
Setelah Acara akad selesai kemudian berlanjut sesi foto-foto dan menikmati hidangan buat para undangan sebelum akhirnya jam 11 siang dilanjut acara resepsi.
Sambil menunggu Chandra datang Ghina menikmati sajian yang telah disediakan.
Braakkkk.....
"Duuhhh.... teriak Ghina pelan.
"Maaf mba....." seseorang dengan badan tegap setelan jas rapi menyedekapkan kedua telapak tangannya didepan dada.
"Gapapa kok mas.... " untung ga mengenai baju,,, jawab Ghina santai karena memang pudding yang dibawanya tumpah begitu saja kelantai dengan cawan yang masih dipegangnya.
"Maaf sekali lagi...." lelaki itu berlalu meninggalkan Ghina dengan menganggukkan kepala.
______
Diruang rias Ninis sedang mempersiapkan acara resepsi dengan keluarga serta para MOA yang mendandani.
"Ibu... tadi yang pakai kerudung warna pink agar krem (nude) itu Ghina teman yang aku ceritakan pada ibu waktu itu... cerita Ninis saat dirias pada ibunya yg juga sedang dirias duduk bersebelahan.
"Owh... itu, cantik ya... kalau begitu nanti mau ibu kenalkan sama Al (ponakan Ayah Ninis) celetuk ibu Ninis penuh semangat
"Iya boleh tuh... coba aja bu... " ucapan Ninis pun tak kalah semangat.
____
Sementara diruang resepsi nampak beberapa pegawai IO sedang berbenah untuk acara resepsi.
"Ghina masih menunggu temannya datang karena tadi Chandra bilang katanya sudah mau otewe tapi kok sudah hampir 2 jam itu anak ga nongol juga., bathin Ghina yang merasa asing sendirian, mau gabung sama saudara Ninis dan mempelai pria juga ga kenal.
"Mba... yang aku tabrak tadi ya, duh maaf ya mba tadi ga sengaja..." baru saja mau menelpon Chandra tiba-tiba ada suara seseorang menghampiri Ghina.
"O iya mas... gapapa kok,,,," jawab Ghina ramah.
"Boleh ya mba... saya duduk disebelah sini, ucap pria itu sambil duduk disebelah Ghina.
"O iya mas.... silahkan" Ghina mempersilahkan dengan santai, diurungkan untuk menelpon Chandra karena merasa tidak enak, ga sopan sama mas yang baru duduk bergabung dengan dirinya, bathin Ghina.
"Jenuh mba... acara resepsinya masih 30 menit lagi... ucap pria itu sambil melihat jam tangannya.
"Mba... saudara dari pihak pengantin lelaki? tanya pria itu ramah.
"Bukan mas... saya temen Mba Ninis.." jawab Ghina.
"Owh..... " pria itu mengkerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kenapa mas..." pertanyaan Ghina yang penasaran sama reaksi pria itu.
" Teman kuliah atau kerja.... maaf kok .... masih kecil... " ucap pria itu diujung kalimat yang agak di pelankan.
"Heheee.... teman apa ya, teman curhat aja ya... saya sendiri bingung mas, tapi jawaban saya barusan serius kok... jawab Ghina sambil senyum dan mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V ✌️.
"Hahaaaa.... lucu ya punya teman khusus curhat, ada-ada saja kalian ini... " kelakar pria itu sambil tertawa.
"O ya mba... kita belum kenalan, boleh ga saya tau nama mba... namaku Al... Muhammad Al Ghifari panggil Al saja... imbuh pria itu sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"O ya mas... saya Ghina... Ghina Hasanah... ucap Ghina grogi.
"Saya panggil dik aja ya, soalnya mbak nya kayak anak 17 tahun... " ucap Al pada Ghina.
"Waahhh... saya bukan anak belasan tahun mas, sudah semester 6... jawab Ghina dengan pipi yang memerah karena dibilang masih abg.
"Owh... iya to, kuliah dimana? tanya Al lagi
"Di universitas xx mas..." jawab Ghina.
"Boleh saya minta nope nya..." tanya Al penuh harap.
"Hmmm.... " jawab Ghina ragu.
"Jangan takut aku ini sepupunya Ninis, ayah kak Ninis kaka dari ibu saya... jawab Al menjelaskan.
"Makasiiihhh.... dengan semyum lebar Al menekan tombol hijau untuk menghubungi nomer yang diketik Ghina tadi.... " itu nomerku di simpan ya" ucapnya lagi.
"Ya... ucap Ghina.
"Owh... acaranya sudah mau dimulai kita berdiri di situ yuk... sambil menunjuk kearah jalan yang sudah dilapisi karpet untuk jalan pengantin menuju pelaminan, Ghina hanya mengangguk mengikuti.
Tak berapa lama ada yang mengelus kepala Ghina...
"Nok... sorri gue telat, lama ya lho nungguin? sapa Chandra mengagetkan Ghina.
"Kemana dulu kok lama banget sih... " tanya Ghina sebel.
"Itu motor Gue... mogok, terpaksa kebengkel dulu, mana bengkel langganan belum buka jadi nunggu dulu... " jawab Chandra.
"Yang lain mana, belum pada datang? Tanya Ghina lagi.
"Udah no... pada disebelah sana...." jawab chandra menunjuk kearah teman yang lain berdiri.
Ghina pun mengedarkan pandangannya.
__ADS_1
Sementara Al memperhatikan Ghina dan Chandra, melihat pandangan yang aneh Ghina bermaksud mengenalkan chandra pada Al.
"Ndrok... kenalin nih sepupu kak Ninis, kak Al namanya..." ucap Ghina pada Chandra yang langsung diangguki sama Chandra kemudian mengulurkan tangan untuk salaman sama Al
"Chandra teman kerja Denok... eehhh maaf Ghina..." Ucap chandra sambil senyum.
"Al... Al Ghifari... sepupu kak Ninis, jawab Al dingin.
Sesaat kemudian pengantin berjalan pelan menuju pelaminan, Ghina mendesak maju agar bisa memfoto ke dua mempelai yang sedang berjalan saling mentautkan tangan mereka. Nampak gagah dan anggun.
Al yang melihat Ghina mau mengambil foto nampak menggeser badan untuk memberi ruang pada Ghina.
"kak Ninis Cantik... ucap Ghina memuji temannya itu.
Acara resepsi pun berjalan meriah dan lancar.
Ghina menunggu sampai acaranya beres untuk menghormati hari bahagia temannya itu dia ijin kerja dulu, sementara Chandra dkk tidak menunggu acara beres karena mereka harus kerja.
Sampai jam 1 tamu sudah undangan mulai berkurang Ghina berbincang sebentar dengan Ninis dan dikenalkan dengan suaminya Niko dan juga mengobrol sebentar dengan ayah, ibu Ninis kemudian pamit untuk pulang.
Sebelum Ghina pulang ibu Ninis memanggil Al.
"Al... sini budhe kenalin anak gadis cantik nih... ajak budhe sambil menuntun tangan Al mendekat Ghina.
"Owh... Ghina budhe .. Al tadi udah kenalan sebelum acara dimulai... jawab Al yang membuat budhe membulatkan matanya.
"wawwww.... kamu ya dik... ga boleh ada gadis cantik dikit... udah deh... dipepet duluan... celetuk Ninis pada Al.
"Normal kak... apalagi gadis special kayak Ghina gini... limited edition kak... hahaaa... ucap Al sambil melirik Ghina.
Yang dilirik hanya menunduk malu.
"Ya udah Oom, tante, kak Ninis kak Niko aku pamit ya... "Selamat berbahagia semoga samawa terus ya... " pamit Ghina disertai doa.
"Ghin... pulangnya biar diantar Al... tambah ibu Ninis.
"makasih tante Ghina bawa motor kok... Assalamualaikum .. ucap Ghina sopan sambil melambaikan tangan.
Tapi Al tetep mengikuti Ghina sampai parkiran dan melihat sampai Gadis itu melajukan motornya.
"Terima kasih kak Al... Assalamualaikum... pamit Ghina.
"Waalaikum salam" jawab Al.
tbc
__ADS_1
__________________________________________