalah.


Kenapa aku ga terus terang saja, kenapa ga cerita kejadian itu.... guman Ghina.


"Oke kalau nanti kak Al datang aku harus jujur, biar dia tidak menemui ku lagi..."tekad Ghina.


Benar saja, karena beberapa hari ini Al chatt pada Ghina hanya dibalas sekedarnya, ataupun telpon juga hanya dijawab nanti lagi ya kak Ghina lagi tanggung nih, sibuk nih dan sebagainya, Al pun semakin penasaran... tidak seperti biasanya.... gumannya.


"Assalamualaikum.... sapa Al tiba-tiba sudah berada dibelakan Ghina.


"Wa...alaikumsalam... kak Al, ngagetin aja iihhh..." jerit Ghina karena benar-benar kaget.


"Segitu kagetnya sampai matanya mau loncat tuh... makanya kalau kerja ga boleh sambil ngelamun... gitu dech disapa dikit udah langsung syok... hihiii.... " canda Al.


"Tau aja Ghina lagi ngelamun... sengaja ya.. bikin jantungku mau copot... " sungut Ghina.


"widiiihhhh.... ngambekkk... ya udah maaf, maafin kakak ya... " pinta Al.

__ADS_1


" Iyaa... ada apa kakak kesini... " mata Ghina beredar kesekeliling takut-takut ada yang buntuti Al ( gadis yang ngelabrak kemarin lusa)


" Nyari siapa... kakak sendiri kesini... atauu... takut ketahuan pacarmu ya..." tanya penuh selidik.


"Pacarrr... ga ada yang mau sama Ghina kak... cariin napa" canda Ghina pelan diujung kalimat.


"Beneran... kalau ada yang mau ga bakal ditolak"? tanya Al sambil memastikan ucapan Ghina barusan.


"Engga-engga... ga usah... Ghina mau kuliah dulu sampai beres.... " jawab Ghina sambil menggerakkan telapak tangannya 👋


"Sana duduk dulu kak... mau minum apa" tanya Ghina selanjutnya


"Idiiihhh kayak tamu dirumah sendiri saja... ya udah kakak duduk disudut sana .. nanti kalau Ghina ada waktu temuin kakak, kakak mau ngobrol sama Ghina.... Serius... "tegas Al dikata serius.


Raut wajah Ghina jadi berubah... sepertinya tau apa yang bakal dibicarain... tapi Ghinapun juga sudah siap apapun itu.


"Oke kak... tunggu disana... nanti Ghina usahakan secepatnya temui kakak.


Setelah menyiapkan menu kesukaan Al dikedai itu Ghina membawakan ketempat dia duduk menunggu.


"Oke... makasih"


"Duduk Ghina kakak mau bicara beberapa hal sama kamu, tolong jawab jujur semuanya"


Deg.... hati Ghina, diapun mengangguk sambil menghela nafas dalam-dalam... kemudian dihembuskan kasar. Sesaat kemudian Ghina sudah stay menunggu apa yang kan dibicarakan Al.


"Ghin... kenapa beberapa hari ini kakak merasa kamu berubah, apakah itu perasaan kakak aja atau memang betul?"


"Hmmm.... mungkin bisa iya kak... Ghina ga mau ada yang salah paham tentang hubungan kita sebagai teman" ucap Gjina sambil menunduk.


"Maksudmu... pacarmu cemburu?"


"bukan... bukan pacarku, tapiiii.... " jawaban Ghina tidak dilanjut

__ADS_1


"Tapi apa?".... kamu sedang dekat sama seseorang sehingga tidak mau dia salah paham?"


"Bukan itu juga... tapi... sebaliknya... dari pihak kakak" jawaban Ghina di pelankan sambil menunduk, Ghina tidak mau melihat sorot mata Al , tajam mengarah padanya seperti sebuah pedang siap menghujam.


"Maksudmu siapa dan apa?" tanya Al tambah penasaran membuat sorot matanya benar-benar semakin tajam.


"Yaaa.... pacar kakak kesini, dia marah padaku karena salah paham dikiranya kita punya hubungan" jawab Ghina pada akhirnya... tidak kuat juga lama-lama disembunyiin.


"Pacar... yang mana, kamu jangan bohong kakak lagi ga punya pacar atau seseorang yang lagi dekat jadi apa salahnya kalau kakak mau dekat sama kamu Ghina"??


"Tapi Ghina ga mau kak... maaf... Ghina tidak akan pernah merusak kebahagian hubungan orang, kakak akui ataupun tidak itu cewek yang kemarin datang kesini Ghina tidak ada urusan.... " jawab Ghina membela diri.


"Cewek... cewek yang mana, seperti apa sebutin ciri-cirinya Ghin... "


"Cewek cantik rambutnya panjang warna coklat... maaf hanya itu yang Ghina ingat, ghina juga lupa tidak nanya namanya... "


"pokoknya jangan gangguin Ghina kak,,,, biarkan Ghina seperti sebelum mengenal kakak... kita tetep teman tanpa bertemuan, obrolan, telponan dan candaan hanya say hello saja kalau kita tidak sengaja bertemu... oke" ketus Ghina sambil pergi.


"Ghin... Ghina... " panggil Al tapi terhenti saat tangannya menyenggol kopi yang dia pesan tadi sehingga tumpah mengenai celana sampai sepatunya juga... "buusssyyyiittt" gerutunya.


Ghina yang ga mau lagi berurusan sama Al pun langsung pergi ke lokernya mengabil tas terus keruangan pak Hendra kemudian pamit pulang cepat... pak Hendrapun meng iyakan.


Tak menyia-nyiakan waktu Ghinapun langsung keluar sambil memesan ojol dan pergi begitu saja setelah ojolnya datang.


Saat ini dia belum ingin pulang ke kost an... dia kemudian turun ditaman kota.


Sebenarnya hatinya tidak sekecewa seperti putus cinta tapi dia hanya ingin berhubungan dengan siapapun tanpa menyakiti hati orang lain.


Dia tau saat ini hatinya hanya sedang kehilangan satu teman bercandanya. bukan pacar jadi dia hanya butuh mendinginkan suasana hati saja.


"Maafkan aku kak Al... aku takut mengenalmu lebih jauh bisa-bisa aku jatuh hati betulan" gumannya sambil menikmati sapuan angin yang menyusup hingga tembus kedalam hijabnya.


Sementara Al terus saja menelpon ponsel Ghina tapi tidak diangkat satupun padahal sudah lebih dari 30 kali menghubungi.

__ADS_1


tbc


________________________________________


__ADS_2